{"title":"凉菜汤作为一种促进快速降水的食物创新","authors":"Dessy Hermawan, Diah Astika Winahyu, Devi Kurniasari, Erna Listyaningsih, Prima Dian Furqoni, Karlina Herawati, Meisya Royani, Aprilia Dwi Sukowati, Wulan Anggarini, Siti Selvia Vebriani, Auliya Warda Ningrum, Arfina Yulistiani","doi":"10.33024/mnj.v5i11.12453","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRACT Indonesia is one of the countries with the highest prevalence of stunting. Stunting can be caused by a lack of food intake with nutritional value. Cookies are a type of snack that is popular and has nutritional value. This research aims to determine the effect of adding Moringa leaves on the sensory properties and protein content of Moringa leaf cookies. So Moringa leaf cookies can be used as food to support the acceleration of stunting reduction. The method used in this research is a sensory test method for cookies made with the addition of Moringa leaves. Then the most preferred cookies were tested for nutritional content in the form of protein using qualitative and quantitative tests. Based on the results of sensory tests in the form of color, aroma, texture and taste, F2 Cookies with the addition of 15 grams of Moringa leaves obtained the most favorable results. The protein content test results show that cookies contain protein with an average level of 10.622%. Cookie products meet the SNI requirements for cookie protein content. So it is hoped that Moringa leaf cake can be used as a food to support the acceleration of stunting reduction. Keywords : Stunting, Cookies, Moringa Leaves, Sensoris, Protein ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevelensi angka stunting terbesar. Stunting bisa disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang bernilai gizi. Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang digemari dan bernilai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor terhadap sifat sensoris dan kadar protein pada cookies daun kelor. Sehingga cookies daun kelor dapat digunakan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode uji sensoris terhadap cookies yang dibuat dengan penambahan daun kelor. Kemudian cookies yang paling disukai dilakukan uji kandungan gizi berupa protein dengan uji kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji sensoris berupa warna, aroma, tekstur dan rasa, Cookies F2 dengan penambahan 15 gram daun kelor mendapatkan hasil yang paling disukai. Hasil uji kandungan protein menunjukkan cookies mengandung protein dengan kadar rata-rata 10,622%. Produk cookies memenuhi syarat SNI untuk kandungan protein cookies. Sehingga diharapkan cookies daun kelor dapat dijadikan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan stunting. Kata Kunci: Stunting, Cookies, Daun Kelor, Sensoris, Protein","PeriodicalId":487079,"journal":{"name":"Manuju","volume":"15 3","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Cookies Daun Kelor sebagai Inovasi Makanan Pendukung Percepatan Penurunan Stunting\",\"authors\":\"Dessy Hermawan, Diah Astika Winahyu, Devi Kurniasari, Erna Listyaningsih, Prima Dian Furqoni, Karlina Herawati, Meisya Royani, Aprilia Dwi Sukowati, Wulan Anggarini, Siti Selvia Vebriani, Auliya Warda Ningrum, Arfina Yulistiani\",\"doi\":\"10.33024/mnj.v5i11.12453\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"ABSTRACT Indonesia is one of the countries with the highest prevalence of stunting. Stunting can be caused by a lack of food intake with nutritional value. Cookies are a type of snack that is popular and has nutritional value. This research aims to determine the effect of adding Moringa leaves on the sensory properties and protein content of Moringa leaf cookies. So Moringa leaf cookies can be used as food to support the acceleration of stunting reduction. The method used in this research is a sensory test method for cookies made with the addition of Moringa leaves. Then the most preferred cookies were tested for nutritional content in the form of protein using qualitative and quantitative tests. Based on the results of sensory tests in the form of color, aroma, texture and taste, F2 Cookies with the addition of 15 grams of Moringa leaves obtained the most favorable results. The protein content test results show that cookies contain protein with an average level of 10.622%. Cookie products meet the SNI requirements for cookie protein content. So it is hoped that Moringa leaf cake can be used as a food to support the acceleration of stunting reduction. Keywords : Stunting, Cookies, Moringa Leaves, Sensoris, Protein ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevelensi angka stunting terbesar. Stunting bisa disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang bernilai gizi. Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang digemari dan bernilai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor terhadap sifat sensoris dan kadar protein pada cookies daun kelor. Sehingga cookies daun kelor dapat digunakan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode uji sensoris terhadap cookies yang dibuat dengan penambahan daun kelor. Kemudian cookies yang paling disukai dilakukan uji kandungan gizi berupa protein dengan uji kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji sensoris berupa warna, aroma, tekstur dan rasa, Cookies F2 dengan penambahan 15 gram daun kelor mendapatkan hasil yang paling disukai. Hasil uji kandungan protein menunjukkan cookies mengandung protein dengan kadar rata-rata 10,622%. Produk cookies memenuhi syarat SNI untuk kandungan protein cookies. Sehingga diharapkan cookies daun kelor dapat dijadikan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan stunting. Kata Kunci: Stunting, Cookies, Daun Kelor, Sensoris, Protein\",\"PeriodicalId\":487079,\"journal\":{\"name\":\"Manuju\",\"volume\":\"15 3\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-11-01\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Manuju\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.33024/mnj.v5i11.12453\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Manuju","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33024/mnj.v5i11.12453","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
印度尼西亚是发育迟缓发生率最高的国家之一。发育迟缓可能是由于缺乏营养价值的食物摄入造成的。饼干是一种很受欢迎且有营养价值的零食。本研究旨在确定添加辣木叶对辣木叶饼干感官特性和蛋白质含量的影响。因此,辣木叶饼干可以作为食物来支持加速减少发育迟缓。本研究使用的方法是对添加辣木叶的饼干进行感官测试。然后用定性和定量的方法测试了最受欢迎的饼干的蛋白质营养成分。从色、香、质、味等感官测试结果来看,添加15克辣木叶的F2曲奇效果最好。蛋白质含量测试结果表明,饼干的平均蛋白质含量为10.622%。饼干产品符合SNI对饼干蛋白质含量的要求。因此,希望辣木叶饼可以作为一种食物来支持加速减少发育迟缓。关键词:发育不良,曲奇饼,辣木叶,传感器,蛋白质发育迟缓的人可能是不健康的。饼干merupakan salah satu jenis makanan ringan yang digemari dan bernilai gizi。Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor terhadap sifat sensors dan kadar protein paada cookies daun kelor。sehinga cookies在kelor dapat digunakan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan发育不良。方法杨diunakan dalam penelitian ini yitu方法uji传感器terhadap cookies杨dibuan penambahan daukelor。Kemudian饼干,杨paling, disukai, dilakukan, uji, kandungan, gizi, berupa,蛋白质,dengan, uji,质量和定量。Berdasarkan hasil uji sensoris berupa warna, aroma, tekstur danrasa, Cookies F2 dengan penambahan 15克,dkelor mendapatkan hasil yang paling disukai。哈西尔乌吉坎顿干蛋白menunjukkan曲奇饼坎顿干蛋白dengan kadar rata-rata -rata 10622%。产品饼干纪念品,SNI untuk康顿干蛋白饼干。sehinga diharapkan cookies当kelor dapat dijadikan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan发育不良。Kata Kunci:发育迟缓,饼干,Daun Kelor,传感器,蛋白质
Cookies Daun Kelor sebagai Inovasi Makanan Pendukung Percepatan Penurunan Stunting
ABSTRACT Indonesia is one of the countries with the highest prevalence of stunting. Stunting can be caused by a lack of food intake with nutritional value. Cookies are a type of snack that is popular and has nutritional value. This research aims to determine the effect of adding Moringa leaves on the sensory properties and protein content of Moringa leaf cookies. So Moringa leaf cookies can be used as food to support the acceleration of stunting reduction. The method used in this research is a sensory test method for cookies made with the addition of Moringa leaves. Then the most preferred cookies were tested for nutritional content in the form of protein using qualitative and quantitative tests. Based on the results of sensory tests in the form of color, aroma, texture and taste, F2 Cookies with the addition of 15 grams of Moringa leaves obtained the most favorable results. The protein content test results show that cookies contain protein with an average level of 10.622%. Cookie products meet the SNI requirements for cookie protein content. So it is hoped that Moringa leaf cake can be used as a food to support the acceleration of stunting reduction. Keywords : Stunting, Cookies, Moringa Leaves, Sensoris, Protein ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevelensi angka stunting terbesar. Stunting bisa disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang bernilai gizi. Cookies merupakan salah satu jenis makanan ringan yang digemari dan bernilai gizi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh penambahan daun kelor terhadap sifat sensoris dan kadar protein pada cookies daun kelor. Sehingga cookies daun kelor dapat digunakan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode uji sensoris terhadap cookies yang dibuat dengan penambahan daun kelor. Kemudian cookies yang paling disukai dilakukan uji kandungan gizi berupa protein dengan uji kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji sensoris berupa warna, aroma, tekstur dan rasa, Cookies F2 dengan penambahan 15 gram daun kelor mendapatkan hasil yang paling disukai. Hasil uji kandungan protein menunjukkan cookies mengandung protein dengan kadar rata-rata 10,622%. Produk cookies memenuhi syarat SNI untuk kandungan protein cookies. Sehingga diharapkan cookies daun kelor dapat dijadikan sebagai makanan pendukung percepatan penurunan stunting. Kata Kunci: Stunting, Cookies, Daun Kelor, Sensoris, Protein