{"title":"POLA PERESEPAN OBAT ANTIDIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS TEGALREJO YOGYAKARTA PERIODE OKTOBER-NOVEMBER 2022","authors":"None Aisyah, None Qarriy Aina Urfiyya","doi":"10.33088/jp.v2i2.529","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i2.529","url":null,"abstract":"Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah karena gangguan sekresi insulin. Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk ke dalam 4 provinsi dengan prevalensi diabetes melitus tertinggi di Indonesia pada tahun 2018, yaitu sebesar 3,1%. Diabetes melitus juga termasuk ke dalam 5 besar penyakit di Puskesmas Tegalrejo pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antidiabetik pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan pengambilan data secara retrospektif pada resep pasien DM tipe 2 bulan Oktober-November 2022. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposif, sejumlah 85 resep. Analisis data secara kuantitatif pada karakteristik pasien, jenis dan golongan antidiabetik, serta kajian tepat dosis berdasarkan PERKENI 2021. Hasil penelitian menunjukkan DM tipe 2 lebih banyak terjadi pada perempuan (77,7%) dan usia > 65 tahun (47,1%). Pasien DM tipe 2 dengan penyakit penyerta (84,7%) lebih banyak dibandingkan DM tipe 2 tanpa penyakit penyerta (15,3%). Kesimpulan pada penelitian ini, antidiabetik yang digunakan adalah golongan biguanid yaitu metformin 500 mg sebesar 66,4% dan golongan sulfonilurea yaitu glimepirid 1 mg sebesar 33,6 %. Ketepatan dosis obat antidiabetik yaitu tepat dosis sebesar 100%.
","PeriodicalId":496985,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082774","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK FRAKSI N-HEKSAN BUAH KETUMBAR (Coriandrum sativum linn) TERHADAP LARVA UDANG (Artemia salina Leach)","authors":"None Mega Yulia, Yeza Aulia","doi":"10.33088/jp.v2i2.470","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i2.470","url":null,"abstract":"Ketumbar (Coriandrum sativum Linn) merupakan salah satu tanaman rempah-rempah yang biasa digunakan untuk pengobatan. Beberapa manfaat dari buah ketumbar yang digunakan oleh masyarakat secara tradisional yaitu radang lambung, campak, masuk angina, influenza, tekanan darah tinggi dan antikanker. Hasil skrinning fitokimia buah ketumbar menunjukkan adanya senyawa steroid, fenolik dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik fraksi n-heksan buah ketumbar terhadap larva udang (Artemia salina Leach) dengan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Penelitian ini menggunakan buah ketumbar sebanyak 500gram kemudian diekstraksi secara maserasi dengan metanol, didapatkan ekstrak kental seberat 10,130 gram. Selanjutnya dilakukan fraksinasi menggunakan n-heksan, didapatkan ekstrak kental seberat 1,097 gram. Penelitian ini menggunakan 3 konsentrasi yaitu 10.000 ppm, 1.000 ppm dan 100 ppm. Berdasarkan hasil uji aktivitas sitotoksik fraksi n-heksan buah ketumbar didapatkan LC50 sebesar 741,31 ppm dan disimpulkan bahwa fraksi n-heksan bersifat aktif sitotoksik.","PeriodicalId":496985,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"56 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082911","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Wulan Dwi Ramadhani, Heti Rais Khasanah, None Krisyanella, Ovie Panca Putri
{"title":"PEMANFAATAN EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELLA (Hibiscus Sabdariffa L) DALAM FORMULASI LIP BALM","authors":"Wulan Dwi Ramadhani, Heti Rais Khasanah, None Krisyanella, Ovie Panca Putri","doi":"10.33088/jp.v2i2.486","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i2.486","url":null,"abstract":"Lip balm merupakan sediaan kosmetik dengan komponen utama yaitu lilin, lemak dan minyak dari ekstrak alami dengan tujuan untuk mencegah terjadinya kekeringan pada bibir. Bunga rosella dapat memberikan efek melembabkan karena banyak mengandung zat yang berguna pada bibir, bunga rosella ini identik dengan rasa asam sehingga memberikan sensasi segar, rasa asam pada bunga rosella adanya kandungan vitamin c, asam sitrat, asam malat serta glikolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Karakteristik Sediaan Lip Balm Ektrak Etanol Bunga Rosella (hibiscus sabdariffa L) dengan beberapa variasi konsentrasi 1,5%, 2,5%, dan 3,5%. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Eksperimental. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan pada sediaan lip balm dari ekstrak etanol bunga rosella (hibiscus sabdariffa L) pada formula 0, I, II, dan III memenuhi syarat uji organoleptis, uji homogenitas, uji ph, uji titik lebur, stabilitas sediaan, uji daya sebar, uji daya oles, dan uji iritasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa karakteristik formula 0, I, II, dan III memenuhi standar lip balm pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji ph, uji titik lebur, stabilitas sediaan, uji daya sebar, uji daya oles, dan uji iritasi. Sedangkan pada uji hedonik (kesukaan) formula III adalah formula yang paling disukai dengan tingkat kesukaan terhadap warna, tekstur dan aroma paling tinggi.","PeriodicalId":496985,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"40 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082768","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Tri Ayu Rahmawati, Delta Baharyati, Dira Irnameria
{"title":"SKRINING UJI AKTIFITAS ANTIJAMUR DARI EKSTRAK DAN FRAKSI JAHE MERAH (Zingiber officinale var rubrum) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA KLT-BIOAUTOGRAFI","authors":"Tri Ayu Rahmawati, Delta Baharyati, Dira Irnameria","doi":"10.33088/jp.v2i2.506","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i2.506","url":null,"abstract":"Latar belakang : Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan keadaan berdebu serta dengan temperatur yang hangat dan lembab sehingga mendukung mikroba untuk terus berkembang biak. Jamur atau fungi yang dapat menyebabkan penyakit infeksi di Indonesia antara lain adalah Candida albicans. Salah satu bahan alam yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai agen antimikroba adalah rimpang jahe merah (Zingiber officinale var rubrum). Tujuan : mengetahui senyawa metabolit sekunder serta aktivitas antijamur yang terdapat pada ekstrak dan fraksi jahe merah terhadap pertumbuhan candida albicans secara KLT-Bioautografi. Metode: Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, pada ekstrak, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan jahe merah memiliki aktivitas antijamur pada masing-masing nilai Rf 0,5 untuk ekstrak, Rf 0,2 untuk fraksi etil asetat serta Rf 0,78 dan Rf 0,44 untuk fraksi n-heksan . Kesimpulan : Hasil bioautografi menampakkan zona hambat pada aktivitas antijamur terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans pada variasi sampel ekstrak etanol jahe merah pada nilai Rf 0,5, fraksi etil asetat pada Rf 0,2, dan fraksi n-heksan pada Rf 0,44 dan 0,78 sedangkan pada fraksi air tidak terdapat aktivitas senyawa antijamur.","PeriodicalId":496985,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"30 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082906","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Suci Rahmawati, Marliza Marliza, Rose Intan Perma Sari, Nori Wirahmi, Oktoviani Oktoviani, Sipriyadi Sipriyadi
{"title":"SKRINING FITOKIMIA INFUSA DAUN SUNGKAI (Peronema canescens Jack.) DENGAN METODE REAKSI WARNA","authors":"Suci Rahmawati, Marliza Marliza, Rose Intan Perma Sari, Nori Wirahmi, Oktoviani Oktoviani, Sipriyadi Sipriyadi","doi":"10.33088/jp.v2i2.482","DOIUrl":"https://doi.org/10.33088/jp.v2i2.482","url":null,"abstract":"Sungkai (Peronema canescens Jack) was used traditionally as a medicine to help relieve fever, malaria and flu. In general, people was used sungkai leaves in the form as infusion. This study was aimed to screening of secondary metabolite of Sungkai leaf infusion using the color reaction method. The sample in this study was sungkai leaf that obtained from Bengkulu city. The infusion was obtained by boiling 10 gram of sungkai leaf simplicia with 100 ml of distilled water for 15 minutes at 90 0C until a concentration of 10% (w/v) was obtained. Secondary metabolite screening was carried out using the color reaction method to identify alkaloids, flavonoids, saponins, tannins and steroids. Phytochemical screening using specific reagents with the test was repeated three times. The results were showed that sungkai leaves infusion was positive in alkaloid test as evidenced by the presence of white precipitate with Mayer reagent, brown precipitate with Wagner reagent, and orange precipitate with Dragendorff reagent. Positive results were also shown in flavonoid, saponin and tannin tests. While, negative result was seen in steroid test using Liebermann Burchard reagent. In this study it can be concluded that sungkai leaf infusion positively contains alkaloids, flavonoids, saponins and tannins.","PeriodicalId":496985,"journal":{"name":"Journal Pharmacopoeia","volume":"49 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135082773","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}