{"title":"万隆市 Cihampelas 路和 Sukajadi 路的交通噪音水平分析。","authors":"Sri Wahyuni, Y. Yustiani, Andika Juliandahri","doi":"10.23969/JCBEEM.V2I1.1451","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Kebisingan dapat diartikan sebagai suara yang tidak diinginkan atau suara keras yang tidak menyenangkan atau tidak terduga. Kebisingan bersumber dari kegiatan manusia seperti penggunaan alat transportasi dan aktifitas industri. Dampak dari kebisingan ini bukan hanya pada kota-kota besar. Pengukuran tingkat kebisingan diatur dalam KEP-48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kebisingan, yaitu: cara sederhana dan cara langsung. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sound level meter, seperangkat alat hitung dan stopwatch. Penentuan tingkat kebisingan lingkungan menggunakan sound level meter dilakukan di 2 (dua) lokasi yang merupakan daerah komersial di Kota Bandung, yaitu Jalan Cihampelas (Ciwalk) dan Jalan Sukajadi (PVJ). Berdasarkan data yang diperoleh tingkat kebisingan paling tinggi terjadi di PVJ pada saat akhir pekan yaitu sebesar 69,8 dBA. Tingkat kebisingan terendah terjadi di Ciwalk pada saat hari kerja, yaitu sebesar 68,4 dBA. Nilai ini tidak melebihi baku kebisingan berdasarkan KEPMENLH No. 48 Tahun 1996 untuk daerah perdagangan dan jasa yaitu sebesar 70 dBA.","PeriodicalId":236852,"journal":{"name":"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management","volume":"NS28 10 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-03-04","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":"{\"title\":\"ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN CIHAMPELAS DAN JALAN SUKAJADI KOTA BANDUNG\",\"authors\":\"Sri Wahyuni, Y. Yustiani, Andika Juliandahri\",\"doi\":\"10.23969/JCBEEM.V2I1.1451\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Kebisingan dapat diartikan sebagai suara yang tidak diinginkan atau suara keras yang tidak menyenangkan atau tidak terduga. Kebisingan bersumber dari kegiatan manusia seperti penggunaan alat transportasi dan aktifitas industri. Dampak dari kebisingan ini bukan hanya pada kota-kota besar. Pengukuran tingkat kebisingan diatur dalam KEP-48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kebisingan, yaitu: cara sederhana dan cara langsung. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sound level meter, seperangkat alat hitung dan stopwatch. Penentuan tingkat kebisingan lingkungan menggunakan sound level meter dilakukan di 2 (dua) lokasi yang merupakan daerah komersial di Kota Bandung, yaitu Jalan Cihampelas (Ciwalk) dan Jalan Sukajadi (PVJ). Berdasarkan data yang diperoleh tingkat kebisingan paling tinggi terjadi di PVJ pada saat akhir pekan yaitu sebesar 69,8 dBA. Tingkat kebisingan terendah terjadi di Ciwalk pada saat hari kerja, yaitu sebesar 68,4 dBA. Nilai ini tidak melebihi baku kebisingan berdasarkan KEPMENLH No. 48 Tahun 1996 untuk daerah perdagangan dan jasa yaitu sebesar 70 dBA.\",\"PeriodicalId\":236852,\"journal\":{\"name\":\"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management\",\"volume\":\"NS28 10 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2019-03-04\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"3\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.23969/JCBEEM.V2I1.1451\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Community Based Environmental Engineering and Management","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.23969/JCBEEM.V2I1.1451","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN LALU LINTAS DI JALAN CIHAMPELAS DAN JALAN SUKAJADI KOTA BANDUNG
Kebisingan dapat diartikan sebagai suara yang tidak diinginkan atau suara keras yang tidak menyenangkan atau tidak terduga. Kebisingan bersumber dari kegiatan manusia seperti penggunaan alat transportasi dan aktifitas industri. Dampak dari kebisingan ini bukan hanya pada kota-kota besar. Pengukuran tingkat kebisingan diatur dalam KEP-48/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mengukur tingkat kebisingan, yaitu: cara sederhana dan cara langsung. Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sound level meter, seperangkat alat hitung dan stopwatch. Penentuan tingkat kebisingan lingkungan menggunakan sound level meter dilakukan di 2 (dua) lokasi yang merupakan daerah komersial di Kota Bandung, yaitu Jalan Cihampelas (Ciwalk) dan Jalan Sukajadi (PVJ). Berdasarkan data yang diperoleh tingkat kebisingan paling tinggi terjadi di PVJ pada saat akhir pekan yaitu sebesar 69,8 dBA. Tingkat kebisingan terendah terjadi di Ciwalk pada saat hari kerja, yaitu sebesar 68,4 dBA. Nilai ini tidak melebihi baku kebisingan berdasarkan KEPMENLH No. 48 Tahun 1996 untuk daerah perdagangan dan jasa yaitu sebesar 70 dBA.