{"title":"Kajian Struktural Terhadap Nilai Moral dan Nilai Budaya Novel “laskar Pelangi” Karya Andrea Hirata dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di SMP","authors":"Siti Mu’minah Yuniarti, Npm.","doi":"10.23969/wistara.v1i1.2296","DOIUrl":"https://doi.org/10.23969/wistara.v1i1.2296","url":null,"abstract":" Tingkat apresiasi sastra di lingkungan pendidikan sekolah masih kurang, sehingga penekanan tentang apresiasi sastra perlu diperhatikan. Dengan demikian ilmu sastra Indonesia perlu adanya pembelajaran yang komperhensif dan baik. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif terhadap novel Laskar Pelangi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan unsur intrinsik yang memuat nilai moral dan budaya pada novel serta pemanfaatannya untuk bahan ajar. Dalam karya sastra novel terdapat beberapa nilai yang bisa dianalisis beberapa di antaranya adalah kajian nilai moral dan nilai budaya dari sebuah novel. Cara menganalisis nilai moral dan nilai budaya pada novel ini yaitu melalui pendekatan strukturalisme. Moral merupakan sesuatu yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca, merupakan makna yang terkandung dalam sebuah karya, makna yang disarankan lewat cerita. nilai budaya merupakan konsepsi-konsepsi mengenai apa yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar dari warga suatu masyarakat mengenai apa yang mereka anggap bernilai, berharga, dan penting dalam hidup. Berdasarkan analisis data pembahasan menunjukan bahwa nilai moral pada novel Laskar Pelangi didasarkan pada nilai kejujuran, otentik/menjadi diri sendiri, bertanggung jawab, kemandirian, keberanian, kerendahan hati, realistik dan kritis. Analisis dan pembahasan nilai budaya berdasarkan pada hakikat hidup, hakikat karya,persepsi manusia tentang waktu, persepsi manusia terhadap alam, dan hubungan manusia dengan alam. Hasil kajian diimplementasikan dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD).","PeriodicalId":512486,"journal":{"name":"Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":"33 34","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141204731","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Implementasi Model Pembelajaran Example Non Example Sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemampuan Menyusun Teks Tanggapan Kritis pada Siswa SMP Negeri 5 Subang","authors":"Yuyun Suryani","doi":"10.23969/wistara.v1i1.2293","DOIUrl":"https://doi.org/10.23969/wistara.v1i1.2293","url":null,"abstract":"Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat penting karena kemampuan berpikir kritis berhubungan dengan materi pembelajaran menulis teks tanggapan kritis di kelas IX SMP. Namun, kenyataannya masih banyak siswa kelas IX SMPN 5 Subang yang belum mampu berpikir kritis dan menyusun teks tanggapan kritis dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dapat atau tidaknya model pembelajaran example non example meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan menyusun teks tanggapan kritis. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan yang diketahui berdasarkan nilai pretes dan nilai postes. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal tersebut diketahui berdasarkan data N-gain diperoleh nilai sig. = 0,000, artinya rataan skor N-gain kemampuan berpikir kritis siswa di kelas eksperimen lebih baik daripada N-gain kemampuan berpikir kritis siswa di kelas kontrol. Kemampuan menyusun teks tanggapan kritis siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan, hal tersebut dapat diketahui berdasarkan nilai pretes dan postes kemampuan menyusun teks tanggapan kritis. Peningkatan kemampuan menyusun teks tanggapan kritis siswa di kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil data Ngain diperoleh nilai Sig = 0,000 < a (a = 0,05), artinya rataan skor N-gain kemampuan menyusun teks tanggapan kritis siswa di kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol. Terdapat hubungan antara peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dengan kemampuan siswa menyusun teks tanggapan kritis. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil data korelasi dengan nilai korelasi 0,792 dan nilai signifikansi 0,000.","PeriodicalId":512486,"journal":{"name":"Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":"35 18","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141204554","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Memproduksi Teks Laporan Hasil Observasi dan Kreativitas Siswa SMP","authors":"Eka Helahatin Effendi","doi":"10.23969/wistara.v1i1.2294","DOIUrl":"https://doi.org/10.23969/wistara.v1i1.2294","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi kurangnya kemampuan peserta didik dalam memproduksi teks laporan hasil observasi dan kreativitas melalui penggunaan model problem based learning. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh kesimpulan: (1) Terdapat pengaruh penggunaan model problem based learning terhadap peningkatan kemampuan memproduksi teks laporan hasil observasi siswa meningkat sebesar 0,229, (2) Pengaruh penggunaan model problem based learning sebesar 2% dan pembelajaran konvensional sebesar 0,6%. Antusias peserta didik dalam mengikuti pembelajaran terlihat dari hasil observasi yang dilakukan, (3) Terdapat pengaruh penggunaan model problem based learning terhadap peningkatan kemampuan kreativitas siswa meningkat sebesar 0,028, (4) Pengaruh penggunaan model problem based learning sebesar 8,9% dan pembelajaran konvensional sebesar 0,3%. Respons dan antusias peserta didik telihat dalam melakukan pengamatan terhadap suatu objek serta dapat menguraikan permasalahan hingga menyelesaikan masalah, (5) Terdapat pengaruh penggunaan model problem based learning terhadap peningkatan kemampuan memproduksi teks laporan hasil observasi dan kreativitas siswa, dan (6) Penerapan model problem based learning menarik dan menyenangkan bagi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan data angket, observasi, dan wawancara yang dilakukan peserta didik memberikan respon positif, antusias, aktif, dan kreatif mengikuti pembelajaran.","PeriodicalId":512486,"journal":{"name":"Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":"34 10","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141204648","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kajian Unsur Intrinsik dan Nilai Budaya pada Legenda Sang Kuriang Kesiangan sebagai Alternatif Bahan Ajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SMP","authors":"Siti Rodiah","doi":"10.23969/wistara.v1i1.2299","DOIUrl":"https://doi.org/10.23969/wistara.v1i1.2299","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji unsur intrinsik dan nilai budaya pada Legenda Sang Kuriang Kesiangan. Hal ini dilakukan sebagai alternatif bahan ajar Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas VII. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa unsur intrinsik dan nilai budaya pada Legenda Sang Kuriang Kesiangan, serta wawancara dengan instruktur nasional, pengawas, dan guru Bahasa Indonesia. Data unsur intrinsik tersebut meliputi: tema, tokoh dan penokohan, latar/ setting, alur, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat. Data nilai budaya meliputi: bahasa, sistem pengetahuan, organisasi sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi, dan kesenian. Hasil kajian terhadap unsur intrinsik dan nilai budaya Legenda Sang Kuriang Kesiangan dilihat dari Kurikulum 2013, bahan ajar berupa bahasa, psikologi, dan latar budaya peserta, serta wawancara dengan nara sumber. Berdasarkan hal itu, maka diperoleh jawaban bahwa Legenda Sang Kuriang Kesiangan dikategorikan baik dan layak dijadikan alternatif bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP kelas VII.","PeriodicalId":512486,"journal":{"name":"Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":"36 11","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141204521","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengembangan Model Instrumen Penilaian Autentik Berorientasi pada Pengukuran Aktivitas dan Karakter Siswa dalam Pembelajaran Memproduksi Teks Deskripsi","authors":"Iis Maisah","doi":"10.23969/wistara.v1i1.2297","DOIUrl":"https://doi.org/10.23969/wistara.v1i1.2297","url":null,"abstract":" Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis, kurang baiknya aktivitas menulis, dan lemahnya karakter siswa selama proses pembelajaran memproduksi teks deskripsi. penyebab munculnya masalah ini karena penilaian autentik belum digunakan selama proses pembelajaran memproduksi teks deskripsi. Penelitian ini, menggunakan metode campuran yang direlevansikan dengan metode penelitian dan pengembangan (R&D). Subjek penelitiannya adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Katapang Kabupaten Bandung. Data penelitian dikumpulkan melalui tes dan nontes. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis data, disimpulkan bahwa model instrumen penilaian autentik terbukti efektif meningkatkan kemampuan memproduksi teks deskripsi, mengambangkan aktivitas belajar dan mengembangkan karakter siswa dalam pembelajaran memproduksi teks deskripsi. model yang dikembangkan dalam penelitian ini berupa model instrumen penilaian proses dan penilaian hasil kerja siswa, yang didalamnya terintegrasi kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap berdasarkan Kurikulum 2013.","PeriodicalId":512486,"journal":{"name":"Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":"34 13","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141204646","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Tinjauan Analisis Wacana Kritis pada Struktur Teks Anekdot Hasil Siswa Kelas X Berdasarkan Gender di SMKN 2 Kota Bandung Tahun Pembelajaran 2015 – 2016","authors":"Siti Romlah, Npm.","doi":"10.23969/wistara.v1i1.2300","DOIUrl":"https://doi.org/10.23969/wistara.v1i1.2300","url":null,"abstract":" The ability of students in making the text structure anecdotes from the point of Critical Discourse Analysis is used as the indicator is a textual dimension that includes cohesion, coherence, grammar and diction. Of the four elements are used as indicators votes captioning anecdotes on students by gender (male and female) can be seen to have capabilities that differences in instructional text anecdotes, the results obtained from the elements of cohesion in the text of anecdotes students generally use the pronouns I and you , because the contents of anecdote is also a dialogue, then it is reasonable person pronouns to one and two are used. Then the word coherence is mentioned and as well as that, the students are already familiar with the conjunctive, while conjunctive other less popular in the eyes of the students, it shows the weakness of students in a variety of making sentences. For terms of grammar seemed once differences in the ability of students men and women, women tend to be scrupulous in making sentences, sentences that made many are forming complex sentences, while boys tend to be careless in making sentences made more simplex. Diction of elements also seen male language more logical than women, as if women visible element of feeling that comes in, it looks at all the different characteristics of students by gender (male and female) in making the text anecdotes. Especially of proficiency.","PeriodicalId":512486,"journal":{"name":"Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":"34 49","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141204622","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pembelajaran Menulis Teks Ulasan Film Melalui Optimalisasi Media Film dengan Meggunakan Model Discovery Learning Kelas XI MIPA SMA Negeri 8 Bandung","authors":"Tati Damayanti","doi":"10.23969/wistara.v1i1.2301","DOIUrl":"https://doi.org/10.23969/wistara.v1i1.2301","url":null,"abstract":" The goal of the research is examining: (1) the difference in writing movie reviews between the students who get treatment through optimization of Film Media using the Learning Model of Discovery Learning and the students who use the expository learning model. (2) the difference in learning activities in writing movie text reviews between the students who get treatment through optimization of Film Media using the Learning Model of Discovery Learning and the students use the expository learning model. (3) the correlation between the ability to write movie reviews between the students who get treatment through the optimization of film media using a discovery learning model and the students who use the expository learning model. The research method is The Mix Method type of Embedded Design. The population in this research is the XI grade in State Senior High School 8 Bandung, and the samples is selected randomly (Random sampling), the class XI SCIENCES 6 is made as a controlling class, while the class XI SCIENCES 5 is used as an experiment class. The instruments used in this reseach, are test and non-test instruments. The test instrument is in the form of test writing skills movie reviews and the non-test instrument is in the form of questionnaire and interviews. Based on the results of data analysis and hypothesis testing, it is concluded that: the ability to write movie reviews on students who get treatment through optimization of film media using discovery learning model is better than the students who use the expository model. The activity of the students learning to write movie reviews who get treatment through optimization of film media using model of discovery learning is better than the students who use the expository model. There is no correlation between the ability to write movie reviews on students who get treatment through optimization of film media by using a model of discovery learning is better than the students who use the expository model.","PeriodicalId":512486,"journal":{"name":"Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":"34 47","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141204625","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Implementasi Model Pembelajaran Discovery Learning sebagai Upaya Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menginterpretasi Teks Ulasan Film pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMK BSC Bandung Kelas XI","authors":"Rika Melia Puri","doi":"10.23969/wistara.v1i1.2295","DOIUrl":"https://doi.org/10.23969/wistara.v1i1.2295","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi minimnya kemampuan siswa dalam menginterpretasi teks ulasan film. Masalah dalam penelitian ini, yaitu: 1) Bagaimanakah kemampuan menginterpretasi teks ulasan film pada siswa kelas XI di SMK BSC Bandung? 2) Apakah model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas XI di SMK BSC Bandung? 3) Adakah perbedaan kemampuan menginterpretasi teks ulasan film pada siswa kelas XI di SMK BSC Bandung pada kelas eksperimen dan kelas kontrol? 4) Adakah perbedaan kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas XI di SMK BSC Bandung? 5) Apakah kemampuan menginterpretasi teks ulasan film dan kemampuan berpikir kritis di kelas eksperiimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol? Setelah dilaksanakan penelitian, maka ditemukan bahwa kemampuan menginterpretasi teks ulasan film di kelas eksperimen lebih baik dari pada di kelas kontrol. Pada kelas kontrol memiliki persentase kenaikan nilai kemampuan menginterpretasi teks ulasan film sebesar 11.71% dan pada kelas eksperimen sebesar 22,41%. Kemampuan berpikir kritis di kelas eksperimen lebih baik daripada di kelas kontrol. Pada kelas kontrol memiliki persentase kenaikan nilai kemampuan berpikir kritis sebesar12,77% dan pada kelas eksperimen sebesar 34,36%. Model pembelajaran Discovery Learning dapat dijadikan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan menginterpretasi teks ulasan film pada siswa kelas XI.","PeriodicalId":512486,"journal":{"name":"Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":"34 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141204650","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Kajian Stilistika Terhadap Gaya Perbandingan Ungkapan Tokoh Berorientasi Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata Sebagai Bahan Ajar Apresiasi Sastra di SMA","authors":"Shinta Rini","doi":"10.23969/wistara.v1i1.2302","DOIUrl":"https://doi.org/10.23969/wistara.v1i1.2302","url":null,"abstract":"Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya gejala penurunan nilai-nilai karakter budaya bangsa di kalangan generasi muda, sehingga perlu antisipasi melalui pembelajaran yang berbasis nilai-nilai karakter melalui penyediaan bahan ajar yang berorientasi pada nilainilai karakter budaya bangsa. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan karakterisasi para tokoh; mendeskripsikan pemakaian gaya bahasa perbandingan dalam ungkapan para tokoh; mendeskripsikan bentuk nilai pendidikan karakter yang dapat diungkap dalam gaya bahasa perbandingan para tokoh yang terkandung dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan mendeskripsikan hasil kajian stilistika terhadap gaya bahasa perbandingan ungkapan tokoh berorientasi nilai pendidikan karakter dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dimanfaatkan sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian content analysis. Setelah dilakukan penelitian dan analisis pembahasan diperoleh simpulan sebagai berikut: (1) Penulis novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata mengungkapkan karakterisasi para tokoh dengan menggunakan dua metode, yaitu metode analitik dan metode dramatik, (2) Pemakaian gaya bahasa perbandingan dalam ungkapan para tokoh novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata cukup variatif, (3) Bentuk nilai pendidikan yang terdapat dalam gaya bahasa perbandingan para tokoh yang terkandung dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata terdapat nilai pendidikan karakter, dan (4) Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar bahasa Indonesia di SMA kelas XII.","PeriodicalId":512486,"journal":{"name":"Wistara: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":"33 50","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2020-05-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141204657","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}