R. Rudi, Andy Hadiyanto, Sa’dullah Sa’dullah, A. Izzudin, Bagus Rasidin
{"title":"Pengembangan Kompetensi Guru PAI Melalui Kegiatan Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Keterampilan Dasar Mengajar","authors":"R. Rudi, Andy Hadiyanto, Sa’dullah Sa’dullah, A. Izzudin, Bagus Rasidin","doi":"10.21009/satwika.020202","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/satwika.020202","url":null,"abstract":"Kompetensi guru adalah satu hal yang harus dipenuhi oleh seorang guru, upaya pemenuhan kompetensi tidak berjalan dengan sendirinya, maka prodi agama islam UNJ, memberikan pendampingan peningkatan kompetensi guru, ykani kompetensi kepribadian, sosial, professional dan pedagogic. Penelitian ini memfokuskan untuk mengembangkan kompetensi pedagogik pada aspek penilaian autentik dan terstandar. Pada saaat ini guru-guru banyak mengalami kesulitan dalam menyusun, mengkonstruk atau membuat instrumen atau media pembelajaran untuk keberlangsungan suatu pembelajaran khusunya di dalam kelas. Oleh karena itu penelitian pendampingan penyusunan penilaian sikap moderatisme siswa pada lembar kerja sangat penting dan diharapkan bermanfaat bagi guru, lembaga pendidikan yang dijadikan sebagai mitra serta siswa.Pendampingan ini bertujuan mengembangkan kompetensi guru pesantren Pondok Pesantren Modern Nurul Huda pada aspek keterampilan mengajar yang berhubungan dengan nilai-nilai moderasi beragama, serta membudayakan nilai-nilai moderatisme pada sikap siswa, antara lain melalui pemahaman keterampilan mengajar PAI di dalam kelas. Mitra pendamping yakni guru-guru pada lembaga pendidikan Pondok Pesantren Modern Nurul Huda. Kegiatan pendampingan terdiri dari pemberian keterampilan dalam pembuatan media pembelajaran untuk sebagai media pendukung dalam kegiatan belajar mengajar di pesantren, membagi kelompok guru-guru, memetakan kesulitan guru dengan penilaian terstandar dan terakhir adalah kegiatan workshop.","PeriodicalId":109632,"journal":{"name":"Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"17 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129003112","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pelestarian Budaya Tenun Ikat Bandar Kidul Melalui Kegiatan Kids Fashion Show Competition","authors":"Nailul Insani, Rizki Yulianingrum P., Agung Winarno, Cesya Rizkika P., Fatimah Azzahroh, Yamlikho Roikhatu Roudoh, Margareta Susanti","doi":"10.21009/satwika.020206","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/satwika.020206","url":null,"abstract":"Tenun Ikat Bandar Kidul memiliki beragam motif dan corak yang tiap motifnya sarat akan makna dan mengandung sejarah yang panjang. Namun, minat generasi muda akan tenun ikat ternyata tidak sejalan dengan berbagai kebijakan pemerintah Kota Kediri dalam melestarikan serta mendukung para pengrajin, maka dari itu perlu adanya upaya dalam menanamkan kecintaan akan tenun Ikat kepada generasi muda sejak dini agar Budaya Tenun Ikat di Bandar Kidul tetap lestari dan terjaga. Dalam mewujudkan hal tersebut, Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang Tahun 2022 mengadakan kompetisi fashion show bagi anak-anak yang berusia maksimal 12 tahun. Metode yang Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang gunakan yaitu observasi, perencanaan, sosialisasi, pelaksanaan, partisipasi serta evaluasi. Hasilnya para peserta yang terdiri dari anak-anak terlihat sangat antusias serta bersemangat dalam mengikuti kegiatan tidak hanya itu para orang tua pun juga terlihat antusias akan penampilan anak-anak mereka. Dari adanya kompetisi ini anak-anak sekitar sebagai calon generasi penerus mulai mengetahui keberadaan tenun ikat Bandar Kidul serta nantinya dapat mencintai dan meneruskan usaha tenun ikat tersebut sehingga budaya tenun ikat dapat tetap terjaga.","PeriodicalId":109632,"journal":{"name":"Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"418 ","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114048704","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Camellia Camellia, Alfiandra Alfiandra, Emil El faisal, Rini Setiyowati, Ulya Rosidafi Sukma
{"title":"Pendampingan dan Pengenalan Kurikulum Merdeka Bagi Guru","authors":"Camellia Camellia, Alfiandra Alfiandra, Emil El faisal, Rini Setiyowati, Ulya Rosidafi Sukma","doi":"10.21009/satwika.020201","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/satwika.020201","url":null,"abstract":" \u0000Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada guru di kabupaten Ogan Ilir mengenai kurikulum merdeka. Sasaran kegiatan ini yaitu guru yang aktif mengajar di SMPN 1 Indralaya dan guru MGMP PPKn SMP Ogan Ilir. Kegiatan diawali dengan memberikan pretest untuk mengukur pengetahuan awal guru mengenai kurikulum merdeka, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait kurikulum merdeka. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian posttest untuk melihat peningkatan pengetahuan guru mengenai kurikulum merdeka. Nilai rata-rata Post yang diperoleh guru yaitu 57 dan nilai rata-rata posttest adalah 73 dimana terdapat peningkatan sebesar 0,16%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diakhiri dengan pendampingan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran dimana guru diminta membuat produk berupa modul ajar yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Berdasarkan produk yang dibuat oleh guru diketahui bahwa 80% guru yang mengikuti kegiatan sudah bisa membuat modul ajar dengan baik.","PeriodicalId":109632,"journal":{"name":"Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"114 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"114865638","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Nur’aeni Marta, Mindarto, Djunaidi Djunaidi, S. Martini, Ratu Husmiati, Atikah Afrizal, Widyastuti Putri
{"title":"Optimalisasi Pembelajaran Melalui Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Mendesain Model, Metode, dan Media yang Inovatif, Kreatif, Komunikatif-Interaktif dan Menyenangkan Di PAUD/TK Kamboja Berseri 01 Wilayah Binaan Jakarta","authors":"Nur’aeni Marta, Mindarto, Djunaidi Djunaidi, S. Martini, Ratu Husmiati, Atikah Afrizal, Widyastuti Putri","doi":"10.21009/satwika.020205","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/satwika.020205","url":null,"abstract":"Artikel ini merupakan hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat civitas akademika prodi Pendidikan Sejarah FIS UNJ. Kegiatan ini merupakan bagian dari bentuk nyata peran serta FIS UNJ dalam membina dan membimbing guru yang kompeten dan professional. Tujuan workshop pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi guru guru PAUD Kamboja Berseri RW 01 Kelurahan Kampung Makasar, Jakarta Timur. Guru-guru PAUD ini menajdi pengajar di sekolah tersebut belum memiliki kompetensi sesuai dengan UU N0.20 tahun 2003 tentang Kompetensi Guru dan Dosen. Mereka secara umum adalah lulusan SMA/SMK, sehingga kurang memahami pedagogik untuk usia dini. Guru PAUD seharusnya memiliki kemampuan mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, termasuk mampu mengembangkan media yang interaktif dan menyenangkan. Guru merupakan kunci keberhasilan proses kegiatan pembelajaran. Dalam rangka Peningkatan dan pembinaan guru PAUD, agar mampu mendidik anak-anak usia Dini, menjadi anak yang memiliki kompetensi yang seimbang antara intelektual, fisikal, emosional dan spiritual sehingga tumbuh menjadi anak yang tidak hanya memiliki kecerdasan hardskill tetapi juga softskill.","PeriodicalId":109632,"journal":{"name":"Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"121378181","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pembuatan Gapura Bhineka Tunggal Ika di Desa Wisata Cisaat Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat","authors":"Tjipto Sumadi, Asep Rudi Casmana, Muhammad Fajar Sae Firdaus, Fabhel Alkahira Rarca","doi":"10.21009/satwika.020204","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/satwika.020204","url":null,"abstract":"Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang dilakukan oleh Universitas Negeri Jakarta bdiorientasikan pada lima bidang, yaitu Pendidikan, Lingkungan, Pengentasan Kemiskinan, Seni dan Budaya, serta Insdutri Kreatif. P2M ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kehidupan masyarakat Desa Wisata Cisaat, Kabupaten Subang Jawa Barat. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk membantu masyarakat Desa Wisata Cisaat dalam upayanya melesatrikan nilai-nilai leluhur yang menjadi warisan budayanya. Pelaksanaan P2M dilakukan bekerjasama antara tim dari Prodi PPKN FIS UNJ dengan masyarakat adat Desa Wisata Cisaat dengan mendirikan Gapura Bhinneka Tunggal Ika sebanyak 8 buah, yang berada di mulut jalan utama (satu buah), sisanya 7 buah berada di mulut gang desa. Pada setia gapura dipampangkan banner yang bertuliskan pesan yang memiliki nilai-nilai luhur, seperti Bobot Pangayun Timbang Taraju yang berarti semua yang dikerjakan harus penuh pertimbangan. Hirup Ulah Manggih Tungtung, Paeh Ulah Manggih Beja yang artinya hidup harus baik supaya dikenang kebaikannya. Diharapkan melalui P2M ini, masyarakat desa dapat selalu membaca dan mengingat pesan leluhur adat dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya luhur bangsa, sehingga kehidupan masyarakat semakin harmonis dan toleran.","PeriodicalId":109632,"journal":{"name":"Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"22 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"129041847","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan Dalam Pembangunan Desa Cisaat","authors":"Iqbal Syafrudin, Asep Rudi Casmana, M. Fajar Sae","doi":"10.21009/satwika.020203","DOIUrl":"https://doi.org/10.21009/satwika.020203","url":null,"abstract":"Pembahasan artikel ini memiliki tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya partisipasi masyarakat khususnya kaum perempuan dalam pembangunan desa, memberikan pemahaman tentang posisi masyarakat dalam pembangunan serta contoh-contoh partisipasi yang dapat dilakukan masyarakat dalam pembangunan. Permasalahan yang muncul yaitu masih rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam pembangunan desa mitra serta masih banyak masyarakat yang belum tahu harus berpikir dan bertbuat apa untuk membangun desa. Untuk permasalahan tersebut kolaboratif yang akan dilaksanakan oleh pengusul bersama mitra yaitu kegiatan sosialisasi dengan membawakan materi tentang pentingnya partisipasi masyarakat khususnya kaum perempuan dalam membangun desa serta memberikan contoh-contoh partisipasi yang dapat dilakukan untuk membangun desa mitra. Metode yang digunakan dalam melakukan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan pendekatan kolaboratif antara pengusul dengan mitra. Program kegiataan pengabdiaan masyarakat ini diisi dengan kegitan penyuluhan dan diskusi mengenai pentingnya partispasi perempuan dalam pembangunan desa serta peningkatan kemampuan komunikasi warga desa Cisaat, yang mana dua materi tersebut dirasa salling berkesinambungan serta bisa mendukung kemajuan desa Cisaat dengan tidak melupakan partisipasi dari perempuan. Adapun materi tentang pentingnya partisipasi perempuan dalam pembangunan desa dibawakan oleh Iqbal Syafrudin dan materi tentang peningkatan kemampuan komunikasi masyarakat desa Cisaat yang disampaikan oleh Asep Rudi Casmana.","PeriodicalId":109632,"journal":{"name":"Satwika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-12-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"133997313","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}