Tiara Putri Sajuthi, Anisa Hasby Fauzia, Christophorus Algriawan Bayu Widjanarko
{"title":"在canine parvovirus感染病例中使用filgastrim治疗白血病的有效性","authors":"Tiara Putri Sajuthi, Anisa Hasby Fauzia, Christophorus Algriawan Bayu Widjanarko","doi":"10.29244/avl.4.3.51-52","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Canine parvovirus (CPV) adalah salah satu penyakit infeksius pada anjing dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Infeksi CPV umumnya menyerang organ sistem pencernaan sehingga mengakibatkan gejala klinis berupa muntah dan diare. Organ lain yang diserang oleh virus ini antara lain sumsum tulang, sistem limfatik, dan myocardium (terutama pada hewan muda). Salah satu gejala klinis yang kerap muncul adalah leukopenia akibat perusakan prekursor leukosit dan sel-sel limfoid oleh virus. Filgastrim (Leucogen®) adalah rekombinan Human Granulocyte – Colony Stimulating Factor (rH G-CSF) yang berfungsi menstimulasi proliferasi dan diferensiasi sel-sel granulosit. Tiga ekor anjing ras Cocker Spaniel (a) (2 tahun), Bernese Mountain (b) (6 bulan), dan mixed breed (c) (3 bulan) dibawa ke PDHB 24 Jam drh. Cucu K. Sajuthi, dkk. dengan kondisi klinis anorexia, lethargy, vomit, melena, dan dehidrasi. Uji rapid test kit CPV menunjukan interpretasi positif. Pemeriksaan darah lengkap menunjukan nilai WBC 2 x 103/µL (a); 3,5 x 103/µL (b); dan 3,6 x 103/µL (c), serta nilai absolut granulosit 1,1 x 103/µL (a); 2,1 x 103/µL (b); dan 2,6 x 103/µL (c). Ketiga pasien diberikan terapi filgastrim (10 µg/kg/hari) selama tiga hari berturut-turut bersama dengan terapi suportif lainnya. Darah lengkap kembali dilakukan pemeriksaan dan menunjukan nilai WBC 5,8 x 103/µL (a); 9,7 x 103/µL (b); dan 51,4 x 103/µL (c) serta nilai absolut granulosit 3,4 x 103/µL (a); 7,3 x 103/µL (b); dan 42,5 x 103/µL (c). Terapi menggunakan filgastrim pada ketiga pasien menunjukkan peningkatan kondisi yang nyata terhadap gejala leukopenia. Pasien juga menunjukan perbaikan kondisi klinis yang signifikan membaik.","PeriodicalId":8407,"journal":{"name":"ARSHI Veterinary Letters","volume":"19 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-05-10","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Efektifitas penggunaan filgastrim untuk terapi leukopenia pada kasus infeksi canine parvovirus\",\"authors\":\"Tiara Putri Sajuthi, Anisa Hasby Fauzia, Christophorus Algriawan Bayu Widjanarko\",\"doi\":\"10.29244/avl.4.3.51-52\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Canine parvovirus (CPV) adalah salah satu penyakit infeksius pada anjing dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Infeksi CPV umumnya menyerang organ sistem pencernaan sehingga mengakibatkan gejala klinis berupa muntah dan diare. Organ lain yang diserang oleh virus ini antara lain sumsum tulang, sistem limfatik, dan myocardium (terutama pada hewan muda). Salah satu gejala klinis yang kerap muncul adalah leukopenia akibat perusakan prekursor leukosit dan sel-sel limfoid oleh virus. Filgastrim (Leucogen®) adalah rekombinan Human Granulocyte – Colony Stimulating Factor (rH G-CSF) yang berfungsi menstimulasi proliferasi dan diferensiasi sel-sel granulosit. Tiga ekor anjing ras Cocker Spaniel (a) (2 tahun), Bernese Mountain (b) (6 bulan), dan mixed breed (c) (3 bulan) dibawa ke PDHB 24 Jam drh. Cucu K. Sajuthi, dkk. dengan kondisi klinis anorexia, lethargy, vomit, melena, dan dehidrasi. Uji rapid test kit CPV menunjukan interpretasi positif. Pemeriksaan darah lengkap menunjukan nilai WBC 2 x 103/µL (a); 3,5 x 103/µL (b); dan 3,6 x 103/µL (c), serta nilai absolut granulosit 1,1 x 103/µL (a); 2,1 x 103/µL (b); dan 2,6 x 103/µL (c). Ketiga pasien diberikan terapi filgastrim (10 µg/kg/hari) selama tiga hari berturut-turut bersama dengan terapi suportif lainnya. Darah lengkap kembali dilakukan pemeriksaan dan menunjukan nilai WBC 5,8 x 103/µL (a); 9,7 x 103/µL (b); dan 51,4 x 103/µL (c) serta nilai absolut granulosit 3,4 x 103/µL (a); 7,3 x 103/µL (b); dan 42,5 x 103/µL (c). Terapi menggunakan filgastrim pada ketiga pasien menunjukkan peningkatan kondisi yang nyata terhadap gejala leukopenia. Pasien juga menunjukan perbaikan kondisi klinis yang signifikan membaik.\",\"PeriodicalId\":8407,\"journal\":{\"name\":\"ARSHI Veterinary Letters\",\"volume\":\"19 1\",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2021-05-10\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"ARSHI Veterinary Letters\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.29244/avl.4.3.51-52\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"ARSHI Veterinary Letters","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.29244/avl.4.3.51-52","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Efektifitas penggunaan filgastrim untuk terapi leukopenia pada kasus infeksi canine parvovirus
Canine parvovirus (CPV) adalah salah satu penyakit infeksius pada anjing dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Infeksi CPV umumnya menyerang organ sistem pencernaan sehingga mengakibatkan gejala klinis berupa muntah dan diare. Organ lain yang diserang oleh virus ini antara lain sumsum tulang, sistem limfatik, dan myocardium (terutama pada hewan muda). Salah satu gejala klinis yang kerap muncul adalah leukopenia akibat perusakan prekursor leukosit dan sel-sel limfoid oleh virus. Filgastrim (Leucogen®) adalah rekombinan Human Granulocyte – Colony Stimulating Factor (rH G-CSF) yang berfungsi menstimulasi proliferasi dan diferensiasi sel-sel granulosit. Tiga ekor anjing ras Cocker Spaniel (a) (2 tahun), Bernese Mountain (b) (6 bulan), dan mixed breed (c) (3 bulan) dibawa ke PDHB 24 Jam drh. Cucu K. Sajuthi, dkk. dengan kondisi klinis anorexia, lethargy, vomit, melena, dan dehidrasi. Uji rapid test kit CPV menunjukan interpretasi positif. Pemeriksaan darah lengkap menunjukan nilai WBC 2 x 103/µL (a); 3,5 x 103/µL (b); dan 3,6 x 103/µL (c), serta nilai absolut granulosit 1,1 x 103/µL (a); 2,1 x 103/µL (b); dan 2,6 x 103/µL (c). Ketiga pasien diberikan terapi filgastrim (10 µg/kg/hari) selama tiga hari berturut-turut bersama dengan terapi suportif lainnya. Darah lengkap kembali dilakukan pemeriksaan dan menunjukan nilai WBC 5,8 x 103/µL (a); 9,7 x 103/µL (b); dan 51,4 x 103/µL (c) serta nilai absolut granulosit 3,4 x 103/µL (a); 7,3 x 103/µL (b); dan 42,5 x 103/µL (c). Terapi menggunakan filgastrim pada ketiga pasien menunjukkan peningkatan kondisi yang nyata terhadap gejala leukopenia. Pasien juga menunjukan perbaikan kondisi klinis yang signifikan membaik.