{"title":"个人Hygiene行为与产妇在Puskesmas saummam的洪水事件的关系","authors":"Vina Dwi Wahyunita, Kristiova Masnita Saragih","doi":"10.33024/mnj.v5i11.12047","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"ABSTRACT Leucorrhoea is a complaint that is often experienced by almost all women of reproductive age and is usually common. During pregnancy, vaginal secretions increase and many pregnant women experience vaginal discharge problems due to fungal infections and bacterial infections. Vaginal discharge that occurs during pregnancy is a health problem that needs attention, this is because vaginal discharge can have an impact on the mother and fetus. This study aims to determine the correlation between personal hygiene behavior and the incidence of flour albus in pregnant women. This research is a quantitative study with a cross sectional design. The population in this study was all pregnant women who underwent pregnancy checks at the Saumlaki Community Health Center, totaling 70 people and the sample used was total sampling. Data analysis techniques using univariate, bivariate and multivariate analysis. Bivariate data analysis using chi square test and multivariate analysis with logistic regression prediction model. The results showed that higher education had a lower effect of 7.7 times the occurrence of leucorrhoea and mothers who had good knowledge had a 6.2 times lower risk of vaginal discharge than those who had less knowledge, and mothers who had good personal hygiene the incidence of vaginal discharge was 15 times lower (reduced) than those who have less personal, with the most dominant variable, namely personal hygiene. There is a correlation between personal hygiene behavior and the incidence of fluor albus in pregnant women at the Saumlaki Health Center, Tanimbar Islands District. Keywords: Personal Hygiene, Fluor Albus (Leucorrhoea), Pregnancy ABSTRAK Keputihan adalah keluhan yang sering dialami oleh hampir seluruh wanita pada usia reproduksi dan biasanya umum terjadi. Selama masa kehamilan sekresi vagina terjadi peningkatan dan banyak ibu hamil mengalami masalah keputihan karena infeksi jamur dan infeksi bakteri. Keputihan yang terjadi selama kehamilan merupakan suatu masalah kesehatan yang perlu menjadi perhatian, hal tersebut karena keputihan dapat berdampak pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi perilaku personal hygiene dengan kejadian flour albus pada ibu hamil. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Saumlaki yang berjumlah 70 orang dan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat dengan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang tinggi berpengaruh lebih rendah 7,7 kali terjadinya keputihan dan ibu yang mempunyai pengetahuan yang baik beresiko 6,2 kali lebih rendah terjadinya keputihan dibandingkan yang mempunyai pengetahuan kurang, dan ibu yang mempunyai personal hygiene yang baik angka kejadian keputihan 15 kali lebih rendah (berkurang) dibandingkan yang mempunyai personal yang kurang, dengan variabel yang paling dominan yaitu personal hygiene. Terdapat korelasi perilaku personal hygiene dengan kejadian fluor albus pada ibu hamil di Puskesmas Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kata Kunci: Personal Hygiene, Fluor Albus (Keputihan), Kehamilan","PeriodicalId":487079,"journal":{"name":"Manuju","volume":"26 3-4","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-11-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Korelasi Perilaku Personal Hygiene dengan Kejadian Flour Albus Pada Ibu Hamil di Puskesmas Saumlaki\",\"authors\":\"Vina Dwi Wahyunita, Kristiova Masnita Saragih\",\"doi\":\"10.33024/mnj.v5i11.12047\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"ABSTRACT Leucorrhoea is a complaint that is often experienced by almost all women of reproductive age and is usually common. During pregnancy, vaginal secretions increase and many pregnant women experience vaginal discharge problems due to fungal infections and bacterial infections. Vaginal discharge that occurs during pregnancy is a health problem that needs attention, this is because vaginal discharge can have an impact on the mother and fetus. This study aims to determine the correlation between personal hygiene behavior and the incidence of flour albus in pregnant women. This research is a quantitative study with a cross sectional design. The population in this study was all pregnant women who underwent pregnancy checks at the Saumlaki Community Health Center, totaling 70 people and the sample used was total sampling. Data analysis techniques using univariate, bivariate and multivariate analysis. Bivariate data analysis using chi square test and multivariate analysis with logistic regression prediction model. The results showed that higher education had a lower effect of 7.7 times the occurrence of leucorrhoea and mothers who had good knowledge had a 6.2 times lower risk of vaginal discharge than those who had less knowledge, and mothers who had good personal hygiene the incidence of vaginal discharge was 15 times lower (reduced) than those who have less personal, with the most dominant variable, namely personal hygiene. There is a correlation between personal hygiene behavior and the incidence of fluor albus in pregnant women at the Saumlaki Health Center, Tanimbar Islands District. Keywords: Personal Hygiene, Fluor Albus (Leucorrhoea), Pregnancy ABSTRAK Keputihan adalah keluhan yang sering dialami oleh hampir seluruh wanita pada usia reproduksi dan biasanya umum terjadi. Selama masa kehamilan sekresi vagina terjadi peningkatan dan banyak ibu hamil mengalami masalah keputihan karena infeksi jamur dan infeksi bakteri. Keputihan yang terjadi selama kehamilan merupakan suatu masalah kesehatan yang perlu menjadi perhatian, hal tersebut karena keputihan dapat berdampak pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi perilaku personal hygiene dengan kejadian flour albus pada ibu hamil. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Saumlaki yang berjumlah 70 orang dan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat dengan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang tinggi berpengaruh lebih rendah 7,7 kali terjadinya keputihan dan ibu yang mempunyai pengetahuan yang baik beresiko 6,2 kali lebih rendah terjadinya keputihan dibandingkan yang mempunyai pengetahuan kurang, dan ibu yang mempunyai personal hygiene yang baik angka kejadian keputihan 15 kali lebih rendah (berkurang) dibandingkan yang mempunyai personal yang kurang, dengan variabel yang paling dominan yaitu personal hygiene. Terdapat korelasi perilaku personal hygiene dengan kejadian fluor albus pada ibu hamil di Puskesmas Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kata Kunci: Personal Hygiene, Fluor Albus (Keputihan), Kehamilan\",\"PeriodicalId\":487079,\"journal\":{\"name\":\"Manuju\",\"volume\":\"26 3-4\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-11-01\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Manuju\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.33024/mnj.v5i11.12047\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Manuju","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.33024/mnj.v5i11.12047","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
白带是几乎所有育龄妇女的常见病。在怀孕期间,阴道分泌物增加,许多孕妇由于真菌感染和细菌感染而经历阴道分泌物问题。怀孕期间出现的阴道分泌物是一个需要注意的健康问题,这是因为阴道分泌物会对母亲和胎儿产生影响。本研究旨在探讨个人卫生行为与孕妇面粉白斑发病的关系。本研究为横断面设计的定量研究。本研究的人群均为在Saumlaki社区卫生中心接受妊娠检查的孕妇,共70人,使用的样本为总抽样。使用单变量、双变量和多变量分析的数据分析技术。双变量数据分析采用卡方检验,多变量分析采用logistic回归预测模型。结果表明,高学历对白带发生的影响较低,为7.7倍;知识较好的母亲阴道分泌物的发生风险比知识较低的母亲低6.2倍;个人卫生较好的母亲阴道分泌物的发生风险比知识较低的母亲低15倍(降低),其中最主要的变量是个人卫生。在坦尼巴尔群岛区绍姆拉基保健中心,个人卫生行为与孕妇患白斑病之间存在相关性。【关键词】个人卫生;白带;妊娠【摘要】克普提汗;Selama masa kehamilan sekresi阴道terjadi peningkatan dan banyak ibu hamil mengalami masalah keputihan karena infksi jamur dan infksi bakteri。Keputihan yang terjadi selama kehamilan merupakan suatu masalah kesehatan yang perlu menjadi perhatian, hal tersebut karena Keputihan dapat berdampak padu maupun janin。Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi peraku个人卫生dengan kejadian面粉albus pada ibu hamil。Penelitian ini adalah; Penelitian定量分析;dengan设计截面。70只猩猩的样本羊的总样本羊的总样本羊的总样本。Teknik分析数据有单变量、双变量和多元分析。分析数据双变量方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差方差。Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang tinggi berpengaruh lebih rendah 7,7 kali terjadinya keputihan dan,2 kali lebih rendah terjadinya keputihan dibandingyai pengetahuan kurang, dan ibu yang mempunyai个人卫生yang baik angka kejadian keputihan 15 kali lebih rendah (berkurang) dibandingkan yang mempunyai个人卫生yang kurang, dengan变量yang paling dominan yitu个人卫生。Terdapat korelasi peraku个人卫生,dengan kejadiu flualbus pada ibu hamil di Puskesmas Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar。Kata Kunci:个人卫生,Fluor Albus (Keputihan), Kehamilan
Korelasi Perilaku Personal Hygiene dengan Kejadian Flour Albus Pada Ibu Hamil di Puskesmas Saumlaki
ABSTRACT Leucorrhoea is a complaint that is often experienced by almost all women of reproductive age and is usually common. During pregnancy, vaginal secretions increase and many pregnant women experience vaginal discharge problems due to fungal infections and bacterial infections. Vaginal discharge that occurs during pregnancy is a health problem that needs attention, this is because vaginal discharge can have an impact on the mother and fetus. This study aims to determine the correlation between personal hygiene behavior and the incidence of flour albus in pregnant women. This research is a quantitative study with a cross sectional design. The population in this study was all pregnant women who underwent pregnancy checks at the Saumlaki Community Health Center, totaling 70 people and the sample used was total sampling. Data analysis techniques using univariate, bivariate and multivariate analysis. Bivariate data analysis using chi square test and multivariate analysis with logistic regression prediction model. The results showed that higher education had a lower effect of 7.7 times the occurrence of leucorrhoea and mothers who had good knowledge had a 6.2 times lower risk of vaginal discharge than those who had less knowledge, and mothers who had good personal hygiene the incidence of vaginal discharge was 15 times lower (reduced) than those who have less personal, with the most dominant variable, namely personal hygiene. There is a correlation between personal hygiene behavior and the incidence of fluor albus in pregnant women at the Saumlaki Health Center, Tanimbar Islands District. Keywords: Personal Hygiene, Fluor Albus (Leucorrhoea), Pregnancy ABSTRAK Keputihan adalah keluhan yang sering dialami oleh hampir seluruh wanita pada usia reproduksi dan biasanya umum terjadi. Selama masa kehamilan sekresi vagina terjadi peningkatan dan banyak ibu hamil mengalami masalah keputihan karena infeksi jamur dan infeksi bakteri. Keputihan yang terjadi selama kehamilan merupakan suatu masalah kesehatan yang perlu menjadi perhatian, hal tersebut karena keputihan dapat berdampak pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi perilaku personal hygiene dengan kejadian flour albus pada ibu hamil. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Saumlaki yang berjumlah 70 orang dan sampel yang digunakan yaitu total sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dan analisis multivariat dengan regresi logistik model prediksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan yang tinggi berpengaruh lebih rendah 7,7 kali terjadinya keputihan dan ibu yang mempunyai pengetahuan yang baik beresiko 6,2 kali lebih rendah terjadinya keputihan dibandingkan yang mempunyai pengetahuan kurang, dan ibu yang mempunyai personal hygiene yang baik angka kejadian keputihan 15 kali lebih rendah (berkurang) dibandingkan yang mempunyai personal yang kurang, dengan variabel yang paling dominan yaitu personal hygiene. Terdapat korelasi perilaku personal hygiene dengan kejadian fluor albus pada ibu hamil di Puskesmas Saumlaki Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Kata Kunci: Personal Hygiene, Fluor Albus (Keputihan), Kehamilan