{"title":"Hubungan Views of Suffering dan Occupational Stress pada Pemuka Agama","authors":"Hizkia Yolanda, Chrsitiany Suwartono","doi":"10.24854/ijpr621","DOIUrl":"https://doi.org/10.24854/ijpr621","url":null,"abstract":"Pekerjaan sebagai seorang pemuka agama dapat menimbulkan stres kerja (occupational stress) secara negatif (occupational distress) atau positif (occupational eustress). Jenis stres yang dialami oleh pemuka agama bergantung pada pemaknaan pemuka agama terhadap stressor yang dihadapi. Views of suffering (VOS) dapat menjadi salah satu aspek yang digunakan untuk memaknai stressor pekerjaan yang dihadapinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara VOS dengan occupational stress. Views of Suffering Scale (VOSS) dan Valencia Eustress-Distress Appraisal Scale (VEDAS) diadministrasikan kepada 108 pemuka agama dari enam agama resmi di Indonesia. Data dianalisa dengan menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara VOS overcoming dengan occupational distress. Bentuk VOS unorthodox dan limited knowledge memiliki hubungan positif signifikan dengan occupational eustress. Sedangkan bentuk VOS divine responsibility, random, encounter, retribution, suffering God, soul building, dan providence tidak memiliki hubungan signifikan dengan occupational distress maupun eustress. Hasil ini menandakan pandangan yang memposisikan individu berperan aktif dan memiliki kontrol dalam kesulitan cenderung mendorong stres kerja yang bermanfaat bagi pemuka agama","PeriodicalId":267895,"journal":{"name":"Indonesian Journal for The Psychology of Religion","volume":"16 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-06-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"123070035","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
Subhan El Hafiz, Karina Meriem Beru Brahmana, Yulmaida Amir
{"title":"Adaptasi Skala Hell-Anxiety menggunakan Pendekatan Iterative/ Collaborative","authors":"Subhan El Hafiz, Karina Meriem Beru Brahmana, Yulmaida Amir","doi":"10.24854/ijpr573","DOIUrl":"https://doi.org/10.24854/ijpr573","url":null,"abstract":"Indonesia merupakan negara dengan religiusitas tinggi, namun demikian beberapa temuan seolah menunjukkan penolakan pada fakta tersebut karena perilaku negatif perilaku yang tidak sesuai dengan nilai agama juga marak, seperti korupsi. Oleh karena itu, kajian ini mencoba melakukan adaptasi skala hell-anxiety yang diharapkan dapat menjelaskan munculnya perilaku yang tidak sesuai dengan nilai agama pada orang beragama. Proses adaptasi skala tersebut dilakukan dengan metode Iterative/ Collaborative (dewan pakar) dalam rangka mengatasi kelemahan dari metode translasi balik. Berdasarkan tiga kajian, didapatkan hasil bahwa skala hell-anxiety versi Indonesia sesuai dengan konstruk yang ditawarkan dengan sedikit modifikasi. Pendekatan Iterative/ Collaborative (dewan pakar) yang digunakan dalam kajian ini juga mengindikasikan adanya keunikan Bahasa dan budaya.","PeriodicalId":267895,"journal":{"name":"Indonesian Journal for The Psychology of Religion","volume":"8 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-05-11","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"124871149","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Perbandingan Teori 4 Dimensi Keagamaan (4BDRS) dan Teori Tahapan Iman Fowler untuk Riset Psikologi Agama di Indonesia","authors":"L. Lindawati, I. Martoyo","doi":"10.24854/ijpr585","DOIUrl":"https://doi.org/10.24854/ijpr585","url":null,"abstract":"Banyak usaha penelitian psikologi agama di Indonesia sudah dilakukan, namun sedikit studi yang berlandaskan suatu teori yang cukup teruji. Riset dalam bidang psikologi agama sering juga bertambah sulit dengan adanya sikap yang memusuhi bidang psikologi atau agama. Dalam review singkat ini, dua teori yang berkembang dalam penelitian internasional dan memperoleh cukup banyak perhatian dalam penelitian psikologi agama di Indonesia akan diperbandingkan. Teori 4 Dimensi Keagamaan (Saroglou) menyediakan pendekatan multidimensi terhadap keagamaan, yang melibatkan aspek: (1) Kognitif (Kepercayaan), (2) Afektif (Ikatan emosional), (3) Perilaku (Tindakan), dan (4) Komunitas (Kebersamaan). Di sisi lain, Teori Tahapan Iman dari James Fowler memberikan kerangka untuk mendiskusikan struktur jiwa yang menjadi wadah manifestasi iman pada tahapan perkembangan jiwa tertentu yang terlepas dari konten iman yang spesifik.","PeriodicalId":267895,"journal":{"name":"Indonesian Journal for The Psychology of Religion","volume":"2 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2022-03-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130293180","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Dampak Sikap terhadap Tuhan pada Kepuasan Hidup Mahasiswa Kristen di Jabodetabek pada Masa Pandemi","authors":"Yonathan Aditya","doi":"10.24854/ijpr575","DOIUrl":"https://doi.org/10.24854/ijpr575","url":null,"abstract":"Mempunyai persepsi positif terhadap Tuhan di masa sulit penting untuk menjaga kesehatan mental. Sayangnya cukup banyak yang menjadi kecewa terhadap Tuhan di masa pandemi. Penelitian ini bermaksud meneliti persepsi positif dan negatif terhadap Tuhan dari mahasiswa Kristen di Jabodetabek pada saat pandemi. Hasil regresi berganda data dari 369 responden (99 pria dan 270 wanita) menemukan bahwa persepsi negatif memprediksi penurunan kepuasan hidup sedangkan persepsi positif memprediksi kepuasan hidup yang lebih tinggi. Selain itu, persepsi positif dapat mengurangi dampak negatif dari persepsi negatif terhadap kepuasan hidup. Hasil dari penelitian ini menyiratkan selama persepsi positif tetap tinggi, efek negatif dari persepsi negatif dapat dikendalikan.","PeriodicalId":267895,"journal":{"name":"Indonesian Journal for The Psychology of Religion","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"115872372","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}
{"title":"Pengembangan Skala Human Capital Skills Komunitas Pemuda Gereja di Jakarta","authors":"Maria Selviana","doi":"10.24854/ijpr544","DOIUrl":"https://doi.org/10.24854/ijpr544","url":null,"abstract":"Setiap orang memiliki kemampuan tertentu untuk mencapai potensi maksimal dalam hidupnya. Kemampuan individu yang diteliti saat ini adalah human capital skills yang merupakan proses pembebasan manusia, dimana manusia memiliki kesempatan untuk mengaktualisasikan diri secara optimal yang dalam penelitian ini dibuat khusus sebagai alat ukur bagi pemuda gereja. Responden penelitian berjumlah 200 orang yang terdiri dari 46% laki-laki dan 54% perempuan. Berdasarkan hasil tes psikometri yang dilakukan melalui uji konsistensi internal dan validitas konstruk, skala human capital skills memiliki validitas dan reliabilitas yang baik. Skala ini dapat mengukur konstruk yang satu dan sama secara konsisten dan valid untuk mengukur konstruk human capital skills melalui tiga aspek, yaitu self management skills, self motivation skills, dan self technical skills. Dengan hasil tes psikometri yang cukup baik, maka skala human capital skills untuk pemuda gereja ini dapat digunakan untuk mengukur human capital skills","PeriodicalId":267895,"journal":{"name":"Indonesian Journal for The Psychology of Religion","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0,"publicationDate":"2021-12-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":null,"resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":"130658092","PeriodicalName":null,"FirstCategoryId":null,"ListUrlMain":null,"RegionNum":0,"RegionCategory":"","ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":"","EPubDate":null,"PubModel":null,"JCR":null,"JCRName":null,"Score":null,"Total":0}