Ayu Chandra Kartika Fitri, Videlia M. Naisuan, Emerensiana Badhe
{"title":"生物乙醇发酵过程优化:用反流法去除甜玉米皮纤维素含量","authors":"Ayu Chandra Kartika Fitri, Videlia M. Naisuan, Emerensiana Badhe","doi":"10.61105/jieti.v1i1.17","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu terhadap kadar bioetanol dari kulit jagung manis dengan proses fermentasi. Sehingga pada penelitian selanjutnya ini bertujuan untuk mengoptimalisasi proses delignifikasi dengan variasi konsentrasi larutan penetralisasi NaOH. Berdasarkan tabel hasil analisa, kadar etanol tidak terdeteksi. Hal ini kemungkinan dipengaruhi pada tahap delignifikasi dan fermentasi. Pada proses delignifikasi kesalahan yang dilakukan yaitu kelebihan pada penambahan aquades dan NaOH yang seharusnya aquades sebanyak 1350 ml dan NaOH sebanyak 150 ml itu ditambahkan untuk semua sampel yang dipakai. Tetapi disini penggunaan aquades 1350 ml dan NaOH 150 ml digunakan pada setiap sampel. Refluks dilakukan selama 1,2 dan 3 jam. Serbuk kulit jagung dicuci dengan aquades dan dikeringkan. Penggantian pencucian dengan pemerasan, menyebabkan masih terdapat NaOH demikian juga kandungan lignin pada sampel tersebut.","PeriodicalId":101559,"journal":{"name":"Journal Of Industrial Engineering & Technology Innovation","volume":"52 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-07-01","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"OPTIMASI PROSES FERMENTASI BIOETANOL : DELIGNIFIKASI KANDUNGAN SELULOSA KULIT JAGUNG MANIS MENGGUNAKAN METODE REFLUX\",\"authors\":\"Ayu Chandra Kartika Fitri, Videlia M. Naisuan, Emerensiana Badhe\",\"doi\":\"10.61105/jieti.v1i1.17\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu terhadap kadar bioetanol dari kulit jagung manis dengan proses fermentasi. Sehingga pada penelitian selanjutnya ini bertujuan untuk mengoptimalisasi proses delignifikasi dengan variasi konsentrasi larutan penetralisasi NaOH. Berdasarkan tabel hasil analisa, kadar etanol tidak terdeteksi. Hal ini kemungkinan dipengaruhi pada tahap delignifikasi dan fermentasi. Pada proses delignifikasi kesalahan yang dilakukan yaitu kelebihan pada penambahan aquades dan NaOH yang seharusnya aquades sebanyak 1350 ml dan NaOH sebanyak 150 ml itu ditambahkan untuk semua sampel yang dipakai. Tetapi disini penggunaan aquades 1350 ml dan NaOH 150 ml digunakan pada setiap sampel. Refluks dilakukan selama 1,2 dan 3 jam. Serbuk kulit jagung dicuci dengan aquades dan dikeringkan. Penggantian pencucian dengan pemerasan, menyebabkan masih terdapat NaOH demikian juga kandungan lignin pada sampel tersebut.\",\"PeriodicalId\":101559,\"journal\":{\"name\":\"Journal Of Industrial Engineering & Technology Innovation\",\"volume\":\"52 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2023-07-01\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Journal Of Industrial Engineering & Technology Innovation\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.61105/jieti.v1i1.17\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Journal Of Industrial Engineering & Technology Innovation","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.61105/jieti.v1i1.17","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
OPTIMASI PROSES FERMENTASI BIOETANOL : DELIGNIFIKASI KANDUNGAN SELULOSA KULIT JAGUNG MANIS MENGGUNAKAN METODE REFLUX
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh waktu terhadap kadar bioetanol dari kulit jagung manis dengan proses fermentasi. Sehingga pada penelitian selanjutnya ini bertujuan untuk mengoptimalisasi proses delignifikasi dengan variasi konsentrasi larutan penetralisasi NaOH. Berdasarkan tabel hasil analisa, kadar etanol tidak terdeteksi. Hal ini kemungkinan dipengaruhi pada tahap delignifikasi dan fermentasi. Pada proses delignifikasi kesalahan yang dilakukan yaitu kelebihan pada penambahan aquades dan NaOH yang seharusnya aquades sebanyak 1350 ml dan NaOH sebanyak 150 ml itu ditambahkan untuk semua sampel yang dipakai. Tetapi disini penggunaan aquades 1350 ml dan NaOH 150 ml digunakan pada setiap sampel. Refluks dilakukan selama 1,2 dan 3 jam. Serbuk kulit jagung dicuci dengan aquades dan dikeringkan. Penggantian pencucian dengan pemerasan, menyebabkan masih terdapat NaOH demikian juga kandungan lignin pada sampel tersebut.