Da’waPub Date : 2023-09-21DOI: 10.36420/dawa.v3i1.356
None Atika Mufida, Abbadi Ishomuddin
{"title":"Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Modelling untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMAN 1 Pademawu","authors":"None Atika Mufida, Abbadi Ishomuddin","doi":"10.36420/dawa.v3i1.356","DOIUrl":"https://doi.org/10.36420/dawa.v3i1.356","url":null,"abstract":"Motivasi belajar yang rendah wajar dialami oleh siswa. Ada banyak faktor yang penghambat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Sehingga dibutuhkan treatment atau perlakuan untuk meningkatkan motivasi belajar yakni dengan menggunakan konseling kelompok dengan teknik modelling. Sehingga peneliti tertarik dengan judul peneltian ”efektivitas konseling kelompok dengan teknik modelling untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMAN 1 Pademawu”. Dalam penelitian ini, terdapat dua permasalahan yang diteliti oleh peneliti yakni: pertama, Adakah efektivitas konseling kelompok dengan teknik modelling untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMAN 1 Pademawu; kedua, seberapa besar efektivitas konseling kelompok dengan teknik modelling untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di SMAN 1 Pademawu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan pre experimental design (one-group pretest-posttest design). Peneliti meneliti siswa kelas X IPS 1. Dengan jumlah populasi 21 orang dan sampelnya 8 orang. Dalam menentukan subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konseling kelompok dengan teknik modelling sangat efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Ditunjukkan dengan uji Paired Sample T-Test diketahui bahwa nilai sig.(2-tailed) sebesar 0,000 kurang dari 0,05. Sehingga, ada perbedaan yang bermakna dari hasil rata-rata pre-test dan post-test. Hasil dari nilai T hitung juga sebesar 15,060 lebih besar dari T Tabel sebesar 2,477. Maka ada pengaruh dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Pada uji korelasi sebesar 0,620 hampir mendekati angka 1 artinya adanya korelasi yang sangat kuat antara konseling kelompok dengan teknik modelling untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.","PeriodicalId":474152,"journal":{"name":"Da’wa","volume":"77 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136129192","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Teknik Asertif sebagai Strategi dalam Meningkatkan Kemampuan Perencanaan Karier","authors":"Rochiyatin Rifai, None Nita Aprilia Utari, Moh Ziyadul Haq Annajih, None Sofian Zahrial, None Dwi Putri Handayani, None Windari","doi":"10.36420/dawa.v3i1.325","DOIUrl":"https://doi.org/10.36420/dawa.v3i1.325","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan asertif sebagai strategi dalam meningkatkan kemampuan perencanaan karier. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen one-group pretest-postest design. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) teknik asertif efektif untuk meningkatkan kemampuan perencanaan karier siswa dilihat dari nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,006 < 0,05, (2) terjadi peningkatan kemampuan perencanaan karier siswa yang dapat dilihat dari pengujian skor mean pre-test sebesar 93,60 dan mean post-test sebesar 109,80 yang berarti terjadi perubahan skor dari hasil pemberian treatment bimbingan kelompok dengan teknik latihan asertif.","PeriodicalId":474152,"journal":{"name":"Da’wa","volume":"35 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136128966","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Da’waPub Date : 2023-09-21DOI: 10.36420/dawa.v3i1.323
Ishlakhatus Saidah, Leni Yuliandri
{"title":"Efektivitas Bimbingan Kelompok Berbasis Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kesadaran Moral Siswa Sekolah Menengah Pertama","authors":"Ishlakhatus Saidah, Leni Yuliandri","doi":"10.36420/dawa.v3i1.323","DOIUrl":"https://doi.org/10.36420/dawa.v3i1.323","url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas bimbingan kelompok melalui media audio visual untuk meningkatkan kesadaran moral pada siswa. Penelitian ini menggunakan pendekan kuantitatif dengan rancangan One Grup Pretes dan Posttest, sampel penelitian ini sebanyak 8 siswa kelas VIII SMP Al-Islamiyah dan sampel diambil melaui purposive sampling. Hasil penelitian uji paired sampel t test berdasarkan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) yaitu 0,002 < 0,05, yang dapat dinyatakan bahwa Ha (hipotesis alternatif) diterima. Selain itu, terdapat perbedaan dari hasil nilai rata-rata pre-test (116,75) dan rata-rata post-test (129,25) yang mengalami peningkatan dengan rata-rata skor 12,5. Yang artinya bimbingan kelomok berbasis media audio visual di SMP Al-Islamiyah efektif meningkatkan kesadaran moral siswa.","PeriodicalId":474152,"journal":{"name":"Da’wa","volume":"64 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136129687","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Efektivitas Dakwah Akun Tiktok @MSALBANIQUOTES dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Islam bagi Masyarakat","authors":"None Rizki Dwi Lestari, None Nabila Aditya, None Meuthia Putri","doi":"10.36420/dawa.v3i1.295","DOIUrl":"https://doi.org/10.36420/dawa.v3i1.295","url":null,"abstract":"Media sosial merupakan medium terbesar saat ini. Media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Beberapa situs media yang populer saat ini antara lain: TikTok, Facebook, Instagram, Twitter, Path, Wikipedia, dan lain sebagainya. Media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi penggunanya baik itu pemenuhan fasilitas untuk beraktivitas maupun berkolaborasi. Oleh sebab itu, media sosial dapat dilihat sebagai fasilitator online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.","PeriodicalId":474152,"journal":{"name":"Da’wa","volume":"19 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136129193","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Da’waPub Date : 2023-09-21DOI: 10.36420/dawa.v3i1.278
Lia Widyawati, None Nurjannah
{"title":"Konsep Terapi Meditasi-Tafakkur untuk Mereduksi Kebiasaan Overthinking","authors":"Lia Widyawati, None Nurjannah","doi":"10.36420/dawa.v3i1.278","DOIUrl":"https://doi.org/10.36420/dawa.v3i1.278","url":null,"abstract":"Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran konsep meditasi-tafakkur dapa mereduksi kebiasaan overthinking. Kebiasaan overthinking dapat mempengaruhi berbagai aspek dari kehidupan individu, karena mengalokasikan banyak energy dan waktu untuk memeikirkan permasalahn secara berlebihan. Konsep tafakkur adalah hadir untuk mengarahkan individu kepada konsep islami untuk melihat realitas kehidupannya optimis, baik itu proses penyesuaian dirinya dengan lingkungan akan lebih baik lagi, karena tafakkur adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mempresentasikan dunia sebagai model dan memberikan perlakuan terhadapnya secara efektif sesuai dengan tujuan dan cara menghadapi suatu masalah dengan mengambil hikmah dibalik masalah yang terjadi, sehingga tidak menimbulkan konflik atau pertentangan dalam dirinya.","PeriodicalId":474152,"journal":{"name":"Da’wa","volume":"62 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-09-21","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"136128974","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Revitalisasi Peran Konselor: Arah Baru Konseling Berbasis Kipas Menuju Profesionalisasi Konselor","authors":"Rochiyatin Rifai, Nita Aprilia Utari, Moh Ziyadul Haq Annajih, Sofian Zahrial, None Dwi Putri Handayani, None Windari","doi":"10.36420/dawa.v3i1.208","DOIUrl":"https://doi.org/10.36420/dawa.v3i1.208","url":null,"abstract":"Bimbingan dan konseling di Indonesia telah resmi masuk sejak 1975. Namun, dalam praktiknya bimbingan konseling kerap mengalami kendala, sehingga eksistensinya cendrung bernada negatif. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu keterbatasan kualitas sumber daya manusia dalam bidang bimbingan dan konseling. Karenanya, dalam implementasinya layanan konseling di sekolah kurang efektif. Model konseling KIPAS hadir menjadi tawaran alternatif terhadap problematik tersebut. Konsepsi KIPAS menawarkan posisi diri sebagai syarat kualitas upaya meminimalisir nada negatif terhadap bimbingan dan konseling. KIPAS yang merupakan akronim (posisi diri) dari (1) kawan, (2) inovator, (3) pamong, (4) abdi, dan (5) supporter. Dalam implementasinya, langkah model KIPAS yaitu, (1) kabar gembira; (2) integrasi dan internalisasi; (3) perencanaan tindakan; (4) aktualisasi; dan (5) sertifikasi. Hal ini menunjukkan bahwa konsepsi konseling KIPAS memang dipersiapkan untuk menjadi tawaran mencerahkan bagi ketimpangan pelaksanan bimbingan konseling selama ini. Melalui konsepsi ini, diharapkan terciptanya suasana baru yang lebih menggembirakan dan mengubah stigma konseling ke arah yang lebih baik.","PeriodicalId":474152,"journal":{"name":"Da’wa","volume":"997 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2023-02-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"135538345","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}