{"title":"HUBUNGAN ANTARA SUPERVISI PERAWAT DENGAN KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMENTASI PENGKAJIAN KEPERAWATAN","authors":"Yusvida Kusumawati","doi":"10.33475/mhjns.v3i1.77","DOIUrl":"https://doi.org/10.33475/mhjns.v3i1.77","url":null,"abstract":"ABSTRACT \u0000Documentation is recording, reporting or recording important valuable service events and activities. The goal is to analyze the relationship between nurse supervision and the completeness of filling out nursing assessment documentation based on nursing care standards. This study used observative correlation method. Followed by the observation of the implementation of Nursing who were involved in the service at Saiful Anwar Hospital Malang. A correlative test of the lambda contingency coefficient was carried out known the results, as many as 14 respondents (28%) had insufficient supervision criteria and the remaining 36 respondents (72%) had criteria well, filling in the nursing assessment documentation based on nursing care standards was carried out completely by 9 respondents (18%) and the remaining 41 respondents (82%) had incomplete criteria, showing a p value of 0.039 <@ (0.05), so it was concluded that there was a significant relationship \u0000Keywords: Nurse supervision, nursing documentation, and nursing care \u0000ABSTRAK \u0000Dokumentasi merupakan pencatatan, pelaporan atau merekam kejadian serta aktivitas pelayanan penting dan berharga. Tujuannya menganalisis hubungan supervisi perawat dengan Kelengkapan Pengisian Dokumentasi Pengkajian Keperawatan Berdasarkan Standar Asuhan Keperawatan, menggunakan metode korelasi observatif , peneliti melakukan wawancara untuk mengisi informed concent. Dilanjutkan observasi pelaksanaan Dokumentasi Pengkajian Keperawatan kepada perawat di IRNA I RS Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan analisa hubungan. Dilakukan uji korelatif koefisien kontingensi lambda diketahui hasil, sebanyak 14 responden (28%) memiliki kriteria supervisi kurang dan sisanya 36 responden (72%) memiliki kriteria baik, pengisian berdasarkan standar asuhan keperawatan dilakukan oleh 9 responden (18%) dan sisanya sebanyak 41 responden (82%) memiliki kriteria tidak lengkap, menunujukkan p value sebesar 0.039< @(0.05), sehingga disimpulkan ada hubungan signifikan . \u0000 \u0000Kata Kunci: Supervisi perawat, Dokumentasi keperawatan, dan asuhan keperawatan \u0000 ","PeriodicalId":118673,"journal":{"name":"Media Husada Journal Of Nursing Science","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115778362","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI PERAWAT DENGAN SIKAP PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN","authors":"Andreas Andreas","doi":"10.33475/mhjns.v3i1.81","DOIUrl":"https://doi.org/10.33475/mhjns.v3i1.81","url":null,"abstract":"Tujuan Studi: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara motivasi perawat dengan sikap pendokumentasian asuhan keperawatan. \u0000Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh perawat IRNA 1 yang berjumlah 171 responden dengan teknik sampel Probability Sampling. Sampel diambil secara Simple Random Sampling yang memenuhi kriteri inklusi eksklusi didapatkan 120 responden. Pengumpulan data dilakukan selama 8 hari menggunakan kuesioner. \u0000Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden menunjukan motivasi sedang sebanyak 105 responden (87.50%), sedangkan sikap pendokumentasian asuhan keperawatan sebagian besar responden menunjukan sikap yang negative sebanyak 63 responden (52.5%). Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan yang signifikan dengan nilai p< 0.05 (p= 0.000< 0.05) antara motivasi perawat dengan sikap pendokumentasian asuhan keperawatan di IRNA 1 RSUD DR Saiful Anwar Malang, dengan tingkat korelasi lemah r= 0.391 serta korelasi bernilai positif maka hubungan bersifat searah, artinya semakin tinggi motivasi perawat maka semakin positif sikap pendokumentasian asuhan keperawatan. \u0000Manfaat: Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas motivasi perawat dengan sikap pendokumentasian asuhan keperawatan di IRNA 1 RSUD. DR Saiful Anwar Malang.","PeriodicalId":118673,"journal":{"name":"Media Husada Journal Of Nursing Science","volume":"24 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130986514","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH SMALL GROUP DISCUSSION TERHADAP PENERIMAAN DIRI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISIS","authors":"Novian Yustiasari","doi":"10.33475/mhjns.v3i1.75","DOIUrl":"https://doi.org/10.33475/mhjns.v3i1.75","url":null,"abstract":"The negative impact of decreased body functions and psychosocial changes in patients with CKD is self-acceptance that low. Small group discussion (SGD) is a method to increase self-acceptance. This study aims to determine the effect of SGD on self-acceptance of CKD patients undertaking hemodialysis at RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. The design of this study are pre experimental and design used is th e one group pre-test post-test . Instrument is used is my sheet questionnaire. The sample in this study was 20 patients with CKD who underwent therapy hemodialysis by using technique purposive sampling . The results of the study obtained that 50% of self- acceptance before the SGD was carried out had low self-acceptance, and none had very high self-acceptance criteria. Meanwhile, after the SGD was done , the patient's self-acceptance became the majority of respondents, 55% high self-acceptance. Based uji Wilcoxon results significantly (P <0.05 ). The study says that terdapat influence SGD self-acceptance in patients with CKD who undertaking hemodialysis which caused their support between the patient and the similarity of the feelings of patients to exchange experiences, share about how to resolve the problem . Suggestions subsequent studies add to the frequency of meetings to conduct small group. \u0000 ","PeriodicalId":118673,"journal":{"name":"Media Husada Journal Of Nursing Science","volume":"96 Suppl 1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116497971","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Maria InaKii, Dwi Soelistyoningsih, Nicky Danur Jayanti
{"title":"HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA PENDERITA HIPERTENSI SISTOLIK","authors":"Maria InaKii, Dwi Soelistyoningsih, Nicky Danur Jayanti","doi":"10.33475/mhjns.v2i3.62","DOIUrl":"https://doi.org/10.33475/mhjns.v2i3.62","url":null,"abstract":"Hipertensi sistolik merupakan kondisi tekanan darah sistolik >140 mmHg dan tekanan darah diastolik <90 mmHg. Kepatuhan diet rendah garam memerlukan waktu yang cukup lama sehingga dibutuhkan dukungan keluarga agar tercapainya kepatuhan diet rendah garam pada pasien Hipertensi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada penderita hipertensi sistolik di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Metode berupa penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebesar 52 responden menggunakan teknik accidental sampling, dengan kriteria inklusi responden usia >18 tahun, pasien hipertensi sistolik dalam tiga bulan terakhir di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner dan dianalisis dengan uji kendall’s tau-b. Hasil penelitian didapatkan 22 responden memiliki dukungan keluarga dalam kategori baik (42,3%), memiliki kepatuhan diet rendah garam sebanyak 30 (57,2%) responden. Dari hasil uji statistic didapatkan hubungan signifikan (p=0,000) dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada penderita hipertensi sistolik di Puskesmas Dinoyo Kota Malang, dengan kekuatan korelasi sedang (r= 0,467). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam di Puskesmas Dinoyo Kota Malang, sehingga penting untuk meningkatkan kepatuhan program diet rendah garam penderita hipertensi","PeriodicalId":118673,"journal":{"name":"Media Husada Journal Of Nursing Science","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129387465","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PERBEDAAN TANDA- TANDA VITAL DAN EKG SEBELUM DAN SESUDAH REHABILITASI JANTUNG FASE 1 PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER","authors":"Kuspariyah Romelah","doi":"10.33475/mhjns.v2i3.68","DOIUrl":"https://doi.org/10.33475/mhjns.v2i3.68","url":null,"abstract":"ABSTRAK \u0000Penyakit jantung koroner adalah penimbunan plak pada pembuluh darah koroner, sehingga menyebabkan arteri koroner menyempit atau tersumbat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan tanda- tanda vital dan ekg sebelum dan sesudah rehabilitasi jantung fase 1 pada pasien penyakit jantung koroner. Desain penelitian ini one Group Pre dan Post Test Design. Pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling dengan jumlah sampel 32 responden pasien. Analisa data menggunakan uji Pairet T Sample test. Hasil penelitian yang menunjukkan normal sebelum rehabilitasi jantung fase 1 tekanan darah sistole 65,63%, tekanan darah diastole 78,12%, nadi 78,13%, respirasi 100%, suhu 87,5%, ekg 68,75%. Dan yang menunjukkan normal sesudah rehabilitasi jantung fase 1 yaitu tekanan darah sistole 75% , tekanan darah diastole 93,75%, nadi 68,75%, respirasi 68,75%, suhu 100% ekg 87,5%. Hasil uji statistik Pairet T Sample Test didapatkan 0,012 (< 0,05). Kesimpulannya adalah ada perbedaan tanda- tanda vital dan ekg sebelum dan sesudah rehabilitasi jantung fase 1 pada pasien penyakit jantung koroner di IPJT RSSA Malang. \u0000 \u0000Kata kunci : Rehabilitasi, Tanda- tanda vital, Penyakit Jantung Koroner \u0000 \u0000 \u0000ABSTRACT \u0000Coronary heart disease is the accumulation of plaque in the coronary arteries, causing the coronary arteries to become narrowed or blocked. The purpose of this study was to analyze the differences in vital signs and ECG before and after phase 1 cardiac rehabilitation in patients with coronary heart disease. The design of this research is one group pre and post test design. Sampling using purposive sampling technique with a sample of 32 patient respondents. Analysis of the data using the Pairet T Sample test. The results showed normal before cardiac rehabilitation phase 1 systolic blood pressure 65.63%, diastolic blood pressure 78.12%, pulse 78.13%, respiration 100%, temperature 87.5%, ecg 68.75%. And what showed normal after phase 1 cardiac rehabilitation were systolic blood pressure 75%, diastolic blood pressure 93.75%, pulse 68.75%, respiration 68.75%, temperature 100% ecg 87.5%. The results of the Pairet T Sample Test statistical test obtained 0.012 (<0.05). The conclusion is that there are differences in vital signs and ECG before and after phase 1 cardiac rehabilitation in coronary heart disease patients at IPJT RSSA Malang. \u0000 \u0000Key words : Rehabilitation, Vital signs, Coronary Heart Disease","PeriodicalId":118673,"journal":{"name":"Media Husada Journal Of Nursing Science","volume":"72 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130840139","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN POLA DIET RENDAH GARAM DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI","authors":"Jeckson Leba Niga","doi":"10.33475/mhjns.v2i3.66","DOIUrl":"https://doi.org/10.33475/mhjns.v2i3.66","url":null,"abstract":"","PeriodicalId":118673,"journal":{"name":"Media Husada Journal Of Nursing Science","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116910283","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"HUBUNGAN ANTARA PERILAKU IBU TENTANG PEMBERIAN SUSU FORMULA DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6–24 BULAN","authors":"Arling Tamar Daworis Arling Tamar Daworis","doi":"10.33475/mhjns.v2i3.58","DOIUrl":"https://doi.org/10.33475/mhjns.v2i3.58","url":null,"abstract":"Pemberian nutrisi pada bayi dan balita yang baik akan mempengaruhi status gizi. Status gizi kurang atau lebih akan menentukan derajat kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan balita. Pemberian nutrisi pada bayi dan balita yang baik akan mempengaruhi status gizi. Status gizi merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Keadaan kurang gizi terutama pada balita akan mengakibatkan terganggunya pertumbuhan fisik dan kecerdasan. Salah satu upaya dalam mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak adalah pemberian susu formula. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui adanya hubungan antara perilaku Ibu tentang pemberian susu formula dengan status gizi balita usia 6–24 bulan di Posyandu Wilayah Kelurahan Dinoyo Kota Malang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelatif yang dilakukan pada 60 responden ibu dengan balita usia 6–24 bulan di Posyandu Wilayah Kelurahan Dinoyo Kota Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan instrumen penelitian berupa kuesioner perilaku Ibu tentang pemberian susu formula dan hasil pengukuran status gizi balita usia 6–24 bulan yang kemudian di uji menggunakan SPSS dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara perilaku Ibu tentang pemberian susu formula dengan berstatus gizi pada balita usia 6–24 bulan, yang berkunjung ke Posyandu Wilayah Kelurahan Dinoyo Kota Malang (rvakue = 0,000). Dari 60 responden, hampir setengah jumlah Ibu dengan balita usia 6–24 bulan yang berkunjung ke Posyandu Wilayah Kelurahan Dinoyo Kota Malang berperilaku tepat dan sebagian besar jumlah Ibu dengan balita usia 6–24 bulan yang berkunjung ke Posyandu Wilayah Kelurahan Dinoyo Kota Malang berstatus gizi baik. Dapat disimpulkan bahwa semakin tepat Ibu dalam berperilaku tentang pemberian susu formula maka dapat meningkatkan berstatus gizi baik pada balita usia 6–24 bulan, khususnya yang berkunjung ke Posyandu Wilayah Kelurahan Dinoyo Kota Malang.","PeriodicalId":118673,"journal":{"name":"Media Husada Journal Of Nursing Science","volume":"38 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124066286","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"PENGARUH PERMAINAN LILIN PLASTISIN TERHADAP PENINGKATAN MOTORIK HALUS ANAK AUTISME USIA 6-12 TAHUN","authors":"Noor Indalestari","doi":"10.33475/mhjns.v2i3.57","DOIUrl":"https://doi.org/10.33475/mhjns.v2i3.57","url":null,"abstract":"Proses terjadinya pertumbuhan yang pesat terjadi pada masa kanak-kanak. Proses pertumbuhan dan perkembangan ini akan dialami oleh semua anak tidak pada anak autisme. Autisme Spectrum Disorder (ASD) faktor gangguan pada perkembangan saraf, genetik dan lingkungan sangat berperan penting sehingga dapat memunculkan gangguan pada komunikasi, interaksi sosial, dan pola perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengarut terapi lilin plastisin terhadap peningkatan motorik halus pada anak dengan autisme usia 6-12 tahun. Metode penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental design menggunakan desian penelitian one group pretest-posttestyang dilakukan pada 16 responden penderita autisme usia 6-12 tahun.di UPT Layanan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Kota Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan instrument penelitian berupa pedoman observasi Penelitian Tindakan Kelas(CAR) yang dirancang untuk mengukur kemampuan target pada anak autisme kemudian di uji menggunakan SPSS dengan jenis uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh permainan lilin plastisin terhadap peningkatan motorik halus anak autisme (p=0,000). Dari 16 responden terbanyak yang mengalami gangguan motorik halus sebelum diberikan permainan lilin plastisin kurang baik 10 orang (62,5%) dan cukup 6 orang (37,5%) dan gangguan motorik setelah diberikan permainan lilin plastisin cukup baik 10 orang (62,5%) dan baik 6 orang (37,5%). Dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh permainan lilin plastisin terhadap peningkatan motorik halus anak autis usia 6-12 tahun di UPT Layanan Berkebutuhan Khusus Kota Malang","PeriodicalId":118673,"journal":{"name":"Media Husada Journal Of Nursing Science","volume":"14 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114186156","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"RESPON TERHADAP PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING DI ERA PANDEMI COVID 19 DENGAN TINGKAT STRES PADA MAHASISWA","authors":"Clara Cassandra Resubun","doi":"10.33475/mhjns.v2i3.67","DOIUrl":"https://doi.org/10.33475/mhjns.v2i3.67","url":null,"abstract":"Latar Belakang : Pandemi covid 19 memberikan dampak yang begitu besar ke segala aspek termasuk dalam dunia pendidikan. Pendidikan pada masa pandemi menggunakan pembelajaran blended learning karena adanya perubahan sistem pembelajaran, menyebabkan terjadi stres pada mahasiswa yang mempengaruhi respon mahasiswa serta tingkat stres yang dialami selama pandemi covid 19. Tujuan: untuk mengetahui hubungan respon mahasiswa terhadap pembelajaran blended learning diera pandemi covid 19 dengan tingkat stres pada mahasiswa semester 4 Stikes Widyagama Husada Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 50 responden yang telah diseleksi melalui teknik sampling total sampling dan analisis data menggunakan uji Kendall’s tau-b. Hasil: hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebagian besar responden sebanyak (40.0%) menunjukan kurangnya respon terhadap pembelajaran blended learning dan sebagian kecil sebanyak (10.0%) menunjukan respon yang baik terhadap pembelajaran blended learning. Terdapat 33 responden yang menunjukan stres berkategori stres berat sebesar (66.0%) dan 4 responden yang menunjukan stres ringan sebesar (8.0%). Hasil uji Kendall’s tau-b didapatkan pvalue 0.000 (< 0.05) sehingga di terima H1 diterima atau signifikan. Hasil korelasi respon mahasiswa terhadap pembelajaran blended learning diera covid 19 dengan tingkat stres sebesar 0.503 berarti terdapat hubungan yang kuat dan positif antara kedua variabel. Kesimpulan: Ada hubungan respon mahasiswa terhadap pembelajaran blended learning dengan tingkat stres pada mahasiswa keperawatan semester 4 Stikes Widyagama Husada Malang.","PeriodicalId":118673,"journal":{"name":"Media Husada Journal Of Nursing Science","volume":"9 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-11-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"116864941","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}