{"title":"Gender Role Reversal in Dua Hati Biru Film: An Analysis of Gen Z Reception","authors":"Atha Aurynnia Krisna Putri, Augustin Mustika Chairil","doi":"10.59713/jipik.v4i2.1305","DOIUrl":"https://doi.org/10.59713/jipik.v4i2.1305","url":null,"abstract":"Film sebagai media komunikasi, digunakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat. Film Dua Hati Biru yang menimbulkan pro dan kontra dalam isu yang diangkat mengenai Gender Role Reversal, terlihat melalui review di Instagram, X, Tiktok, maupun YouTube. Penceritaan dalam film Dua Hati Biru yang menangkap konsep dari Gender Role Reversal digambarkan melalui peran Bima sebagai suami yang mengurus anak dan rumah tangganya, sedangkan Dara sebagai istri yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Penelitian ini memiliki tujuan yang berfokus membahas mengenai penerimaan masyarakat terkait konsep Gender Role Reversal melalui analisis resepsi dari Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif paradigma konstruktivisme yang digunakan untuk melihat pengalaman terhadap fakta dari subjek yang diteliti. Data diambil melalui wawancara secara mendalam, dengan subjek penelitian generasi Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, informasi tersebar dalam tiga posisi khalayak yaitu dominant-hegemonic position atau khalayak yang menyetujui konsep dari Gender Role Reversal, negotiated position atau khlayak menerima dengan syarat dan memahaminya sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing-masing, dan oppositional position atau khalayak menolak dan memiliki pandangan yang berbeda terhadap pesan yang disampaikan. Kesimpulan penelitian ini, menunjukkan bahwa terdapat informan posisi dominant-hegemonic position atau menyetujui konsep Gender Role Reversal, karena menganggap perempuan harus memiliki sikap independent, sedangkan informan negotiated position memiliki pandangan yang tidak menerima sepenuhnya paham Gender Role Reversal, dan opposition position yang memiliki pandangan menolak karena laki-laki harus bertanggung jawab terhadap keluarga. Pandangan informan dalam menentukan pilihannya, tentu dipengaruhi oleh pengalaman, perbedaan latar belakang, sosial, dan budaya yang dianut. Film as a communication medium is used to convey messages to the public. The film Dua Hati Biru which raises pros and cons in the issue raised regarding Gender Role Reversal, can be seen through reviews on Instagram, X, Tiktok, and YouTube. The storytelling in the film Dua Hati Biru which captures the concept of Gender Role Reversal is depicted through the role of Bima as a husband who takes care of his children and household, while Dara as a wife who works to meet her needs. This study has an objective that focuses on discussing public acceptance of the concept of Gender Role Reversal through Stuart Hall's reception analysis. This study uses a qualitative method of the constructivism paradigm which is used to see the experience of the facts of the subjects studied. Data was taken through in-depth interviews, with generation Z research subjects. The results of the study show that information is spread in three audience positions, namely the dominant-hegemonic position or the audience who agrees with the concept of Gender Role Reversal, negotiated position or the audience accepts with ","PeriodicalId":519029,"journal":{"name":"Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi","volume":"4 2","pages":"530-544"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2025-06-26","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"https://ejurnal.unisan.ac.id/index.php/jipik/article/download/1305/459","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"147911080","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"OA","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efektivitas Komunikasi Organisasi Dalam Meningkatkan Produktivitas Kerja Aparat Desa Tilote Kecamatan Tilango Kabupaten Gorontalo","authors":"A. Saputra","doi":"10.59713/jipik.v3i1.765","DOIUrl":"https://doi.org/10.59713/jipik.v3i1.765","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas komunikasi organisasi dalam meningkatkan produktivitas kerja aparat desa tilote kecamatan tilango kabupaten gorontalo. Studi ini berfokus pada pendekatan lima indikasi efektivitas komunikasi organisasi terdiri dari pemahaman, kesenangan, mempengaruhi sikap, memperbaiki hubungan, dan tindakan. Penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Untuk memeperoleh data penelitian menggunakan observasi dan wawancara dengan menggunakan analisis data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja aparat desa diantaranya masih lambatnya pelayanan yang di berikan kepada masyarakat, dan difokuskan kepada peranan efektivitas komunikasi terhadap produktivitas kerja aparat desa. Hal ini dapat dilihat dari masih terdapatnya sebagian aparat desa yang tetap masih kurang dalam produktivitas kerja.Setelah berkomunikasi perubahan sikap dan perilaku aparat desa di lembaga tersebut baru sebagian yang mengalami peningkatan, sebagian lagi masih seperti biasanya. Dengan demikian melalui upaya pembahasan yang akan dilakukan kiranya membawa perbaikan dan perubahan yang menyeluruh terhadap aparat desa, dan meningkatkan produktivitas kerja aparat desa dalam penyempurnaan pelayanan terhadap masyarakat melalui komunikasi yang baik, jelas dan terarah.\u0000This study aims at finding the effectiveness of organizational communication in increasing the work productivity of Tilote village apparatus, Tilango subdistrict, Gorontalo district. This study focused on the five-indicative approach to organizational communication effectiveness consisting of understanding, enjoyment, influencing attitudes, improving relationships, and action It employs a descriptive research method with a qualitative approach. To collect data, it applies observation and interviews and analyzes them through data reduction, data presentation, and conclusions. The results of this study indicate the factors that influence the work productivity of village apparatus including the slow service provided to the community. This can be seen from the fact that there are still some village officials who still lack work productivity. After communicating changes in the attitudes and behavior of village officials in these institutions, only some of them have experienced an improvement, while others are still as usual.s It explains the role of communication effectiveness on the work productivity of the village apparatus. Thus,the discussion efforts carried out bring about overall improvements and changes to the village apparatusand the work productivity of the village apparatus in improving services to the community through good, clear, and directed communication.","PeriodicalId":519029,"journal":{"name":"Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Komunikasi","volume":"6 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140530283","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}