Tafsir Umum, Terhadap Hak, Dan Kewajiban Warga, Negara Dalam, Bela Negara, Menurut Uud, Andra Taupan
{"title":"Tafsir Umum Terhadap Hak Dan Kewajiban Warga Negara Dalam Bela Negara Menurut UUD 1945","authors":"Tafsir Umum, Terhadap Hak, Dan Kewajiban Warga, Negara Dalam, Bela Negara, Menurut Uud, Andra Taupan","doi":"10.60153/jocer.v1i1.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.60153/jocer.v1i1.7","url":null,"abstract":"Upaya bela negara bukan hanya sebagai kewajiban dasar manusia, tetapi juga merupakan kehormatan warga negara sebagai wujud pengabdian dan kerelaan berkorban kepada bangsa dan negara. Mengingat begitu pentingnya bela negara, maka Indonesia pun memiliki landasan konstitusional yang kuat. Upaya bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bela negara tidak hanya berkaitan dengan militer saja, namun hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari bisa saja merupakan bentuk bela negara. Tindakan yang mencerminkan bela negara sendiri, tindak-tindakan tersebut dapat memicu hal-hal lain yang dapat bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya. Dan juga sikap bela negara ini dapat membentuk sikap disiplin waktu, membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antara sesama teman, membentuk perilaku jujur, tegas, adil, dan tepat, melatih jiwa kepemimpinan. Bela negara dapat dilakukan kapan saja di mana saja, bisa pagi, siang maupun malam hari, di lingkungan rumah tangga, masyarakat, instansi/tempat bekerja, di sekolah, di tempat ibadah, di pasar, di dalam negeri maupun di luar negeri.","PeriodicalId":105942,"journal":{"name":"JOCER: Journal of Civic Education Research","volume":"9 7","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131839807","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Salsabila Imelda, Saskia, Kata Kunci, Pendidikan Kewarganegaraan, Sikap Nasionalisme, Warga Negara
{"title":"Analisis Peran Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Sikap Nasionalisme Warga Negara","authors":"Salsabila Imelda, Saskia, Kata Kunci, Pendidikan Kewarganegaraan, Sikap Nasionalisme, Warga Negara","doi":"10.60153/jocer.v1i1.8","DOIUrl":"https://doi.org/10.60153/jocer.v1i1.8","url":null,"abstract":"Karakteristik Nasionalisme yang melambangkan kekuatan suatu Negara dan asprasi yang berkelanjutan, kemakmuran, pemeliharaan rasa hormat dan penghargaan untuk hukum. Namun akhir-akhir ini nasionalisme warga Indonesia semakin menurun. Hal ini seiring dengan permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia. Berbagai masalah yang dihadapi oleh Bangsa Indonesia mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, terorisme dan lain sebagainya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif berdasarkan studi kasus dan telaah pustaka yang bertujuan untuk mengalisis peran pendidikan kewarganegaraan dalam membangun sikap nasionalisme warga negara. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pendidikan kewarganegaraan erat kaitannya dengan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme. Hal tersebut bukanlah mitos, karena memang secara substantif pendidikan kewarganegaraan bertujuan untuk membentuk warga negara yang baik. Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air. Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk menciptakan warga Negara yang memiliki wawasan mengenai kenegaraan, menanamkan rasa cinta tanah air, dan merasa bangga sebagai warga Negara Indonesia. Untuk membangun nasionalisme generasi muda sebagai wujud pendidikan kewarganegaraan adalah ungkapan perasaan senasib sepenanggungan dalam lingkup bangsa dalam bentuk kepedulian dan kepekaan akan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, termasuk di dalamnya masalah yang berkaitan dengan rasa solidaritas sebangsa dan setanah air.","PeriodicalId":105942,"journal":{"name":"JOCER: Journal of Civic Education Research","volume":"60 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127140260","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Model Pendidikan Karakter Dengan Landasan Komponen Contextual Teaching And Learning","authors":"Ananda Prabu Laksana","doi":"10.60153/jocer.v1i1.10","DOIUrl":"https://doi.org/10.60153/jocer.v1i1.10","url":null,"abstract":"Pendidikan karakter sama tuanya dengan pendidikan itu sendiri. Begitu juga dengan Indonesia, pendidikan karakter telah lama menjadi bagian penting dalam upaya membentuk manusia yang baik, cerdas, pribadi yang kuat dan tangguh. Sayangnya pelaksanaan pendidikan karakter di Indonesia juga masih menyisakan permasalahan tersendiri, seperti praktek pendidikan karakter yang dilaksanakan justru tidak menekankan proses keterlibatan peserta didik untuk menemukan materi, pendidikan karakter tidak diarahkan untuk mendorong peserta didik dapat menemukan hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata dan pendidikan karakter yang dilselenggarakan selama ini belum mampu mendorong peserta didik untuk dapat mengaplikasikan dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian ini menunjukan, bahwa komponen-komponen contextual teaching and learning sebagai landasan pengembangan model pendidikan karakter, yaitu (a) konstruktivisme, (b) inkuiri, (c) bertanya (d) masyarakat belajar, (e) pemodelan, (f) refleksi, (g) penilaian sebenarnya.","PeriodicalId":105942,"journal":{"name":"JOCER: Journal of Civic Education Research","volume":"97 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"131410446","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Membangun Kesadaran, Politik Warga, Negara Melalui, Pendidikan Kewarganegaraan, Kata Kunci, Kesadaran Politik, Warga Negara
{"title":"Membangun Kesadaran Politik Warga Negara Melalui Pendidikan Kewarganegaraan","authors":"Membangun Kesadaran, Politik Warga, Negara Melalui, Pendidikan Kewarganegaraan, Kata Kunci, Kesadaran Politik, Warga Negara","doi":"10.60153/jocer.v1i1.9","DOIUrl":"https://doi.org/10.60153/jocer.v1i1.9","url":null,"abstract":"Negara tidak mungkin ada tanpa adanya warga negara. Warga negara memiliki kedudukan penting dalam mengarahkan negara melalui politik. Tidak heran bila pendidikan politik sangat menentukan tingkat kesadaran warga negara dalam berpartisipasi politik. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu studi kepustakaan/studi literatur dengan mereview berbagai jurnal dan buku yang berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan dan pendidikan politik sebagai sumber referensi. Hasil penelitian ini menunjukan, bahwa pendidikan politik memainkan peran kunci dalam membangun kesadaran warga negara tentang pentingnya partisipasi politik. Dalam sistem pendidikan, warga negara harus diberikan pengetahuan dan pemahaman tentang prinsip-prinsip demokrasi, hak dan kewajiban warga negara, serta proses politik yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam mempengaruhi atau memberikan pemahaman terhadap politik melalui sarana pendidikan di lingkungan sekolah. Pendidikan Kewarganegaraan dalam mengembangkan pemahaman siswa mengenai partisipasi politik sesungguhnya dapat dilihat dari capaian siswa terhadap kompetensi kewarganegaraan yaitu pengetahuan kewarganegaraan, sikap kewarganegaraan, dan keterampilan kewarganegaraan dalam partisipasi politik yang bermutu dan bertanggungjawab. Berbagai materi tersebut berguna dalam membuat supaya siswa menjadi warga negara yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan agar mereka mampu hidup sebagai warga negara yang memiliki kesadaran politik, serta memiliki kemampuan berpartisipasi dalam politik. \u0000 ","PeriodicalId":105942,"journal":{"name":"JOCER: Journal of Civic Education Research","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"126627671","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"UUD 1945 Sebagai Landasan Konstitusional Terhadap Perlindungan Hak Warga Negara Indonesia","authors":"Jerimas Pelokilla","doi":"10.60153/jocer.v1i1.11","DOIUrl":"https://doi.org/10.60153/jocer.v1i1.11","url":null,"abstract":"Negara dan konstitusi adalah dwitunggal. Jika diibaratkan bangunan, negara sebagai pilar-pilar atau tembok tidak bisa berdiri kokoh tanpa pondasi yang kuat, yaitu konstitusi Indonesia. Kedudukan konstitusi sangatlah penting bagi suatu negara, hal ini disebabkan konstitusi memiliki peran atau fungsi yang sangat penting yaitu untuk mengatur dan membatasi kekuasaan dalam suatu negara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu studi kepustakaan/studi literatur dengan mereview berbagai jurnal dan buku yang berkaitan dengan UUD 1945 dan hak warga negara sebagai sumber referensi. Hasil penelitian menunjukan, bahwa UUD 1945 sebagai konstitusi nasional merupakan sumber hukum tertinggi yang menjadi patokan dan pedoman bagi peraturan hukum lainnya. Sebagai negara hukum, Indonesia berkewajiban menjamin dan melindungi hak-hak warga negaranya. Dalam UUD 1945 secara tegas memuat hak-hak dasar warga negara yang selanjutnya disebut hak konstitusional. Karena dicantumkan dalam konstitusi atau undang-undang dasar maka ia menjadi bagian dari konstitusi atau undang-undang dasar sehingga seluruh cabang kekuasaan Negara wajib menghormatinya. Hak-hak yang diatur dalam konstitusi merupakan batas yang tidak bisa dilanggar oleh penyelenggara negara dalam menjalankan kekuasaan negara, baik sebagai hak warga negara atau hak asasi.","PeriodicalId":105942,"journal":{"name":"JOCER: Journal of Civic Education Research","volume":"27 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115593535","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}