Riky Hamdani, Puhilan Puhilan
{"title":"Epidemiologi penyakit Rabies di Provinsi Kalimantan Barat","authors":"Riky Hamdani, Puhilan Puhilan","doi":"10.22435/JHECDS.V6I1.2936","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang menjadi prioritas di Indonesia. Saat ini, sebanyak 26 provinsi di Indonesia masih endemis rabies. Provinsi Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang endemis rabies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan prevalensi kasus gigitan hewan penular rabies, populasi hewan penular rabies, cakupan vaksinasi hewan penular rabies dan kasus kematian yang disebabkan oleh gigitan hewan penular rabies. Penelitian ini menggunakan tahun 2017 sebesar 8,57%. Jumlah kasus kematian yang disebabkan oleh gigitan hewan penular rabies di Provinsi Kalimantan Barat mengalami peningkatan setiap tahunnya, jumlah pada tahun 2015 sebesar 0%, tahun 2016 sebesar 0,68% dan tahun 2017 sebesar 0,9%. Tingginya prevalensi kasus rabies di Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan belum optimalnya program pemberantasan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pelaksanaan program terutama dalam hal eliminasi anjing liar dan pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan penular rabies. metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kasus gigitan hewan penular rabies di Provinsi Kalimantan Barat mengalami peningkatan setiap tahunnya, prevalensi kasus pada tahun 2015 sebesar 0,3/10.000 penduduk, tahun 2016 sebesar 3,36/10.000 penduduk, dan pada tahun 2017 sebesar 4,35 per 10.000 penduduk. Populasi hewan penular rabies di Provinsi Kalimantan Barat mengalami peningkatan setiap tahunnya, populasi hewan penular rabies pada tahun 2015 sebesar 6.142 ekor, tahun 2016 sebesar 8.083 ekor, dan pada tahun 2017 sebesar 9.600 ekor. Persentase Hewan penular rabies yang divaksin pada 3 tahun terakhir mengalami penurunan, persentase hewan penular rabies yang divaksin pada tahun 2015 sebesar  34,40%, tahun 2016 sebesar 25,42% dan tahun 2017 8,57%. Jumlah Kasus kematian akibat gigitan hewan tertular rabies di Provinsi Kalimantan Barat mengalami peningkatan setiap tahun, jumlahnya pada tahun 2015 adalah 0%, tahun 2016 sebesar 0,68% dan tahun 2017 sebesar 0,9%. Prevalensi kasus rabies yang tinggi di Kalimantan Barat Provinsi menunjukkan bahwa program pemberantasan belum optimal. Oleh karena itu, perlu peningkatan implementasi khususnya dalam hal eliminasi anjing liar dan pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan yang tertular rabies.","PeriodicalId":345984,"journal":{"name":"Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases","volume":"28 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-11-12","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal of Health Epidemiology and Communicable Diseases","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.22435/JHECDS.V6I1.2936","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

摘要

狂犬病是印度尼西亚优先考虑的人畜关系疾病之一。目前,印尼有26个省仍然患有狂犬病。西加里曼丹省是印度尼西亚最严重的狂犬病病例之一。这项研究的目的是描述狂犬病传染动物叮咬的流行情况、狂犬病患者的数量、狂犬病传染动物疫苗的范围以及狂犬病传染动物咬伤致死情况。这项研究使用2017年为8.57%。西加里曼丹省死于狂犬病的动物咬伤的人数每年都在增加,2015年为0%,2016年为0.68%,2017年为0.9%。西加里曼丹省狂犬病病例的高发病率表明,这不是一项优胜化的根除计划。因此,需要增加实施方案,特别是在消灭野狗和实施狂犬病传染动物疫苗接种方面。一种与次要数据分析方法的定量研究方法。研究表明,西加里曼丹省狂犬病动物叮咬的发病率每年都在增加,2015年病例的发病率为0.3万分之1万人,2016年为3.36 /1万人,2017年为每10000人增加4.35人。西加里曼丹省的狂犬病动物数量每年都在增加,2015年狂犬病动物数量有6142只,2016年有8083只,2017年有9600只。过去3年接种狂犬病疫苗的动物比例有所下降,2015年接种狂犬病动物的比例为3440%,2016年为25.42%,2017年为8.57%。西加里曼丹省死于狂犬病的动物数量每年都在增加,2015年为0%,2016年为0.68%,2017年为0.9%。西加里曼丹省狂犬病病例的普遍存在表明,根除计划还不是最理想的。因此,在消灭野狗和实施狂犬病动物疫苗接种方面,需要增加部署。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
Epidemiologi penyakit Rabies di Provinsi Kalimantan Barat
Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang menjadi prioritas di Indonesia. Saat ini, sebanyak 26 provinsi di Indonesia masih endemis rabies. Provinsi Kalimantan Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang endemis rabies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan prevalensi kasus gigitan hewan penular rabies, populasi hewan penular rabies, cakupan vaksinasi hewan penular rabies dan kasus kematian yang disebabkan oleh gigitan hewan penular rabies. Penelitian ini menggunakan tahun 2017 sebesar 8,57%. Jumlah kasus kematian yang disebabkan oleh gigitan hewan penular rabies di Provinsi Kalimantan Barat mengalami peningkatan setiap tahunnya, jumlah pada tahun 2015 sebesar 0%, tahun 2016 sebesar 0,68% dan tahun 2017 sebesar 0,9%. Tingginya prevalensi kasus rabies di Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan belum optimalnya program pemberantasan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pelaksanaan program terutama dalam hal eliminasi anjing liar dan pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan penular rabies. metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kasus gigitan hewan penular rabies di Provinsi Kalimantan Barat mengalami peningkatan setiap tahunnya, prevalensi kasus pada tahun 2015 sebesar 0,3/10.000 penduduk, tahun 2016 sebesar 3,36/10.000 penduduk, dan pada tahun 2017 sebesar 4,35 per 10.000 penduduk. Populasi hewan penular rabies di Provinsi Kalimantan Barat mengalami peningkatan setiap tahunnya, populasi hewan penular rabies pada tahun 2015 sebesar 6.142 ekor, tahun 2016 sebesar 8.083 ekor, dan pada tahun 2017 sebesar 9.600 ekor. Persentase Hewan penular rabies yang divaksin pada 3 tahun terakhir mengalami penurunan, persentase hewan penular rabies yang divaksin pada tahun 2015 sebesar  34,40%, tahun 2016 sebesar 25,42% dan tahun 2017 8,57%. Jumlah Kasus kematian akibat gigitan hewan tertular rabies di Provinsi Kalimantan Barat mengalami peningkatan setiap tahun, jumlahnya pada tahun 2015 adalah 0%, tahun 2016 sebesar 0,68% dan tahun 2017 sebesar 0,9%. Prevalensi kasus rabies yang tinggi di Kalimantan Barat Provinsi menunjukkan bahwa program pemberantasan belum optimal. Oleh karena itu, perlu peningkatan implementasi khususnya dalam hal eliminasi anjing liar dan pelaksanaan vaksinasi terhadap hewan yang tertular rabies.
求助全文
通过发布文献求助,成功后即可免费获取论文全文。 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信