{"title":"Implementasi Media Boneka Tangan Dan Media Audio Drama Dalam Melatih Kemampuan Bahasa Anak Di Paud-Kb-Tk Islam Sabrina Sidoarjo","authors":"Umi Masturoh, Juli Amaliya Nasucha","doi":"10.54180/joeces.2023.3.2.210-270","DOIUrl":"https://doi.org/10.54180/joeces.2023.3.2.210-270","url":null,"abstract":"Penerapan media boneka tangan dan media audio drama merupakan perkembangan yang menjadi orientasi dalam pengembangan bahasa anak yang harus dikembangkan sejak usia dini. Pada kegiatan tersebut dapat mengembangkan perkembangan Bahasa.. Penelitian ini merupakan penelitian menggunakan pendekatan deskriptif, dengan jenis penelitian kualitatif. Dalam mengumpulkan data yang diperlukan penulis melakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan interpretasi mendalam dimulai dengan pengumpulan data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis pada kegiatan pembelajaran di Ra Bakti 3 Sukosewu Sukorejo Ponorogo dapat peneliti simpulkan bahwa pengembangan bahasa anak pada PAUD – KB – TK Islam Sabrina adalah sebanyak 83,3% siswa yang berkembang sesuai harapan dan 16,6% siswa berkembang sangat baik dalam menjawab pertanyaan berdasarkan cerita yang telah diperdengarkan. Anak dapat menceritakan kembali cerita dalam kemampuan berbahasa dari 12 siswa terdapat 75 % siswa yang berkembang sesuai harapan dan 25 % siswa berkembang sangat baik. perkembangan kemampuan bahasa anak dalam menyimpulkan kembali isi cerita secara sederhana dari 12 siswa terdapat 83,3% siswa yang berkembang sesuai harapan dan 16,6% siswa berkembang sangat baik. Peneliti telah menerapkan dua media tersebut dengan semaksimal mungkin dalam proses pembelajaran sehingga hasil yang dicapai oleh anak sangat baik aspek-aspek perkembangan bahasa anak yang meliputi kosakata, sintaksis (tata bahasa), semantik (penggunaan kata), dan fonem (perangakan bunyi) telah berkembang dengan baik sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan yang harus dicapai oleh anak yang sesuai dengan usia anak.","PeriodicalId":517653,"journal":{"name":"JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES","volume":" 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-20","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388218","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penggunaan Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Membentuk Karakter Religius Anak Usia Dini Pada Kelompok B di TK Dharma Wanita Persatuan Waru Sidoarjo","authors":"N. Fitriyanti, Ummi Kulsum","doi":"10.54180/joeces.2024.4.1.1-32","DOIUrl":"https://doi.org/10.54180/joeces.2024.4.1.1-32","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh karakter religius anak yang masih belum terbentuk, serta pemikiran orang tua dan pendidik yang hanya memfokuskan pada kegiatan akademik, tanpa memperhatikan proses pembentukan kepribadian anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penggunaan, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak positif dan negatif komunikasi interpersonal dalam membentuk karakter religius anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan beberapa prosedur yaitu; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada guru dan wali murid kelompok B TK Dharma Wanita Persatuan Waru Sidoarjo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan komunikasi interpersonal merupakan rancangan kegiatan proses belajar mengajar yangmenghasilkan suatu pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dalam membentukkarakter religius anak. Faktor pendukung dari penggunaan komunikasi interpersonal guru yaitu dirancang dengan metode bercerita dan tanya jawab. Sedangkan faktor penghambat penggunaan komunikasi interpersonal guru adalah sebagian anak masih lambat dalam berpikir sehingga penyampaiannya tidak dapat dicerna dengan baik. Dampak positif dari penggunaan komunikasi interpersonal guru dalam membentuk karakter religius adalah anak dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga akan membentuk karakter religius anak lebih baik dari sebelumnya, sedangkan dampak negatif dari penggunaan komunikasi interpersonal guru dalam membentuk karakter religius tidak ada karena guru telah menyampaikan dengan baik kepada anak.","PeriodicalId":517653,"journal":{"name":"JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES","volume":"357 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140397711","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Melatih Kemampuan Motorik Kasar Melalui Permainan Tradisional Egrang Siswa TK Usia 5-6 Tahun Di Tk BPK Wilmar","authors":"Hurin Innihayatus Sa'adah","doi":"10.54180/joeces.2023.3.2.117-148","DOIUrl":"https://doi.org/10.54180/joeces.2023.3.2.117-148","url":null,"abstract":"Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penyerapan pembelajaran pada interaksi motoric siswa, pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan egrang tempurung kelapa dapat mempercepat pertumbuhan kemampuan motorik kasar pada siswa TK usia 5-6 tahun. Kurangnya keterampilan motorik kasar siswa TK ini disebabkan oleh beberapa factor seperti : pemilihan metode kegiatan mengajar yang kurang menarik minat siswa TK dan permasalahan yang dihadapi siswa TK terhadap keterampilan motorik kasar mereka seperti permasalahan kurangnya seimbang(keseimbangan) dalam menggunakan permainan egrang tempurung. Penelitian ini menggunakan desain pengambian tindakan pada aktivitas kelas yang dilakuukan dalam dua tahap. yang terdiri dari empat pertemuan setiap tahapnya,. Obyek penelitian ini adalah siswa TK usia TK 5- 6 tahun di TK BPK WILMAR Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya dengan jumlah siswa TK 30, 18 laki-laki dan 12 perempuan. Peningkatan kemampuan motorik dapat dilihat dari hasil penelitian dari masih asing hingga bisa dengan permainan 1 egrang tempurung kelapa sehingga perlu penyesuaian dan edukasi dan pengarahan terhadap permainan egrang tempurung kelapa, hal ini juga permainan sehingga perkembangannya dapat di lihat dari sebelumnya tidak bias menggunakan hingga terbiasa menggunakan peralatan egrang tempurung kelapasehingga dapat dikatakan pembelajaran yang dilakukan telah berhasil.","PeriodicalId":517653,"journal":{"name":"JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES","volume":"322 3","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140397766","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Strategi Pembelajaran Team Quiz Dalam Membangun Keaktifan Dan Ketuntasan Belajar Siswa Anak Usia Dini","authors":"M. Wahyudi, Fitri Aulia Hanum","doi":"10.54180/joeces.2023.3.2.49-92","DOIUrl":"https://doi.org/10.54180/joeces.2023.3.2.49-92","url":null,"abstract":"Strategi team quiz merupakan salah satu strategi pembelajaran yang komprehensif dianggap mampu mengatasi pembelajaran pada anak usiadini secara tuntas karena bertujuan untuk melatih kemampuan kognitif sekaligus sikap bertanggung jawab terhadap apa yang mereka pelajarimelalui cara yang menyenangkan, aktif dan kolaboratif dalam proses pembelajaran anak usia dini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikeaktifan siswa serta prestasi dalam pembelajaran menggunakan pendekatan strategi team quiz. Penelitian ini menggunakan library researchdengan teknik analisa interpretatif analisis. Hasil yang diperoleh ialah bahwa siswa PAUD harus memiliki pembiasaan yang kuat dalam proses pembelajaran dan evaluasi, sehingga bisa mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang memiliki kemampuan teoritis dan praktis, daya ingatdan mengerti pentingnya menerapkan ilmu pengetahuan, tentu dengan segala problem yang ada di masing-masing PAUD seperti kurangnya minat dan motivasi. Namun, hal tersebut bisa di atasi dengan memperkenalkan anak didik dengan strategi belajar yang variatif dan menyenangkan yakni Strategi team quiz. Dengan demikian, pembelajaran dengan strategi initidak hanya menekankan pada individual semata, tetapi juga cara mengajar secara klasikal dan kolaboratif, sehingga banyak stimulus yang diperoleh siswa, sehingga respond dan refleksi daya kreatif anak bisa lebih berkembang.","PeriodicalId":517653,"journal":{"name":"JOURNAL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION STUDIES","volume":"62 8","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140286002","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}