{"title":"在LEILA S. CHUDORI的回归小说《多元文化主义》中","authors":"Pingkan D Farida, Reiza D. Dienaputra","doi":"10.17509/bs_jpbsp.v21i1.36666","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Artikel ini membahas bentuk-bentuk multikulturalisme yang digambarkan para tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori, Dimas Suryo. Pulang pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 dan kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mencari makna di balik bentuk-bentuk multikulturalisme yang terdapat dalam novel Pulang dengan menafsirkan data dan menyajikannya dalam bentuk desktiptif. Dari hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa Bentuk-bentuk multikulturalisme yang terdapat dalam Pulang merupakan kebiasaan-kebiasaan dan perilaku-perilaku yang dapat dilihat dan dilakukan sehari-hari. Meskipun berada di Paris, Dimas, Nugraha, Risjaf, dan Tjai tetap tidak meninggalkan budaya-budaya Indonesia.","PeriodicalId":55674,"journal":{"name":"Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","volume":" ","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-07-13","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":"{\"title\":\"MULTIKULTURALISME DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI\",\"authors\":\"Pingkan D Farida, Reiza D. Dienaputra\",\"doi\":\"10.17509/bs_jpbsp.v21i1.36666\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Artikel ini membahas bentuk-bentuk multikulturalisme yang digambarkan para tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori, Dimas Suryo. Pulang pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 dan kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mencari makna di balik bentuk-bentuk multikulturalisme yang terdapat dalam novel Pulang dengan menafsirkan data dan menyajikannya dalam bentuk desktiptif. Dari hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa Bentuk-bentuk multikulturalisme yang terdapat dalam Pulang merupakan kebiasaan-kebiasaan dan perilaku-perilaku yang dapat dilihat dan dilakukan sehari-hari. Meskipun berada di Paris, Dimas, Nugraha, Risjaf, dan Tjai tetap tidak meninggalkan budaya-budaya Indonesia.\",\"PeriodicalId\":55674,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra\",\"volume\":\" \",\"pages\":\"\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2021-07-13\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"1\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v21i1.36666\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v21i1.36666","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
MULTIKULTURALISME DALAM NOVEL PULANG KARYA LEILA S. CHUDORI
Artikel ini membahas bentuk-bentuk multikulturalisme yang digambarkan para tokoh dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori, Dimas Suryo. Pulang pertama kali diterbitkan pada tahun 2012 dan kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Prancis. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mencari makna di balik bentuk-bentuk multikulturalisme yang terdapat dalam novel Pulang dengan menafsirkan data dan menyajikannya dalam bentuk desktiptif. Dari hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa Bentuk-bentuk multikulturalisme yang terdapat dalam Pulang merupakan kebiasaan-kebiasaan dan perilaku-perilaku yang dapat dilihat dan dilakukan sehari-hari. Meskipun berada di Paris, Dimas, Nugraha, Risjaf, dan Tjai tetap tidak meninggalkan budaya-budaya Indonesia.