{"title":"Evaluation of Student Mental Workload in Multicampus Lectures of Cirebon Industrial Engineering Block System","authors":"Yudisiasita Muslim, Ari Widyanti","doi":"10.61221/jriem.v2i1.18","DOIUrl":"https://doi.org/10.61221/jriem.v2i1.18","url":null,"abstract":"The object of this research is the Industrial Engineering (IE) study program at Bandung Institute of Technology Cirebon Campus which runs block and non-block system lecture. The block system is a lecture by combining two to three class meeting of a course in one day while non-block system is a one time meeting in a week. Block system faced a lot of complained from students because the class were too hectic, the inability of students to receive a lot of quantitative material, and the monotony of the class. This study evaluates student’s mental workload by comparing the results of experimental measurements while attending block and non-block classes. Mental workload was measured with three measuring instruments, named NASA-TLX, Karolinska Sleepiness Scale (KSS), and Stroop test. Experimental results with 38 students concluded that there is actually no significant difference in mental workload between the two systems. Factors that could cause this results to happen include previous experience in block classes, non-optimal block system instructional learning time, mental fatigue in students, and decreased attention.","PeriodicalId":514632,"journal":{"name":"Journal of Research in Industrial Engineering and Management","volume":"75 13","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140984662","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Azarine Faustina Aurellia, Alvinia Shafira, Diza Nurrizki, I. I. Wiratmadja
{"title":"Formulasi Strategi Korporasi pada Industri Pengolahan Pangan","authors":"Azarine Faustina Aurellia, Alvinia Shafira, Diza Nurrizki, I. I. Wiratmadja","doi":"10.61221/jriem.v2i1.22","DOIUrl":"https://doi.org/10.61221/jriem.v2i1.22","url":null,"abstract":"UMKM X merupakan salah satu produsen tahu di kawasan Sentra Industri Tahu Cibuntu, Kel. Babakan, Kec. Babakan Ciparay, Kota Bandung 40222 yang telah berdiri sejak tahun 1999. Variasi produk yang dihasilkan diantaranya tahu sutra, tahu susu, tahu keju, dan tahu cabai. Adapun UMKM X merupakan pelopor produk tahu sutra dan tahu susu pertama di Indonesia. Saat ini, produk tahu dipasarkan ke puluhan pedagang sayur dan pedagang tahu keliling di wilayah Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan usulan strategi korporasi yang efektif yang dapat menunjang pengembangan UMKM X. Metode yang dilakukan dalam menentukan formulasi strategi korporasi adalah dengan environmental scanning, analisis TOWS, perhitungan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE), pemetaan analisis posisi bersaing, portofolio matriks TOWS, serta penyusunan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Berdasarkan hasil analisis, prioritas alternatif strategi yang dapat dilakukan oleh UMKM X adalah strategi product and technology development dan strategi market penetration. strategi product and technology development dapat dilakukan dengan pengembangan produk, investasi teknologi, dan memperluas lini produk, sedangkan, strategi market penetration dapat dilakukan dengan meningkatkan brand awareness, memperluas jaringan distribusi, melakukan digital marketing, meningkatkan saluran penjualan offline, dan meningkatkan layanan pelanggan.","PeriodicalId":514632,"journal":{"name":"Journal of Research in Industrial Engineering and Management","volume":"98 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140984386","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Diza Nurrizki, Alvinia Shafira, Azarine Faustina Aurellia, I. I. Wiratmadja
{"title":"Penilaian Teknologi Menggunakan Metode Teknometrik pada Industri Pengolahan Pangan","authors":"Diza Nurrizki, Alvinia Shafira, Azarine Faustina Aurellia, I. I. Wiratmadja","doi":"10.61221/jriem.v2i1.19","DOIUrl":"https://doi.org/10.61221/jriem.v2i1.19","url":null,"abstract":"Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin meningkat dan dianggap fleksibel dalam mengisi peluang yang ada. Selain itu, semakin ketatnya persaingan global menuntut UMKM untuk meningkatkan daya saing dalam mempertahankan eksistensinya. Di era perdagangan yang berkembang cepat, peran teknologi menjadi kunci kesuksesan. Teknologi merupakan salah satu keunggulan kompetitif utama bagi UMKM, dan peningkatan kemampuan teknologi menjadi fondasi bagi peningkatan kinerja bisnis. Namun, UMKM sering kali dihadapkan dengan tantangan yaitu keterbatasan pengetahuan mengenai pemilihan teknologi yang mendukung strategi korporasi yang telah diformulasikan. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis penilaian teknologi dan memformulasikan strategi teknologi yang efektif untuk menunjang pengembangan UMKM X. Metode yang digunakan adalah metode teknometrik untuk mengetahui daya saing bisnis dan memformulasikan strategi teknologi yang efektif. Metode ini dikembangkan oleh UNESCAP yang terdiri dari empat komponen teknologi, yaitu technoware, humanware, infoware dan orgaware. Hasil diperoleh nilai TCC sebesar 0.478. Nilai tingkat sophistikasi komponen technoware sebesar 0.297, humanware sebesar 0.533, inforware sebesar 0.315, dan orgaware sebesar 0.531. Saat dilakukan benchmarking, UMKM X berada di bawah teknologi pesaingnya dari keseluruhan komponen. Hasil formulasi strategi teknologi Sethi, UMKM X berada pada kuadran Draw.","PeriodicalId":514632,"journal":{"name":"Journal of Research in Industrial Engineering and Management","volume":"119 23","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140985579","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Unrelated Parallel Machine Considering Multi-task Simultaneous Supervision Dual Resources Constraints to Minimize Makespan","authors":"Akbar Rugova, Sukoyo, Muhammad Akbar","doi":"10.61221/jriem.v2i1.28","DOIUrl":"https://doi.org/10.61221/jriem.v2i1.28","url":null,"abstract":"To maximize their production, many companies invest their funds into a semi-automatic machine to help them reach their fullest potential. However, many forgot to also take into account the adjustments that have to be done to the preexisting schedule because of the idle time that operators have now that the new machine has arrived. Multi-task simultaneous supervision dual resource constraints (MTSSDRC) have been the go-to method to solve that problem. Nonetheless, there is still an absence in an MTSSDRC field that involves an Unrelated Parallel Machine Scheduling Problem (UPMSP). This research proposed a model of MTSSDRC that is in line with UPMSP where the machine is a complex system and variations of machining speed can happen from a certain machine to certain jobs. This research also brought MTSSDRC closer to its real-life counterpart as a shop floor that exists in many manufacturing industries.","PeriodicalId":514632,"journal":{"name":"Journal of Research in Industrial Engineering and Management","volume":"57 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140983663","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Alvinia Shafira, Azarine Faustina Aurellia, Diza Nurrizki, I. I. Wiratmadja
{"title":"Kebijakan Pengembangan dan Pembinaan Industri Kecil Modern pada Industri Pengolahan Pangan","authors":"Alvinia Shafira, Azarine Faustina Aurellia, Diza Nurrizki, I. I. Wiratmadja","doi":"10.61221/jriem.v2i1.21","DOIUrl":"https://doi.org/10.61221/jriem.v2i1.21","url":null,"abstract":"Dalam konteks perkembangan industri, perusahaan-perusahaan mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dianggap fleksibel dalam mengisi peluang bisnis dan dinilai lebih tahan terhadap krisis ekonomi. Namun, persaingan global yang semakin ketat menekankan pentingnya teknologi sebagai faktor penentu kesuksesan. UMKM perlu meningkatkan kemampuan teknologi untuk meningkatkan kinerja bisnis mereka, meskipun seringkali dihadapi oleh keterbatasan modal. Peran pemerintah dalam mendukung UMKM menjadi penting dengan mengembangkan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung pengembangan industri kecil, memperkuat daya saing, dan menciptakan produk untuk diekspor. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk merumuskan kebijakan pengembangan dan pembinaan efektif per aspek komponen teknologi, serta merumuskan kebijakan operasional untuk menunjang pengembangan UMKM X. Metodologi yang digunakan adalah melakukan studi literatur terkait dengan kebijakan pengembangan dan pembinaan pada industri kecil modern, meliputi pendekatan pengembangan industri kecil, solusi pemecahan, prinsip panduan kebijakan pembinaan industri kecil, triple helix model, kebijakan operasional, continuous strategic improvement, dan kriteria keberhasilan pengembangan industri kecil. Hasil dari artikel ini adalah adanya kebijakan pengembangan berdasarkan aspek Technoware, Humanware, Inforware, dan Orgaware (THIO) yang perlu dilakukan oleh UMKM X, serta kebijakan operasional dari pemerintah sebagai bentuk dukungan dan pembinaan kepada UMKM.","PeriodicalId":514632,"journal":{"name":"Journal of Research in Industrial Engineering and Management","volume":"98 18","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-05-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140984285","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}