Pramita Sari Anungputri, Puspita Yuliandari, Erdi Suroso
{"title":"Karakterisasi Sampah di Lingkungan Universitas Lampung","authors":"Pramita Sari Anungputri, Puspita Yuliandari, Erdi Suroso","doi":"10.23960/jtur.vol1no1.2019.22","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/jtur.vol1no1.2019.22","url":null,"abstract":"Persoalan sampah merupakan salah satu masalah penting yang timbul di kawasan Universitas Lampung seiring dengan meningkatnya jumlah civitas akademika di lingkungan kampus. Karakterisasi sampah sangat penting untuk dilakukan untuk mengetahui proses pengelolaan sampah yang tepat guna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik sampah di lingkungan Universitas Lampung. Sampah di lingkungan Universitas Lampung diklasifikasikan menjadi 4 kategori yaitu sampah kering, sampah basah, sampah abu dan sampah jalanan dengan parameter pengujian yaitu pengujian kadar air, densitas dan nilai kalori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah kering memiliki kadar air, densitas dan nilai kalori sebesar 4,68%; 55,81 kg/m3 dan 17,6 MJ/kg, sampah basah memiliki kadar air, densitas dan nilai kalori sebesar 87,37%; 902,80 kg/m3 dan 15,90 MJ/kg, sampah abu memiliki kadar air, densitas dan nilai kalori sebesar 4,71%; 81,20 kg/m3 dan 2,89 MJ/kg serta sampel yang terakhir yaitu sampah jalanan memiliki kadar air, densitas dan nilai kalori sebesar 11,11%; 352,25 kg/m3 dan 12,81 MJ/kg.","PeriodicalId":104415,"journal":{"name":"Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.)","volume":"36 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"125604046","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Faktor Penarik dan Pendorong Deforestasi Hutan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat","authors":"Abdul Mutolib, Yonariza, Ali Rahmat","doi":"10.23960/JTUR.VOL1NO1.2019.20","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/JTUR.VOL1NO1.2019.20","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penarik dan pendorong deforestasi hutan di wilayah Kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dharmasraya. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Juli 2017. Lokasi penelitian berada di KPHP Dharmasraya, Sumatera Barat. Secara administrasi KPHP Dharmasraya terletak di Kecamatan Pulau Punjung dan Koto Besar, Kabupaten Dhamasraya, Provinsi Sumatera Barat. KPHP Dharmasraya memiliki wilayah kerja dengan luas sekitar 33.550 ha. Kawasan KPHP Dharmasraya merupakan hutan sekunder yang wilayahnya berbatasan dengan kawasan pemukiman penduduk. Pengumpulan data mengkombinasikan beberapa teknik pengumpulan data seperti wawancara key informant, observasi lapangan/transek, homestay di dalam hutan dan analisis data sekunder. Jumlah informan kunci yang diwawancarai sebanyak 34 informan. Metode penelitian menggunakan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Faktor penarik deforestasi hutan di KPHP Dharmasraya meliputIsifat ekonomi dan institusi sumberdaya hutan, serta mudahnya akses dan topografi hutan yang landai. Faktor pendorong masyarakat melakukan penebangan hutan meliputi adalah kebutuhan ekonomi/lapangan kerja melalui pembukaan hutan untuk lahan perkebunan dan sumber pendapatan, pembukaan untuk menandai hak milik, serta Setelah hutan ditebang kemudian ditinggalkan, dan faktor lainnya adalah tingginya kebutuhan kayu dan nilai (harga) kayu sehingga masyarakat menebang kayu (illegal logging) di dalam hutan yang pada akhirnya menyebabkan deforestasi hutan.","PeriodicalId":104415,"journal":{"name":"Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.)","volume":"105 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"134133864","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
N. Aryani, Kus Hendarto, Didin Wiharso, Ainin Niswati
{"title":"Peningkatan Produksi Bawang Merah Dan Beberapa Sifat Kimia Tanah Ultisol Akibat Aplikasi Vermikompos Dan Pupuk Pelengkap","authors":"N. Aryani, Kus Hendarto, Didin Wiharso, Ainin Niswati","doi":"10.23960/JTUR.VOL1NO1.2019.18","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/JTUR.VOL1NO1.2019.18","url":null,"abstract":"Tanah Ultisol yang miskin hara menghendaki pupuk organik dan pupuk lengkap untuk memperbaiki pertumbuhan tanaman bawang merah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk vermikompos, pupuk pelengkap dan interaksinya terhadap pertumbuhan, produksi bawang merah dan pH tanah, C-organik dan N-total pada tanah Ultisol yang ditanami bawang merah (A. ascalonicum L.). Penelitian ini disusun dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor, faktor pertama dosis vermikompos dan faktor kedua dosis pupuk pelengkap, seluruh perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemberian vermikompos 80 g media tanam (4%) lebih baik dibandingkan dengan 40 g per media tanam (2%) mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah serta terjadi peningkatan pH tanah, C-organik dan N-total pada tanah Ultisol. (2) Pemberian pupuk pelengkap dengan konsentrasi 0,5 g L-1 mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah serta terjadi peningkatan pH tanah dan N-total pada tanah Ultisol. (3) Terdapat interaksi antara pemberian vermikompos dan pupuk pelengkap. Pada pemberian vermikompos 80 g per media tanam dan pupuk pelengkap dengan konsentrasi 0,5 g L-1 menghasilkan produksi tertinggi sebesar 112,97 g setara dengan 45 t ha-1. Jika konsentrasi pupuk pelengkap ditingkatkan, maka produksi menurun. Pada pemberian vermikompos 40 g per media tanam dengan konsentrasi pupuk pelengkap semakin tinggi sampai dengan 1,5 g L-1 semua variabel pengamatanakan meningkat.","PeriodicalId":104415,"journal":{"name":"Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.)","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-25","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127973914","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Puspita Yuliandari, Erdi Suroso, Pramita Sari Anungputri
{"title":"Studi Timbulan Dan Komposisi Sampah Di Kampus Universitas Lampung","authors":"Puspita Yuliandari, Erdi Suroso, Pramita Sari Anungputri","doi":"10.23960/JTUR.VOL1NO1.2019.15","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/JTUR.VOL1NO1.2019.15","url":null,"abstract":"Universitas Lampung dengan luas 63,5 hektar masih memiliki permasalahan dalam penanganan sampah. Peningkatan jumlah sampah terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah warga kampus Universitas Lampung. Angka laju timbulan dan komposisi sampah belum diketahui secara pasti. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji timbulan, komposisi dan merencanakan konsep pengelolaan sampah Kampus Universitas Lampung yang terdiri dari lima aspek yang saling mempengaruhi satu sama lainnya yaitu aspek teknik operasional, peraturan, kelembagaan, biaya dan peran serta warga kampus. Pengukuran timbulan sampah menggunakan metode load count analysis dengan sampel yang berasal dari lingkungan kampus Universitas Lampung. Komposisi sampah ditentukan dan dianalisis berdasarkan SNI 19-3964-1994. Hasil penelitian berupa laju timbulan sampah di lingkungan Universitas Lampung sebesar ±770 kg/hari. Komposisi sampah paling besar didominasi oleh sampah yang dapat dikomposkan, plastik, dan kertas. \u0000 ","PeriodicalId":104415,"journal":{"name":"Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.)","volume":"7 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"127453115","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Hegemoni dan Simbol Daerah","authors":"Dwiyana Habsary, Sudjarwo","doi":"10.23960/JTUR.VOL1NO1.2019.16","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/JTUR.VOL1NO1.2019.16","url":null,"abstract":"Provinsi Lampung merupakan daerah yang memiliki karakteristik yang unik. Salah satu keunikan daerah ini adalah adanya dua adat yang mendiami wilayah-wilayah tertentu provinsi ini. Kedua wilayah adat tersebut memiliki simbol masing-masing yang dijadikan ciri wilayah-wilayah tersebut. Simbol-simbol tersebut dianggap ‘penting’untuk dilestarikan. Asumsi tersebut menyebabkan adanya kebijakan-kebijakan yang dibuat dan diterapkan di daerah ini. Beberapa simbol tersebut adalah Siger, motif seni rupa dan lagu-lagu pop daerah. Penelitian ini memaparkan bagaimana upaya pemerintah daerah mengenalkan simbol-simbol tersebut. Lapisan masyarakat mana sajakah yang terkena ‘imbas’ dari kebijakan tersebut. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah sosio-antropologi. Adapun data yang dikumpulkan menggunakan beberapa metode seperti studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penilitian ini menunjukkan bahwa pemerintah menggunakan kekuasaannya untuk mengenalkan simbol sebagai identitas daerah. Kekuasaan tersebut diwujudkan dengan cara membuat sebuah PERDA (Peraturan Daerah), yang dibuat oleh Gubernur, serta beberapa himbauan yang dibuat oleh Walikota.","PeriodicalId":104415,"journal":{"name":"Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.)","volume":"3 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124661590","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Puspita Yuliandari, Erdi Suroso, Pramita Sari Anungputri
{"title":"Studi Timbulan Dan Komposisi Sampah Di Kampus Universitas Lampung","authors":"Puspita Yuliandari, Erdi Suroso, Pramita Sari Anungputri","doi":"10.23960/jtur.v1i1.15","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/jtur.v1i1.15","url":null,"abstract":"Universitas Lampung dengan luas 63,5 hektar masih memiliki permasalahan dalam penanganan sampah. Peningkatan jumlah sampah terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah warga kampus Universitas Lampung. Angka laju timbulan dan komposisi sampah belum diketahui secara pasti. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji timbulan, komposisi dan merencanakan konsep pengelolaan sampah Kampus Universitas Lampung yang terdiri dari lima aspek yang saling mempengaruhi satu sama lainnya yaitu aspek teknik operasional, peraturan, kelembagaan, biaya dan peran serta warga kampus. Pengukuran timbulan sampah menggunakan metode load count analysis dengan sampel yang berasal dari lingkungan kampus Universitas Lampung. Komposisi sampah ditentukan dan dianalisis berdasarkan SNI 19-3964-1994. Hasil penelitian berupa laju timbulan sampah di lingkungan Universitas Lampung sebesar ±770 kg/hari. Komposisi sampah paling besar didominasi oleh sampah yang dapat dikomposkan, plastik, dan kertas. \u0000 ","PeriodicalId":104415,"journal":{"name":"Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.)","volume":"10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-24","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123885401","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Tradisi “Hippun” Sebagai Model Permersatu Masyarakat Multikultural (Studi Pada Penduduk Ragam Etnis dan Budaya Di Wilayah Kabupaten Lampung Selatan)","authors":"Abdul Syani, Pairulsyah, Suwarno, Damar Wibisono","doi":"10.23960/JTUR.V1I1.10","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/JTUR.V1I1.10","url":null,"abstract":"Pluralitas budaya dalam masyarakat Lampung tidak bisa dihindarkan apalagi ditolak. Bagi sebagian masyarakat, pluralitas adat budaya dianggap mengancam eksistensi etnologis atas kelompoknya. Pihak lain lagi masih ada yang menolak Pluralisme budaya karena dianggap sebagai pemicu terjadinya konflik sosial dan tindakan anarkis dalam kehidupan masyarakat. Meskipin pihak-pihak menyadari bahwa masyarakat Lampung merupakan masyarakat yang plural, akan tetapi tidak semua dapat mewujudkan hubungan sosial yang terbuka saling menghargai, masih ada pihak yang sulit menerima keberadaan kelompok lain. Berhadapan dengan kenyataan itu, masyarakat adat Lampung memiliki piranti wawasan nusantara dan perangkat filosofi Sang Bumi Ruwa Jurai dan prinsip hidup “hippun” yang mentradisi dalam perilaku hidup sehari-hari, khususnya dalam setiap akan membuat perencanaan dan atau melakukan pekerjaan bersama untuk pepentingan bersama. \u0000 \u0000Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi ”hippun” sebagai model pemersatu masyarakat multikultural; upaya melestarikan tradisi ”hippun” sebagai model pemersatu masyarakat multikultural; dan untuk menganalisis pengembangan model pemersatu masyarakat multikultural di Lampung Selatan. \u0000 \u0000Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dimaksudkan sebagai proses pemahaman analitis berdasarkan paradigma empirik untuk menyelidiki berbagai peristiwa dan upaya pemeliharaan stabilitas masyarakat multikulturalm dengan model implementasi nilai-nilai kearifan lokal piil pesenggiiri, khususnya di Lampng Selatan. \u0000 \u0000Hasil penelitan menunjukkan bahwa tradisi “hippun” dapat dijadikan sebagai model/alat pemersatu masyarakat multikultural di Provisinsi Lampung khusunya dan Indonesia pada umumnya. Dalam tradisi “hippun mengandung 5 unsur prinsip hidu yaitu: 1) Uttung-sebagi; 2) Utang-sebayakh; 3) Semaya-setunggu; 4) Hippun-nufakat; dan 5) Ukhik-sepati. Dengan adanya unsur tersebut, hippun dapat mendorong terciptanya kerukunan, perdamaian dan penguatan ikatan persatuan warga masyarakat. Adapun ciri adanya persatuan masyarakat, antara lain adalah adanya kebersamaan, kesetiakawanan, kesenasiban, kerelaan berkorban dan adanya kesadaran dalam hidup bermasyarakat, sehingga timbul keinginan untuk selalu membantu sesama.","PeriodicalId":104415,"journal":{"name":"Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.)","volume":"55 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124041392","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Karakteristik Pulp Hasil Pemutihan Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit Hasil Pemasakan Yang Menggunakan Limbah Lindi Hitam Siklus Ketiga","authors":"Sri Hidayati, Ribut Sugiharto, Ahmad Sapta Zuidar","doi":"10.23960/jtur.vol1no1.2019.12","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/jtur.vol1no1.2019.12","url":null,"abstract":"Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah agroindustri yang mengandung selulosa sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pulp. Proses pembuatan pulp dari TKKS secara formacell menghasilkan pulp dengan warna yang masih gelap sehingga memerlukan proses bleaching atau pemutihan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh lama waktu pemutihan dengan menggunakan H2O2 dengan konsentrasi 35% dalam media asam asetat terhadap karakteristik pulp dari TKKS yang dimasak menggunakan proses formacell. Lama waktu pemutihan yang digunakan adalah 0,5, 1, 1,5, 2 dan 2,5 jam dengan menggunakan suhu pemasakan 80oC. Penelitian diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang terbaik terjadi pada lama pemutihan selama 2 jam yang menghasilkan rendemen sebesar 79,6%, selulosa 51,08%, bilangan permanganat 6,8 dan skor terhadap warna adalah 4,5 (putih).","PeriodicalId":104415,"journal":{"name":"Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.)","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"128569361","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Wan Abbas Zakaria, Teguh Endaryanto, Muhammad Ibnu, Lina Marlina
{"title":"Kesediaan Petani Melakukan Kemitraan Dimasa Datang: Analisis Heckprobit Pada Petani Ubi Kayu Di Provinsi Lampung","authors":"Wan Abbas Zakaria, Teguh Endaryanto, Muhammad Ibnu, Lina Marlina","doi":"10.23960/jtur.vol1no1.2019.7","DOIUrl":"https://doi.org/10.23960/jtur.vol1no1.2019.7","url":null,"abstract":"Agribisnis ubi kayu memiliki dampak yang signifikan terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia (terutama pada sektor pertanian). Namun, agribisnis ubi kayu masih memiliki berbagai tantangan yang perlu diatasi mulai dari subsistem penyediaan sarana produksi, budidaya atau produksi, panen dan pasca panen termasuk pengolahan hasil, kelembagaan, hingga subsistem pemasaran. Kemitraan/partnership antar pelaku dalam agribisnis diyakini sebagai salah satu pendekatan yang berpotensi mendukung pengembangan agribisnis ubi kayu secara berkelanjutan. Beberapa model kemitraan pernah dilakukan, namun saat ini tidak ditemukan lagi adanya kemitraan antar pelaku agribisnis ubi kayu (terutama antara petani dan pabrik) di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis sebab-sebab berakhirnya kemitraan yang pernah dilakukan, dan (2) menganalisis determinan yang menjadi penentu kesediaan petani untuk melakukan kemitraan dimasa datang. Penelitian dilakukan di sentra produksi ubikayu Provinsi Lampung yakni di Kabupaten Lampung Timur dan Lampung Tengah. Responden diambil secara simple random sampling sebanyak 63 orang petani ubi kayu yang pernah melakukan kemitraan dan 63 orang petani ubi kayu yang belum pernah melakukan kemitraan, Metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif yang kredibel (regresi heckprobit) dikombinasikan dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemitraan pada umumnya berakhir atas kehendak petani dengan alasan petani tidak ingin memiliki beban hutang, sudah banyak agen penjualan ubikayu, kemitraan tidak sesuai dengan isi perjanjian, dan administrasi kemitraan yang buruk. Kesediaan petani untuk melakukan kemitraan dipengaruhi secara langsung oleh variabel ‘hambatan melakukan penjualan ke non-pabrik’ dan ‘jenis komoditi yang ditanam’","PeriodicalId":104415,"journal":{"name":"Journal of Tropical Upland Resources (J. Trop. Upland Res.)","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2019-07-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"122596099","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}