{"title":"消除万隆艾滋病毒/艾滋病风险的青少年自我预防","authors":"Iin Friyanti Bako, D. Yuliani, S. Susilawati","doi":"10.31595/rehsos.v3i02.444","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Efikasi diri merujuk pada Proses kognitif berupa keputusan, keyakinan, atau penghargaan sejauh mana individu memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan suatu tugas atau tindakan tertentu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang: 1)karakteristik remaja, 2) Kognitif remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, 3)Motivasi remaja remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, 4)Afeksi remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, 5)Seleksi remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS di kota bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey deskriptif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 144 remaja usia 15-18 tahun yang tinggal di kota bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kuesioner berupa google formulir. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan statistic deskriptif berupa editing data, pengkodean data, pembuatan lembar ringkasan, pembuatan tabulasi data serta penganalisisan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS berada pada kategori sedang sebesar 71,52%. Menunjukkan bahwa responden memiliki efikasi diri cukup rendah dalam usaha mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, terlebih pada aspek kognitif dan motivasi yang memiliki kecenderungan pada kategori sedang.","PeriodicalId":404475,"journal":{"name":"Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos)","volume":"37 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-01-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":"{\"title\":\"EFIKASI DIRI REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU BERESIKO HIV/AIDS DI KOTA BANDUNG\",\"authors\":\"Iin Friyanti Bako, D. Yuliani, S. Susilawati\",\"doi\":\"10.31595/rehsos.v3i02.444\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Efikasi diri merujuk pada Proses kognitif berupa keputusan, keyakinan, atau penghargaan sejauh mana individu memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan suatu tugas atau tindakan tertentu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang: 1)karakteristik remaja, 2) Kognitif remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, 3)Motivasi remaja remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, 4)Afeksi remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, 5)Seleksi remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS di kota bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey deskriptif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 144 remaja usia 15-18 tahun yang tinggal di kota bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kuesioner berupa google formulir. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan statistic deskriptif berupa editing data, pengkodean data, pembuatan lembar ringkasan, pembuatan tabulasi data serta penganalisisan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS berada pada kategori sedang sebesar 71,52%. Menunjukkan bahwa responden memiliki efikasi diri cukup rendah dalam usaha mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, terlebih pada aspek kognitif dan motivasi yang memiliki kecenderungan pada kategori sedang.\",\"PeriodicalId\":404475,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos)\",\"volume\":\"37 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-01-02\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"1\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos)\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.31595/rehsos.v3i02.444\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos)","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31595/rehsos.v3i02.444","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
EFIKASI DIRI REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU BERESIKO HIV/AIDS DI KOTA BANDUNG
Efikasi diri merujuk pada Proses kognitif berupa keputusan, keyakinan, atau penghargaan sejauh mana individu memperkirakan kemampuan dirinya dalam melaksanakan suatu tugas atau tindakan tertentu yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang: 1)karakteristik remaja, 2) Kognitif remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, 3)Motivasi remaja remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, 4)Afeksi remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, 5)Seleksi remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS di kota bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey deskriptif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 144 remaja usia 15-18 tahun yang tinggal di kota bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik kuesioner berupa google formulir. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan statistic deskriptif berupa editing data, pengkodean data, pembuatan lembar ringkasan, pembuatan tabulasi data serta penganalisisan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri remaja dalam mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS berada pada kategori sedang sebesar 71,52%. Menunjukkan bahwa responden memiliki efikasi diri cukup rendah dalam usaha mencegah perilaku beresiko HIV/AIDS, terlebih pada aspek kognitif dan motivasi yang memiliki kecenderungan pada kategori sedang.