Tri Wikaningrum, Lutfiyatul Mawaddah, M. Ridwan, M. Abid, Angelina Tri Utami, Ahmad Farohi Mubarok, Miftahur Rohmah
{"title":"Pendampingan pembelajaran kenakalan remaja pada anak 11-14 tahun di Desa Kedunguter Karangtengah Demak","authors":"Tri Wikaningrum, Lutfiyatul Mawaddah, M. Ridwan, M. Abid, Angelina Tri Utami, Ahmad Farohi Mubarok, Miftahur Rohmah","doi":"10.61251/cej.v2i2.59","DOIUrl":"https://doi.org/10.61251/cej.v2i2.59","url":null,"abstract":"Kekayaan masa depan bangsa terletak pada generasi mudanya. Saat masa remaja pencarian seseorang akan jati dirinya dan keinginan untuk menemukan jati dirinya. Setelah mencapai usia 17 tahun, seseorang dianggap belum dewasa. Pada usia ini, orang-orang melewati tahap yang disebut pubertas. Biasanya, di usia tersebut seseorang ingin mencoba sesuatu hal yang baru, berbagai penyakit emosional muncul, dan sejumlah masalah dalam keluarga dan lingkungan sosial meningkat. Kenakalan remaja dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti penggunaan narkoba, pergaulan bebas, perkelahian, dan seks bebas. Orang yang belum matang secara emosional biasanya adalah mereka yang melakukan kenakalan remaja. Mereka mengembangkan sikap yang tidak boleh dilakukan karena, secara mental, mereka merasa tidak berdaya berhadapan dengan hal-hal yang baru datang di dalam hidup mereka. Ini adalah masalah yang sering terjadi. Segala sesuatu yang dilakukan anak di bawah umur yang melanggar KUHP dianggap sebagai tindak pidana remaja. Mempertimbangkan berbagai aspek internal serta lingkungan yang berkontribusi terhadap kenakalan remaja itu penting. Untuk mengatasi hal tersebut, suasana sehat dan pengawasan orang tua dapat mempengaruhi tumbuh kembang remaja. Kurangnya penekanan terhadap peran orang tua sebagai role model bagi anak menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja, berdasarkan temuan beberapa penelitian. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, wawasan, dan pendampingan kepada anak-anak di usia 11-14 tahun tentang kenakalan remaja. Program dilaksanakan berupa sosialisasi dan pendampingan kepada anak-anak remaja di Desa Kedunguter Kabupaten Demak pada 2 Februari 2024. Remaja peserta program diharapkan dapat membaca pedoman dan akan memahami pengertian kenakalan remaja, dampaknya, dan upaya pencegahannya.\u0000The wealth of the nation's future lies in its young generation. During adolescence, a person searches for his/her identity and desires to find his/her identity. After reaching the age of 17, a person is considered immature. At this age, people go through a stage called puberty. Usually, at that age a person wants to try something new, various emotional illnesses appear, and a number of problems in the family and social environment increase. Juvenile delinquency can occur in various forms, such as drug use, promiscuity, fighting, and free sex. People who are emotionally immature are usually those who commit juvenile delinquency. They develop attitudes that should not be done because, mentally, they feel helpless in dealing with new things that come into their lives. This is a common problem. Anything done by minors that violates the Criminal Code is considered a juvenile crime. Considering various internal and environmental aspects that contribute to juvenile delinquency is important. To overcome this, a healthy atmosphere and parental supervision can affect the growth and development of adolescents. The lack of emphasis on the","PeriodicalId":511246,"journal":{"name":"Community Empowerment Journal","volume":"5 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-08-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141921472","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Peningkatan keterampilan mengajar guru SMK melalui pengembangan media pembelajaran online","authors":"Atik Rokhayani, A. H. Madjdi, Edris Zamroni","doi":"10.61251/cej.v2i2.56","DOIUrl":"https://doi.org/10.61251/cej.v2i2.56","url":null,"abstract":"Program pengabdian ini merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bermitra dengan Guru SMK Assa’idiyyah 2 Mejobo Kudus. Tim bersama dengan mitra menyepakati setidaknya terdapat empat bidang garapan yaitu 1) Pelatihan Pembelajaran berbasis Online learning media, 2) Pendampingan Pembelajaran berbasis Online learning media, dan 3) Strategi Fun Games. Pada aspek kompetensi tim fokuskan pada dua bidang, yaitu kompetensi pembelajaran dan strategi pembelajaran. Namun dari keseluruhan aspek permasalahan yang ada lebih fokus pada peningkatan SDM atau kompetensi para guru SMK Assa’idiyyah Mejobo Kudus. Untuk menyelesaikan permasalah tersebut, tim bersama mitra mengadakan pelatihan dan pendampingan Pembelajaran berbasis Online learning media dan Fun Games berbasis media ICT yang ditujukan kepada guru SMK Assa’idiyyah Mejobo Kudus. Adapun pelaksanaanya menggunakan metode pelatihan dan pendampingan dengan tahapan 1) sosialisasi, 2) pembekalan dan pendampingan, 3) implementasi model pembelajaran dan Fun Games Bagi Siswa Berbasis Media ICT, 4) pendataan hasil kegiatan, dan 5) monitoring dan evaluasi. Dalam pembekalan kompetensi mengajar, tim pelaksana menggunakan IPTEK berupa Pembelajaran berbasis Media ICT. Sedangkan Guru SMK Assa’idiyyah Mejobo Kudus dalam pelaksanaan program ini adalah sebagai mitra tim pelaksana yang membantu menyiapkan peserta, tempat dan sarana prasarana sekaligus menjadi peserta pelatihan dan pendampingan.\u0000This Community Service program is a Community Partnership Program (PKM) in partnership with Assa'idiyyah 2 Mejobo Kudus Vocational School teachers. The team together with partners agreed that there are at least four areas to work on, namely 1) Learning Training based on Online learning media, 2) Learning Assistance based on Online learning media, and 3) Fun Games Strategy. In the competency aspect, the team focuses on two areas, namely learning competency and learning strategy. However, from the overall aspect of the problem, the focus is more on improving human resources or the competence of teachers at Assa'idiyyah Mejobo Kudus Vocational School. To resolve this problem, the team and partners held training and mentoring based on online learning media and fun games based on ICT media aimed at Assa'idiyyah Mejobo Kudus Vocational School teachers. The implementation uses training and mentoring methods with stages 1) socialization, 2) provision and mentoring, 3) implementation of learning models and Fun Games for Students Based on ICT Media, 4) data collection on activity results, and 5) monitoring and evaluation. In providing teaching competencies, the implementing team uses science and technology in the form of ICT media-based learning. Meanwhile, the Assa'idiyyah Mejobo Kudus Vocational School teacher in implementing this program is a partner of the implementing team who helps prepare participants, places and infrastructure as well as being a training and mentoring participant.","PeriodicalId":511246,"journal":{"name":"Community Empowerment Journal","volume":"3 6","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-08-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"141920884","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Syalam Ali Wira Dinata, Tio Hadi Pranoto, Diah Pancawati, Indar Dwi Lestari, Sarah Azimah Lubis, Anugerah Christine Pasinggi Bintang Patandianan, Ismail Saputra Sapareng, Jamilah Konita Nur Astami, Mikail Yuma Anri Malino
{"title":"Edukasi Technopreneurship melalui kegiatan KKN di Kelurahan Gunung Samarinda Baru Balikpapan","authors":"Syalam Ali Wira Dinata, Tio Hadi Pranoto, Diah Pancawati, Indar Dwi Lestari, Sarah Azimah Lubis, Anugerah Christine Pasinggi Bintang Patandianan, Ismail Saputra Sapareng, Jamilah Konita Nur Astami, Mikail Yuma Anri Malino","doi":"10.61251/cej.v2i1.40","DOIUrl":"https://doi.org/10.61251/cej.v2i1.40","url":null,"abstract":"Dalam konteks perekonomian masyarakat Kota Balikpapan, UMKM memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan pembukaan lapangan kerja. Namun, di era digital yang terus berkembang, banyak UMKM yang belum memanfaatkan kehadiran teknologi atau media sosial dengan alasan keterbatasan pengetahuan, biaya pembuatan yang tinggi, atau kurangnya sumber daya dan waktu. Hal ini mengakibatkan penurunan pendapatan UMKM dan mengurangi daya saing di masyarakat. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kegiatan Technopreneurship dengan Edukasi tentang pengelolaan UMKM menggunakan teknologi menjadi tema yang diangkat. Melalui sosialisasi ini, diharapkan UMKM dapat lebih efektif dalam mengelola penjualan, meningkatkan jejaring secara offline dan online, dan memperluas jangkauan pasar. Diharapkan dalam pengelolaan UMKM dapat meningkatkan aksesibilitas data dan memudahkan UMKM dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang cepat. Kegiatan KKN ASKARA di Kelurahan Gunung Samarinda Baru bertujuan untuk memberikan edukasi melalui database UMKM dan memanfaatkan teknologi dalam pemasaran produk UMKM. Kegiatan Pengabdian ini di antaranya melalui studi survei, pengelompokan UMKM berdasarkan jenis usaha, pembuatan website, dan pembuatan database online yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Evaluasi dilakukan untuk melihat keberhasilan kegiatan dan pencapaian tujuan, dengan melibatkan partisipasi mitra dalam setiap tahap kegiatan. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan UMKM dapat meningkatkan daya jual beli, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, meningkatkan kualitas produk dan layanan, serta memberikan pengalaman pelanggan yang lebih baik. Dengan adanya program ini, UMKM di Kelurahan Gunung Samarinda Baru diharapkan dapat lebih dikenal dan dirasakan manfaatnya dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Kota Balikpapan.\u0000In the context of the Balikpapan City Community economy, MSMEs have an important role in economic development, poverty reduction, and job creation. However, in the evolving digital era, many MSMEs have not taken advantage of the presence of technology or social media for reasons of limited knowledge, high manufacturing costs, or lack of resources and time. This resulted in a decrease in MSME income and reduced competitiveness in the community. To overcome these challenges, Technopreneurship activities with education on MSME management using technology became the theme raised. Through this socialization, it is expected that MSMEs can be more effective in managing sales, increasing offline and online networking, and expanding market reach. It is expected that the management of MSMEs can improve data accessibility and make it easier for MSMEs to adapt to rapid environmental changes. KKN Askara activities in Gunung Samarinda Baru village aims to provide education through MSME databases and utilize technology in marketing MSME products. These service activities include survey studies, grouping MSMEs by type of busin","PeriodicalId":511246,"journal":{"name":"Community Empowerment Journal","volume":" 5","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140386358","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Sosialisasi sistem pelayanan publik di Kelurahan Lamaru Balikpapan Timur","authors":"Yustina Fitriani, Dian Nurlaily","doi":"10.61251/cej.v2i1.39","DOIUrl":"https://doi.org/10.61251/cej.v2i1.39","url":null,"abstract":"Perkembangan teknologi memberikan dampak pada berbagai aspek kegiatan masyarakat. Perkembangan teknologi cenderung dikaitkan dengan komputer dengan tujuan mempermudah dalam menghasilkan informasi. Sistem informasi merupakan seperangkat komponen yang memiliki keterkaitan antara pemrosesan, penyimpanan, dan penyebaran data. Terdapat berbagai teknologi informasi yang telah dikembangkan guna membantu dan memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitasnya. Salah satu dari teknologi informasi yang dikembangkan di instansi pemerintah Kota Balikpapan adalah Sistem Informasi Pelayanan Kelurahan (Yankel). Sitem Yankel merupakan sistem yang berisi berbagai layanan surat yang bisa diakses oleh masyarakat secara online. Namun ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui penggunakan sistem Yankel. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penggunaan sistem Yankel, maka dilakukan sosialisasi terkait penggunaan sistem Yankel. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di RT 28 Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur. Setelah dilakukan pelatihan ini harapkan masyarakat dapat terbantu dalam penggunakan sistem Yankel.\u0000Technological developments have an impact on various aspects of community activities. Technological developments tend to be associated with computers with the aim of making it easier to produce information. An information system is a set of components that are related to processing, storing and disseminating data. There are various information technologies that have been developed to help and make it easier for people to carry out their activities. One of the information technologies developed in Balikpapan City government agencies is the Village Service Information System (Yankel). The Yankel system is a system that contains various mail services that can be accessed by the public online. However, it turns out that there are still many people who do not know how to use the Yankel system. So, to increase public knowledge regarding the use of the Yankel system, outreach is carried out regarding the use of the Yankel system. This socialization activity was carried out at RT 28 Lamaru Village, East Balikpapan. After carrying out this training, it is hoped that the community will be helped in using the Yankel.","PeriodicalId":511246,"journal":{"name":"Community Empowerment Journal","volume":" 2","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140387099","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Dhika Amalia Kurniawan, Hayatul Maemunah, An-nafsi Ma’rifatul Huda, Muhammad Syaifullah, Akhmad Furqon Mubarok, Ahmad Azizi Basyir, Dwi Rohidayat, Dzuwan Abdu Khofidh, Muhammad Farid V, Beni Fauzul Ali, Andrea Ardiansyah
{"title":"Peningkatan branding usaha melalui pendaftaran NIB, sertifikasi halal produk dan PIRT serta pendampingan pemasaran pada UMKM Desa Sidorejo, Ponorogo","authors":"Dhika Amalia Kurniawan, Hayatul Maemunah, An-nafsi Ma’rifatul Huda, Muhammad Syaifullah, Akhmad Furqon Mubarok, Ahmad Azizi Basyir, Dwi Rohidayat, Dzuwan Abdu Khofidh, Muhammad Farid V, Beni Fauzul Ali, Andrea Ardiansyah","doi":"10.61251/cej.v2i1.41","DOIUrl":"https://doi.org/10.61251/cej.v2i1.41","url":null,"abstract":"UMKM di desa Sidorejo tergolong skala mikro dengan tingkat pendapatan yang rendah. Banyaknya persaingan produk, kwalitas dan teknik pemasaran, menjadikan UMKM ini semakin tertinggal dalam segi kualitas usaha, produk, legalitas, dan juga pemasarannya. Tentu hal ini menjadi perhatian penting bagi para pihak-pihak yang berpotensi membantu agar para pelaku UMKM ini tidak semakin tertinggal dengan pelaku bisnis lain yang sudah meningkat dan berkembang, sehingga dibutuhkan solusi-solusi dalam pemecahan masalah UMKM tersebut. Program pengabdian ini merupakan bentuk Kerjasama Unida Gontor dengan para UMKM di desa Sidorejo, kecamatan Sukorejo Ponorogo sebanyak 10 pihak UMKM yang bergerak dalam bidang makanan. Para UMKM ini tergolong tingkatan mikro dengan modal yang terbatas dan pemasaran yang masih dalam lingkup provinsi. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu para UMKM di desa Sidorejo untuk mendapatkan legalitas usaha berbentuk Nomor Induk Berusaha (NIB) dan juga Sertifikasi Halal Produk dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan keputusan dari Fatwa MUI , dokumen PIRT serta pemasaran online dan offline. Metode Pengabdian adalah berbentuk pendampingan langsung dalam pengurusan legalitas usaha dan selanjutnya adalah pendampingan dalam penerapan proses halal bagi produk UMKM hingga memperoleh sertifikat Halal BPJPH, kemudian tim PkM juga mendampingi UMKM dalam pembuatan google Map lokasi usahanya dan pembuatan banner untukdipasang didepan usahanya sehingga mempermudah dalam promosi secara offline. Hasil Kegiatan PKM, saat ini para UMKM telah memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) dan juga Sertifikasi Halal Produk, serta dokumen PIRT, para UMKM telah memeiliki google MAP sehingga memudahkan konsumen ketika mencari/menemukan lokasi usahanya, serta para UMKM telah memiliki banner yang dipasang di depan usahanya sehingga masyarakat mudah mengenal usaha yang dijalankannya, sehingga luaran-luaran ini diharapkan dapat meningkatkan branding usahanya serta dan peningkatan pendapatan dari hasil promosi online maupun offline nya, sehingga dapat bersaing dengan produk lain yang ada dipasaran, selain itu produk UMKM ini dapat didistribusikan lebih luas lagi dengan adanya label Halal BPJPH.\u0000MSMEs in Sidorejo village are categorized as micro-scale with low income levels. The high competition in product quality and marketing techniques has caused these MSMEs to lag behind in terms of business quality, product quality, legality, and marketing. This is certainly a matter of significant concern for potential stakeholders who can assist these MSME actors from falling further behind compared to other businesses that have progressed and developed. Therefore, solutions are needed to address these MSME issues. This service program represents a collaboration between Unida Gontor and MSMEs in Sidorejo village, Sukorejo sub-district, Ponorogo, involving 10 MSMEs engaged in the food sector. These MSMEs are classified as micro-level with limited capital and marke","PeriodicalId":511246,"journal":{"name":"Community Empowerment Journal","volume":" 4","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140386953","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Retno Setyawati, A. Z. Abidin, Dafi Misbahul Anam, Desty Ayu Ramadhani, Devira Nathasya Sari, Devyra Yunika Mutiara Sari, Dwi Abdul Lathif Muqtadir, Dwi Puji Candrarini, Farida Safarina, Javier Alfith Sodikin, Kumala Putri Yuliana, Muhammad Fairuz, Muhammad Naufal Athif, Nabiilatul Ummah, Nurlita Kusuma Delvi, Nur Tiffani I’mal Zaqi, Ririn Istiana Dewi, Safira Julia Putri
{"title":"Penguatan Birrul Walidain pada kelompok usia anak, remaja dan kelompok majelis ta’lim perempuan di Desa Pagersari","authors":"Retno Setyawati, A. Z. Abidin, Dafi Misbahul Anam, Desty Ayu Ramadhani, Devira Nathasya Sari, Devyra Yunika Mutiara Sari, Dwi Abdul Lathif Muqtadir, Dwi Puji Candrarini, Farida Safarina, Javier Alfith Sodikin, Kumala Putri Yuliana, Muhammad Fairuz, Muhammad Naufal Athif, Nabiilatul Ummah, Nurlita Kusuma Delvi, Nur Tiffani I’mal Zaqi, Ririn Istiana Dewi, Safira Julia Putri","doi":"10.61251/cej.v2i1.38","DOIUrl":"https://doi.org/10.61251/cej.v2i1.38","url":null,"abstract":"Kuliah Kerja Nyata (KKN) ber-BudAI merupakan kegiatan akademik yang diimplementasikan berdasarkan Tri Dharma perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) yang dilaksanakan secara terpadu berdasarkan nilai-nilai Islam. Program kerja dengan tema Birrul Walidain yang dilaksanakan kelompok 28 KKN Tematik ber-BudAI diantaranya melakukan pendampingan TPQ (Taman Pendidikan Qur’an), bimbingan belajar untuk anak-anak tingkat SD (Sekolah Dasar), pelatihan Islamic parenting, serta penyuluhan mengenai Fiqih Wanita yang dilaksanakan di Desa Pagersari. Kegiatan pendampingan TPQ dilaksanakan di TPQ Binaul Ummah dan TPQ Al-Mubarok, sedangkan kegiatan Islamic Parenting dilaksanakan di Dusun Paturen, dan kegiatan penyuluhan Fiqih Wanita dilaksanakan dan dihadiri ibu-ibu jamaah Masjid Al-Ikhlas Dusun Bungkaran, Desa Pagersari. Strategi yang digunakan yaitu penyampaian materi yang menarik, atraktif dan menyenangkan. Maksud dari dilaksanakannya program kerja tema Birrul Walidain ini yaitu agar umat Islam di Desa Pagersari, baik anak-anak atau ibu-ibu dapat menjadi umat Islam yang senantiasa bertakwa dan berakhlak mulia melalui kegiatan yang kami adakan.\u0000Real Work Lecture or Kuliah Kerja Nyata (KKN) in Indonesian with BudAI is an academic activity that is implemented based on the Tri Dharma of higher education (education, research and community service) which is carried out in an integrated manner based on Islamic values. The work program with the theme Birrul Walidain carried out by a group of 28 Thematic Community Service Programs with BudAI included providing TPQ (Qur'an Education Park) assistance, tutoring for elementary school level children, Islamic parenting training, as well as counseling on Women's Fiqh held in Pagersari Village. TPQ mentoring activities were carried out at TPQ Binaul Ummah and TPQ Al-Mubarok, while Islamic Parenting activities were carried out in Paturen Hamlet, and Women's Fiqh counseling activities were carried out and attended by women members of the Al-Ikhlas Mosque in Bungkaran Hamlet, Pagersari Village. The strategy used is the delivery of interesting, attractive and fun material. The purpose of implementing the Birrul Walidain theme work program is so that Muslims in Pagersari Village, both children and mothers, can become Muslims who are always pious and have noble character through the activities that we hold.","PeriodicalId":511246,"journal":{"name":"Community Empowerment Journal","volume":" 9","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140386349","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pemanfaatan sampah rumah dengan biopori sebagai solusi peningkatan sistem BUMDES dan pengembangan desa wisata di Desa Cacaban","authors":"Rita kartika Sari, Muhammad Badruttamam, Elfrida Noer Hidayah, Yogi Agustian Nugroho, Shofia Rahma Syafitri, Yunita Enjiani, Afifatuz Zakiyah, Sabiq Fauzy Abdurrozzaq, Vania Luthfi Karima, Lestari Wardani","doi":"10.61251/cej.v2i1.37","DOIUrl":"https://doi.org/10.61251/cej.v2i1.37","url":null,"abstract":"Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan fasilitas resapan air yang dimaksudkan untuk mitigasi banjir dengan meningkatkan penetrasi air ke dalam tanah dan sebagai tempat penyimpanan pengolahan sampah organik. Untuk latihan ini, instrumen biopori dibuat dari pipa PVC yang berdiameter empat inci dan panjang enam puluh sentimeter. Desa Cacaban memiliki masalah kualitas air dan pengelolaan sampah organik karena kurangnya sumber daya dan pendidikan. Edukasi pemanfaatan sampah dan penyuluhan pembuatan lubang resapan biopori merupakan salah satu tindakan yang dilakukan. Generasi muda masyarakat dapat belajar dari upaya ini dan hasil pengelolaan sampah menggunakan biopori dengan pengadaan material lubang resapan sebagai contoh untuk digunakan dan dikembangkan bersama pemerintah daerah.\u0000Biopore absorption holes (LRB) are water absorption facilities used to overcome flooding by accelerating water infiltration into the soil and as a container for processing organic waste. This training was carried out by producing a biopore tool in the form of a 4-inch diameter PVC pipe with a depth of 60 cm. The environmental problems faced by Cacaban Village are the low availability of clean water and knowledge of organic waste management. The activities carried out included socialization on waste utilization and training on making biopore absorption holes. The result of the activity is the procurement of biopori absorption hole material as an example to be utilized and developed by youth with the village government so that they become one of the “Bumdes” from the results of waste management with biopore.","PeriodicalId":511246,"journal":{"name":"Community Empowerment Journal","volume":" 41","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140388126","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Imam Kusmaryono, Saulla Roro Kinasih, Wahyu Desti Setianingrum, Mir’atul Hasanah, Muh. Jalil, Shafa Fauziah Hanum, Yudhaviska Adidara Alya Wardani, C. Setianingrum, Tegar Fauzan Fadil Tagalih, Muhammad Rifki Khofizh, Fanindy Ghanif Maula, N. Shafa, Fatchullah Huda, Muhammad Amar Wafii, Ahmad Aliyudin, Nanda Ibnu Mubaroq Roziq, Lissa Ervina, Anugrah Verdiana
{"title":"Pelatihan belajar membaca al-Quran dengan tajwid di Desa Banyuringin Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal","authors":"Imam Kusmaryono, Saulla Roro Kinasih, Wahyu Desti Setianingrum, Mir’atul Hasanah, Muh. Jalil, Shafa Fauziah Hanum, Yudhaviska Adidara Alya Wardani, C. Setianingrum, Tegar Fauzan Fadil Tagalih, Muhammad Rifki Khofizh, Fanindy Ghanif Maula, N. Shafa, Fatchullah Huda, Muhammad Amar Wafii, Ahmad Aliyudin, Nanda Ibnu Mubaroq Roziq, Lissa Ervina, Anugrah Verdiana","doi":"10.61251/cej.v2i1.36","DOIUrl":"https://doi.org/10.61251/cej.v2i1.36","url":null,"abstract":"Program ini bertujuan untuk menganalisis peran penting Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dalam mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran pada anak-anak usia sekolah dasar sejak usia dini. Metode pengajaran yang digunakan di TPQ mencakup pengajaran alfabet Arab, membaca, menulis, hafalan Al-Quran, serta prinsip-prinsip dasar Islam. Meskipun demikian, ditemukan beberapa permasalahan, termasuk rendahnya minat anak-anak dalam pembelajaran tajwid. Penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin menyebabkan hal ini, seperti kesulitan teknis dan kurangnya motivasi dalam mempelajari aturan-aturan tajwid. Dalam usaha mengatasi permasalahan tersebut, pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik diusulkan. Penggunaan permainan edukatif, cerita, atau aplikasi digital dapat memudahkan pemahaman tajwid secara praktis dan menyenangkan. Dalam konteks ini, dukungan dari orang tua dan pengajar juga penting untuk mendorong partisipasi anak-anak dalam pembelajaran tajwid. Dengan adanya upaya ini, diharapkan anak-anak akan lebih aktif dalam memahami dan mengaplikasikan prinsip-prinsip tajwid, sehingga pembacaan Al-Quran mereka dapat dilakukan dengan lebih baik dan akurat.\u0000This program aims to analyze the crucial role of Quranic Education Gardens (TPQ) in introducing and instilling the values of the Quran in elementary school-aged children from an early age. The teaching methods employed at TPQ encompass Arabic alphabet instruction, reading, writing, Quranic memorization, and fundamental Islamic principles. Nonetheless, certain issues have emerged, including the low interest of children in learning tajwid (Quranic recitation rules). This study identifies potential factors contributing to this situation, such as technical difficulties and a lack of motivation when it comes to mastering tajwid rules. In an effort to address these challenges, an interactive and engaging teaching approach is suggested. The utilization of educational games, stories, or digital applications can facilitate a practical and enjoyable comprehension of tajwid. In this context, the support of parents and educators is deemed crucial to encourage children's active participation in tajwid education. Through these efforts, it is expected that children will become more actively engaged in understanding and applying tajwid principles, ultimately enhancing the quality and accuracy of their Quranic recitation.","PeriodicalId":511246,"journal":{"name":"Community Empowerment Journal","volume":" 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140391111","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Rina Kartika Sari, Ahmad Asril Hadi, M. F. A. Pratama, Salma Umi Rafiah, Winda Setyaningsih, Niqmah Fatmasari Ollong, Arzalia Hapsari, Rifqi Solahuddin
{"title":"Membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya stunting terhadap kecerdasan anak melalui metode hadap masalah","authors":"Rina Kartika Sari, Ahmad Asril Hadi, M. F. A. Pratama, Salma Umi Rafiah, Winda Setyaningsih, Niqmah Fatmasari Ollong, Arzalia Hapsari, Rifqi Solahuddin","doi":"10.61251/cej.v2i1.35","DOIUrl":"https://doi.org/10.61251/cej.v2i1.35","url":null,"abstract":"Stunting merupakan keadaan dimana seorang balita mengalami permasalahan gizi yang ditandai dari bentuk tubuh yang tidak sesuai dengan usia yang semestinya. Selain menyebabkan keterlambatan pertumbuhan pada fisik, stunting juga menyerang pada perkembangan secara intelktual dari seorang anak/balita. Penyebab dari hal tersebut adalah balita mengalami kekurangan makanan bergizi dengan kandungan protein, kalori, dan vitamin D. Tingkat kesadaran akan bahaya stunting yang mengancam masa depan anak-anak Indonesia dari Masyarakat pun masih sangat rendah. Untuk menumbuhkan kesadaran msyarakat khususnya di desa dibutuhkan kepedulian dari setiap kalangan. Observasi dilakukan dengan Malukan pengamatan fisik terhadap keadaan lingkungan di masing-masing dusun yang menjadi tempat kegiatan Masyarakat secara regular. Metode Hadap Masalah ini diimplementasikan di setiap kegiatan penyuluhan kesehatan di posyandu masing-masing dusun. Selain itu, riset juga dilakukan di 2 Sekolah Dasar (SD) di Desa Pagergunung. Dalam agenda KKN ini, penyuluhan Kesehatan terbagi di 3 dusun pada hari yang berbeda. Kegiatan ini dilaksanakan di posyandu masing-masing dusun. Selain itu kegiatan juga dilaksanakan di sekolah yang ada di Desa Pagergunung. Terdapat 2 Sekolah Dasar di desa ini. Dusun pertama yang ada di Desa Pagergunung adalah Dusun Krajan, dusun kedua adalah Dusun Suko Karang dan yang terakhir adalah Dusun Suko Kranen. Selama 17 hari program berlangsung, telah ditemukan jika hubungan antara stunting pada balita dan tingkat kecerdasan anak sangat berkaitan erat. Kapasitas berpikir anak menjadi sangat terbatas disebabkan kekurangan gizi pada pertumbuhan fisik serta perkembangan otaknya. Setelah melalui beberapa Analisis telah didapatkan bahwa kesejahteraan dari setiap individu mempengaruhi kesadaran Masyarakat tentang bahaya dari stunting.\u0000Stunting is a condition where a toddler experiences nutritional problems which are characterized by a body shape that does not match the age it should be. Apart from causing a delay in physical growth, stunting also attacks the intellectual development of a child/toddler. The cause of this is that toddlers experience a shortage of nutritious food containing protein, calories, and vitamin D. The level of awareness of the dangers of stunting that threatens the future of Indonesian children from the community is still very low. To raise community awareness, especially in villages, it requires concern from every group. . Observations were made with Malukan physical observations of the state of the environment in each hamlet which is the place for regular community activities. This Problem Posing Method is implemented in every health education activity at the Posyandu in each hamlet. In addition, research was also carried out in 2 elementary schools (SD) in Pagergunung Village. In the KKN agenda, health counseling is divided into 3 hamlets on different days. This activity was carried out at the posyandu of each hamlet. In addition, activities were ","PeriodicalId":511246,"journal":{"name":"Community Empowerment Journal","volume":" 29","pages":""},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2024-03-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"140392475","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}