{"title":"MENINGKATKAN PEMAHAMAN GRADIEN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS VIII MTS NEGERI 2 KOTA SEMARANG","authors":"Wahyu Sulistyaningrum","doi":"10.51878/strategi.v2i1.944","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This research was carried out because the authors saw that the results of the participants' test results were still low in Mathematics for Class VIIIC in the first semester of 2021/2022 with Basic Competencies: Finding gradients (slopes of lines) in straight-line equations, and students getting scores less than the Minimum Completeness Criteria. (KKM) is 73.00. With this background, the authors (teachers) conducted research with the aim that students could improve their understanding of gradients in straight-line equations in class VIIIC MTs Negeri 2 Semarang City by using the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model. The author chose this learning model because CTL learning is more effective because it increases students' understanding by linking learning materials to the context of everyday life. This CTL learning model also trains students to be able to concentrate on understanding gradients in straight line equations. The research was conducted in class VIIIC of MTs Negeri 2 Semarang City, by applying 3 cycles. Based on the results of observations showed an increase in student activity followed by student learning outcomes. This shows that the contextual approach is feasible to be used as a learning resource for students. \nABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan karena penulis melihat hasil ulangan peserta yang masih rendah di bidang pelajaran Matematika Kelas VIIIC pada semester satu tahun 2021/2022 dengan Kompetensi Dasar : Menemukan gradien (kemiringan garis) pada persamaan garis lurus, serta peserta didik mendapatkan nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 73,00. Dengan latar belakang tersebut, penulis (guru) mengadakan penelitian dengan tujuan supaya siswa dapat meningkatkan pemahaman gradien dalam persamaan garis lurus di kelas VIIIC MTs Negeri 2 Kota Semarang dengan menggunakan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning). Penulis memilih model pembelajaran ini karena mpembelajaran CTL lebih efektif karena meningkatkan pemahaman siswa dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran CTL ini juga melatih siswa untuk mampu berkonsentrasi dalam memahami gradien dalam persamaan garis lurus. Penelitian diadakan di kelas VIIIC MTs Negeri 2 Kota Semarang, dengan menerapkan 3 siklus. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan peningkatan keaktifan siswa diikuti dengan hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual layak untuk digunakan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa.","PeriodicalId":235818,"journal":{"name":"STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran","volume":"46 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-02-14","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.51878/strategi.v2i1.944","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
由于在2021/2022学年第一学期,在“基本能力:寻找直线方程的梯度(直线的斜率)”中,参与者的数学成绩仍然很低,并且学生的分数低于最低完备性标准,因此笔者进行了这项研究。(KKM)是73.00。在此背景下,作者(教师)进行了研究,目的是通过CTL (Contextual Teaching and Learning)学习模式,提高学生对三宝垄市八班直线方程梯度的理解。笔者之所以选择这种学习模式,是因为CTL学习更有效,因为它通过将学习材料与日常生活背景联系起来,提高了学生的理解能力。这个CTL学习模型也训练学生能够专注于理解直线方程中的梯度。本研究在三宝垄市MTs Negeri 2的viii级进行,应用3个周期。根据观察结果显示,学生活动的增加伴随着学生学习成果的增加。这表明语境教学法作为学生学习资源是可行的。摘要/ abstract摘要:penelitian ini dilaksanakan karena penulis melika hasil ulangan peserta yang masih rendah di bidang pelajaran Matematika Kelas viic pada semester satu tahun 2021/2022 dengan Kompetensi Dasar: Menemukan梯度(kemiringan garis) pada persamaan garis lurus, serta peserta didik mendapatkan nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yitu 73000。Dengan latar belakang tersebut, penulis(上师)mengadakan penelitian Dengan tujuan supaya siswa dapat meningkatkan pemahaman gradien dalam persamaan garis lurus di kelas (8) MTs Negeri (2) Kota Semarang Dengan menggunakan model pembelajan CTL(情境教学与学习)。Penulis memilih model pembelajaran ini karena mpembelajaran CTL lebih efektif karena meningkatkan pemahaman siswa dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari。模型pembelajaran CTL ini juga melatith - untuk mampu berkonsentrasi dalam memahami梯度dalam persamaan和garis lurus。Penelitian diadakan di kelas 8 MTs Negeri 2 Kota三宝垄,dengan menerapkan 3 siklus。Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan peningkatan keaktifan siswa diikuti dengan hasil belajar siswa。Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual layak untuk digunakan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa。
MENINGKATKAN PEMAHAMAN GRADIEN DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING PADA SISWA KELAS VIII MTS NEGERI 2 KOTA SEMARANG
This research was carried out because the authors saw that the results of the participants' test results were still low in Mathematics for Class VIIIC in the first semester of 2021/2022 with Basic Competencies: Finding gradients (slopes of lines) in straight-line equations, and students getting scores less than the Minimum Completeness Criteria. (KKM) is 73.00. With this background, the authors (teachers) conducted research with the aim that students could improve their understanding of gradients in straight-line equations in class VIIIC MTs Negeri 2 Semarang City by using the CTL (Contextual Teaching and Learning) learning model. The author chose this learning model because CTL learning is more effective because it increases students' understanding by linking learning materials to the context of everyday life. This CTL learning model also trains students to be able to concentrate on understanding gradients in straight line equations. The research was conducted in class VIIIC of MTs Negeri 2 Semarang City, by applying 3 cycles. Based on the results of observations showed an increase in student activity followed by student learning outcomes. This shows that the contextual approach is feasible to be used as a learning resource for students.
ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan karena penulis melihat hasil ulangan peserta yang masih rendah di bidang pelajaran Matematika Kelas VIIIC pada semester satu tahun 2021/2022 dengan Kompetensi Dasar : Menemukan gradien (kemiringan garis) pada persamaan garis lurus, serta peserta didik mendapatkan nilai kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 73,00. Dengan latar belakang tersebut, penulis (guru) mengadakan penelitian dengan tujuan supaya siswa dapat meningkatkan pemahaman gradien dalam persamaan garis lurus di kelas VIIIC MTs Negeri 2 Kota Semarang dengan menggunakan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning). Penulis memilih model pembelajaran ini karena mpembelajaran CTL lebih efektif karena meningkatkan pemahaman siswa dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran CTL ini juga melatih siswa untuk mampu berkonsentrasi dalam memahami gradien dalam persamaan garis lurus. Penelitian diadakan di kelas VIIIC MTs Negeri 2 Kota Semarang, dengan menerapkan 3 siklus. Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan peningkatan keaktifan siswa diikuti dengan hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual layak untuk digunakan sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa.