{"title":"语境传福音的方法是反对苏巴的Marapu","authors":"Mawida","doi":"10.57058/juar.v6i1.95","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The worship of ancestral spirits is still practiced by several community groups, including residents in the Kangaroo village who still worship Marapu. Therefore it is necessary to apply proper evangelism to produce repentance, including using contextual evangelism methods. The purpose of this study is to discuss contextual evangelism methods for Marapu adherents in Sumba. This study used a qualitative method that collected data through interviews with 3 servants of God who had evangelized in the village of Kangaroo, Southwest Sumba Regency. The data that has been collected is then analyzed reductively by presenting the results that there are forms of contextual evangelism methods for the Marapu adherents in Kangaroo Village, including: evangelism using the method of building relationships (good relations), evangelism using the method of adaptation (adjustment), evangelism using the method of establishing communication (linguistics). The application of the contextual evangelism method turned out to have a big impact in producing the conversion of Marapu adherents to a person of faith in the Lord Jesus Christ. The application of contextual evangelism in Kangaruka village is quite effective because of the 62 Heads of Families who adhere to the Marapu sect, now there are 21 Heads of Families who have converted and embraced Christianity\n \nPenyembahan terhadap roh nenek moyang masih dipraktikkan oleh beberapa kelompok masyarakat, termasuk warga di kampung Kanguruka yang masih menyembah Marapu. Oleh karena itu perlu adanya penerapan penginjilan yang tepat untuk menghasilkan pertobatan, di antaranya menggunakan metode penginjilan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas mengenai metode penginjilan kontekstual terhadap penganut Marapu di Sumba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengumpulkan data melalui aktifitas wawancara terhadap 3 orang hamba Tuhan yang telah melakukan penginjilan di kampung Kanguruka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara reduktif dengan memaparkan hasil bahwa terdapat bentuk-bentuk metode penginjilan kontekstual terhadap masyarakat penganut Marapu di Kampung Kanguruka, antara lain: penginjilan dengan metode membangun relasi (hubungan baik), penginjilan dengan metode adaptasi (penyesuaian diri), penginjilan dengan metode menjalin komunikasi (linguistik). Penerapan metode penginjilan kontekstual tersebut ternyata memberi dampak yang besar dalam menghasilkan pertobatan dari orang-orang penganut Marapu menjadi pribadi yang beriman pada Tuhan Yesus Kristus. Penerapan penginjilan kontekstual di kampung Kanguruka cukup efektif karena dari 62 Kepala Keluarga penganut aliran Marapu, sekarang sudah ada 21 Kepala Keluarga yang mengalami pertobatan dan memeluk agama Kristen.","PeriodicalId":373301,"journal":{"name":"Jurnal Arrabona","volume":"1 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Metode Penginjilan Kontekstual Terhadap Penganut Marapu di Sumba\",\"authors\":\"Mawida\",\"doi\":\"10.57058/juar.v6i1.95\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"The worship of ancestral spirits is still practiced by several community groups, including residents in the Kangaroo village who still worship Marapu. Therefore it is necessary to apply proper evangelism to produce repentance, including using contextual evangelism methods. The purpose of this study is to discuss contextual evangelism methods for Marapu adherents in Sumba. This study used a qualitative method that collected data through interviews with 3 servants of God who had evangelized in the village of Kangaroo, Southwest Sumba Regency. The data that has been collected is then analyzed reductively by presenting the results that there are forms of contextual evangelism methods for the Marapu adherents in Kangaroo Village, including: evangelism using the method of building relationships (good relations), evangelism using the method of adaptation (adjustment), evangelism using the method of establishing communication (linguistics). The application of the contextual evangelism method turned out to have a big impact in producing the conversion of Marapu adherents to a person of faith in the Lord Jesus Christ. The application of contextual evangelism in Kangaruka village is quite effective because of the 62 Heads of Families who adhere to the Marapu sect, now there are 21 Heads of Families who have converted and embraced Christianity\\n \\nPenyembahan terhadap roh nenek moyang masih dipraktikkan oleh beberapa kelompok masyarakat, termasuk warga di kampung Kanguruka yang masih menyembah Marapu. Oleh karena itu perlu adanya penerapan penginjilan yang tepat untuk menghasilkan pertobatan, di antaranya menggunakan metode penginjilan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas mengenai metode penginjilan kontekstual terhadap penganut Marapu di Sumba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengumpulkan data melalui aktifitas wawancara terhadap 3 orang hamba Tuhan yang telah melakukan penginjilan di kampung Kanguruka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara reduktif dengan memaparkan hasil bahwa terdapat bentuk-bentuk metode penginjilan kontekstual terhadap masyarakat penganut Marapu di Kampung Kanguruka, antara lain: penginjilan dengan metode membangun relasi (hubungan baik), penginjilan dengan metode adaptasi (penyesuaian diri), penginjilan dengan metode menjalin komunikasi (linguistik). Penerapan metode penginjilan kontekstual tersebut ternyata memberi dampak yang besar dalam menghasilkan pertobatan dari orang-orang penganut Marapu menjadi pribadi yang beriman pada Tuhan Yesus Kristus. Penerapan penginjilan kontekstual di kampung Kanguruka cukup efektif karena dari 62 Kepala Keluarga penganut aliran Marapu, sekarang sudah ada 21 Kepala Keluarga yang mengalami pertobatan dan memeluk agama Kristen.\",\"PeriodicalId\":373301,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Arrabona\",\"volume\":\"1 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-08-31\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Arrabona\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.57058/juar.v6i1.95\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Arrabona","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.57058/juar.v6i1.95","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
一些社区团体仍然在崇拜祖先的灵魂,包括袋鼠村的居民,他们仍然崇拜马拉普。因此,有必要运用适当的传福音来产生悔改,包括使用上下文传福音的方法。本研究的目的是探讨松巴玛拉普信徒的情境传福音方法。本研究采用定性方法,通过对在松巴县西南部袋鼠村传福音的3名神的仆人进行访谈,收集数据。然后对收集到的数据进行简化分析,提出袋鼠村马拉普信徒的情境传福音方法的形式,包括:使用建立关系(良好关系)的传福音方法,使用适应(调整)的传福音方法,使用建立沟通(语言学)的传福音方法。运用上下文传福音的方法,在使玛拉普信徒皈依主耶稣基督的过程中,产生了很大的影响。在袋鼠村应用上下文传福音是相当有效的,因为有62家户主坚持马拉普教派,现在有21家户主皈依并接受基督教Penyembahan terhadap roh neneek moyang masih dipraktikkan oleh beberapa kelompok masyarakat, termasuk warga di kampung Kanguruka yang masih menyembah Marapu。Oleh karena itu perlu adanya penerapan penginjilan yang tepat untuk menghasilkan pertobatan, di antaranya menggunakan mede penginjilan kontekstual。Tujuan penelitian ini adalah untuk成员有mengenai方法penginjilan kontekstual terhadap penganut Marapu di Sumba。Penelitian ini menggunakan方法,质量鉴定,yang mengumpulkan数据,melalui aktifitas wawancara terhadap 3 orang hamba, Tuhan yang, telah melakukan penginjilan, kampung Kanguruka, Kabupaten Sumba Barat Daya。数据yang telah terkumpul kemudian dianalis secara reduktif dengan memaparkan hasil bahwa terdapat bentuk-bentuk metode penginjilan kontekstual terhadap masyarakat penganut Marapu di Kampung Kanguruka, antala: penginjilan dengan metode membangun relasi (hubungan baik), penginjilan dengan metode adaptasi (penyesuaian diri), penginjilan dengan metode menjalin komunikasi (linguistik)。penerapapde penginjilan kontekstual terterata成员danpak yang besar dalam menghasilkan pertobatan dari orangang - orangang penganut Marapu menjadi pribadi yang beriman pada Tuhan Yesus Kristus。Penerapan penginjilan kontekstual di kampung Kanguruka cuup efektif karena dari 62 Kepala Keluarga penganut aliran Marapu, sekarang sudah ada 21 Kepala Keluarga yang mengalami pertobatan dan meeluk agama Kristen。
Metode Penginjilan Kontekstual Terhadap Penganut Marapu di Sumba
The worship of ancestral spirits is still practiced by several community groups, including residents in the Kangaroo village who still worship Marapu. Therefore it is necessary to apply proper evangelism to produce repentance, including using contextual evangelism methods. The purpose of this study is to discuss contextual evangelism methods for Marapu adherents in Sumba. This study used a qualitative method that collected data through interviews with 3 servants of God who had evangelized in the village of Kangaroo, Southwest Sumba Regency. The data that has been collected is then analyzed reductively by presenting the results that there are forms of contextual evangelism methods for the Marapu adherents in Kangaroo Village, including: evangelism using the method of building relationships (good relations), evangelism using the method of adaptation (adjustment), evangelism using the method of establishing communication (linguistics). The application of the contextual evangelism method turned out to have a big impact in producing the conversion of Marapu adherents to a person of faith in the Lord Jesus Christ. The application of contextual evangelism in Kangaruka village is quite effective because of the 62 Heads of Families who adhere to the Marapu sect, now there are 21 Heads of Families who have converted and embraced Christianity
Penyembahan terhadap roh nenek moyang masih dipraktikkan oleh beberapa kelompok masyarakat, termasuk warga di kampung Kanguruka yang masih menyembah Marapu. Oleh karena itu perlu adanya penerapan penginjilan yang tepat untuk menghasilkan pertobatan, di antaranya menggunakan metode penginjilan kontekstual. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas mengenai metode penginjilan kontekstual terhadap penganut Marapu di Sumba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengumpulkan data melalui aktifitas wawancara terhadap 3 orang hamba Tuhan yang telah melakukan penginjilan di kampung Kanguruka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara reduktif dengan memaparkan hasil bahwa terdapat bentuk-bentuk metode penginjilan kontekstual terhadap masyarakat penganut Marapu di Kampung Kanguruka, antara lain: penginjilan dengan metode membangun relasi (hubungan baik), penginjilan dengan metode adaptasi (penyesuaian diri), penginjilan dengan metode menjalin komunikasi (linguistik). Penerapan metode penginjilan kontekstual tersebut ternyata memberi dampak yang besar dalam menghasilkan pertobatan dari orang-orang penganut Marapu menjadi pribadi yang beriman pada Tuhan Yesus Kristus. Penerapan penginjilan kontekstual di kampung Kanguruka cukup efektif karena dari 62 Kepala Keluarga penganut aliran Marapu, sekarang sudah ada 21 Kepala Keluarga yang mengalami pertobatan dan memeluk agama Kristen.