CYCLOTRONPub Date : 2024-01-30DOI: 10.30651/cl.v7i01.20026
Indah Kurniawati
{"title":"Efek Redaman Tumbuhan pada Sistem Komunikasi Jaringan Sensor Nirkabel yang Bekerja pada Frekuensi Ultra Tinggi","authors":"Indah Kurniawati","doi":"10.30651/cl.v7i01.20026","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/cl.v7i01.20026","url":null,"abstract":"Salah satu cara untuk mitigasi pengaruh banjir lahar dingin di Gunung Semeru adalah dengan membangun suatu Jaringan Sensor Nirkabel (JSN) yang dapat mendeteksi parameter-parameter terjadinya banjir, mengolah data dan mengirimkan kepada server informasi untuk mewaspadai ancaman banjir. Jaringan sensor yang berada di atas gunung menggunakan gelombang radio yang bekerja pada pita UHF untuk transmisi sinyal mengalami redaman akibat pengaruh tumbuh-tumbuhan yang berada di hutan. Oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk memprediksi besar redaman yang diakibatkan oleh tumbuhan tersebut. Metode-metode yang digunakan pada artikel ini adalah Model Weissberger, ITU-R, dan FITU-R. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa Model Weissberger memprediksikan redaman yang paling rendah sehingga digunakan untuk menghitung link-budget untuk JSN yang bekerja pada frekuensi 443 MHz dan 915 MHz. Kemudian, dihitung zona medan jauh untuk memperkirakan jarak yang dapat digunakan untuk mengukur kekuatan sinyal yang diterima untuk JSN yang bekerja pada frekuensi 443 MHz dan 915 MHz. Dengan menggunakan rugi-rugi ruang hampa dan rugi-rugi akibat vegetasi yang dihasilkan oleh Model Weissberger, dihasilkan daya pancar minimum yang diperlukan untuk transmisi sinyal pada frekuensi 443 MHz adalah 0,1 Watt, sedangkan untuk frekuensi 915 MHz adalah 9,98 Watt. Zona Fraunhofer yang dipergunakan untuk memulai pengukuran kekuatan sinyal yang diterima untuk frekuensi 443 MHz adalah 14,8 m, sedangkan untuk frekuensi 915 MHz adalah 30,5 m\u0000Kata kunci: UHF, Model Weissberger, ITU-R, FITU-R, link-budget, medan jauh","PeriodicalId":519022,"journal":{"name":"CYCLOTRON","volume":"176 25","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140529868","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
CYCLOTRONPub Date : 2024-01-30DOI: 10.30651/cl.v7i01.21651
Indah Kurniawati
{"title":"Penggunaan Photovoltaic Sebagai Sumber Energi Terbarukan bagi BTS di Daerah Tanpa Aliran Listrik","authors":"Indah Kurniawati","doi":"10.30651/cl.v7i01.21651","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/cl.v7i01.21651","url":null,"abstract":"Permintaan layanan teknologi seluler memaksa perusahaan komunikasi membangun banyak perangkat Base Transceiver Station (BTS) untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pembangunan BTS harus mencakup segala area termasuk daerah terpencil yang tidak teraliri listrik. Salah satu contoh wilayah pulau terpencil yang belum teraliri listrik adalah Pulau Genting di Karimunjawa, dimana penerapan energi terbarukan yang ramah lingkungan dapat menjadi catu daya bagi BTS. Salah satu catu daya ramah lingkungan adalah menggunakan photovoltaic berbasis micro-grid system. Oleh karena itu, ketersediaann energi listrik sebesar 234 kWh dengan photovoltaic berbasis micro-grid system sebagai catu daya BTS yang ideal di Pulau Genting perlu direncanakan sekaligus menganalisis nilai ekonominya. Analisis data micro-grid system ini dilakukan dengan simulasi pada PVSyst. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa photovoltaic micro-grid system yang ideal untuk BTS adalah menggunakan modul PV monocrystal 410 Watt sebanyak 192 unit dengan Solar Charger Controller 15 unit, baterai lead-acid 312 unit, inverter baterai 9 unit, nilai NVP sebesar 65.511.705 , nilai PI sebesar 1,0064 dan nilai DPP sebesar 25 tahun\u0000Kata kunci— Base Transceiver Station; Nilai Ekonomi; Micro-Grid System; Photovoltaic; PVSyst","PeriodicalId":519022,"journal":{"name":"CYCLOTRON","volume":"491 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140529933","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
CYCLOTRONPub Date : 2024-01-30DOI: 10.30651/cl.v7i01.21175
M. Ulum, Haryanto Haryanto, Dian Neipa Purnamasari
{"title":"Smart Monitoring Sistem Panel Surya Berbasis Internet Of Things (IoT)","authors":"M. Ulum, Haryanto Haryanto, Dian Neipa Purnamasari","doi":"10.30651/cl.v7i01.21175","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/cl.v7i01.21175","url":null,"abstract":"Smart Monitoring Sistem Panel Surya Berbasis Internet of Things berfungsi untuk memantau rumah secara otomatis dari jarak jauh dengan real time memanfaatkan smartphone android dengan database firebase untuk mengirim dan menerima data. Perancangan monitoring energi listrik berbasis Internet ini dirancang untuk mendapatkan informasi-informasi yang berhubungan dengan pengukuran energi listrik antara lain arus, daya, dan tegangan secara real time yang dapat diakses dari jaringan Internet kapan saja. Proses kerja monitoring ini dimulai dari pembacaan beban oleh sensor ZPEM-004T kemudian data dikirim oleh ESP32 ke web. Smart Monitoring ini mampu dan bisa beroperasi secara otomatis berdasarkan input yang kali ini ditangani oleh web. Untuk mendapatkan nilai energi listrik seperti tegangan, arus, daya, dan faktor daya mengunakan sensor ZPEM-004T dan untuk monitoring jarak jauh dengan menggunakan web. Hasil dari sistem monitoring ini adalah pengukuran dari setiap sensor yang diproses secara langsung dan ditampilkan pada web dan mantau performa tersebut secara jarak jauh atau melalui Internet.\u0000Kata kunci: IoT, Smart Monitoring, real-time, PZEM-004T, ESP32","PeriodicalId":519022,"journal":{"name":"CYCLOTRON","volume":"206 ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140529410","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
CYCLOTRONPub Date : 2024-01-30DOI: 10.30651/cl.v7i01.21516
Wayan Sukadana, Muhammad Fadel, Wayan Suriana, Wayan Sugara Yasa
{"title":"Analisis Pembebanan dan Manajemen Transformator Distribusi Terhadap Kenaikan Beban Pasca Pandemi COVID-19","authors":"Wayan Sukadana, Muhammad Fadel, Wayan Suriana, Wayan Sugara Yasa","doi":"10.30651/cl.v7i01.21516","DOIUrl":"https://doi.org/10.30651/cl.v7i01.21516","url":null,"abstract":"Kenaikan beban pada sistem energi listrik PT PLN (Persero) ULP Kuta pasca pandemi COVID-19 sangat signifikan, dapat dilihat dari tren penjualan energi listrik dari tahun 2020 sampai dengan 2022 yangmana kenaikan penjualan pada tahun 2022 mencapai 40% dibandingkan dengan tahun 2020, dari kenaikan penjualan tersebut dapat disumpulkan pembebanan transformator distribusi juga mengalami kenaikan. Oleh karena itu untuk memitigasi risiko gangguan transformator yang disebabkan oleh beban lebih maka diperlukan analisa kenaikan pembebanan sebelum dan sesudah pandemi COVID-19 dan melakukan manajemen transformator. Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data yang ada di PT PLN (Persero) ULP Kuta serta melakukan pengukuran beban transformator yang mengalami pembebanan lebih dari 80%. Penelitian dilakukan pada gardu ditribusi KA1771, KA1152 dan KA0061, saat pandemi COVID-19 pembebanan transformator mengalami penurunan rata-rata sebesar 36,8 % dan mengalami kenaikan pasca pandemi rata-rata sebesar 48,1%. Saat pandemi pembebanan transformator pada gardu tersebut adalah masing-masing sebesar 61,08%, 56,11% dan 51,74% dan pasca pandemi COVID-19 transformator tersebut mengalami kenaikan beban, pembebanan masing-masing gardu adalah sebesar 96,6%, 91,9% dan 94,1% dan setelah dilakukan manajemen transformator persentase pembebanan di gardu distribusi KA1771, KA1152, KA0061 adalah sebesar 61,08%, 56,11% dan 51,74%.\u0000Kata kunci: Transformator, Manajemen Transformator, Pembebanan Transformator, Pandemi COVID-19","PeriodicalId":519022,"journal":{"name":"CYCLOTRON","volume":"47 23","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-01-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140529426","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}