{"title":"从Jelantah的加工石油到肥皂棒和香薰蜡烛的训练","authors":"Husnayaen Husnayaen, Suci Rahmawati, D. Arini, Chonnaniyah Chonnaniyah, Windy Lestari, Alfian Anhar","doi":"10.24843/blje.2023.v23.i01.p01","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang harus tersedia dalam kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Pertumbuhan penduduk, perkembangan industri, rumah makan dan restoran cepat saji menyebabkan penggunaan minyak goreng semakin meningkat. Peningkatan penggunaan minyak goreng tersebut akan menyebabkan peningkatan limbah hasil penggorengan. Limbah minyak bekas atau minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan pencemaran di lingkungan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya limbah minyak jelantah terhadap lingkungan sehingga perlu adanya pembinaan kepada masyarakat terkait bahaya pembuangan limbah minyak jelatah ke lingkungan dan memberikan solusi pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomis. Oleh karena itu, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA), kami mencoba mengajak masyarakat di Desa Banjar Anyar, Kediri, Kabupaten Tabanan Bali untuk dapat berpartisipasi dalam pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci batangan dan lilin aromaterapi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pembagian brosur informasi mengenai bahaya dan manfaat minyak jelantah. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola minyak jelantah serta dapat membuka peluan wirausaha, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.","PeriodicalId":270221,"journal":{"name":"Bumi Lestari Journal of Environment","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Batangan dan Lilin Aromaterapi\",\"authors\":\"Husnayaen Husnayaen, Suci Rahmawati, D. Arini, Chonnaniyah Chonnaniyah, Windy Lestari, Alfian Anhar\",\"doi\":\"10.24843/blje.2023.v23.i01.p01\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang harus tersedia dalam kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Pertumbuhan penduduk, perkembangan industri, rumah makan dan restoran cepat saji menyebabkan penggunaan minyak goreng semakin meningkat. Peningkatan penggunaan minyak goreng tersebut akan menyebabkan peningkatan limbah hasil penggorengan. Limbah minyak bekas atau minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan pencemaran di lingkungan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya limbah minyak jelantah terhadap lingkungan sehingga perlu adanya pembinaan kepada masyarakat terkait bahaya pembuangan limbah minyak jelatah ke lingkungan dan memberikan solusi pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomis. Oleh karena itu, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA), kami mencoba mengajak masyarakat di Desa Banjar Anyar, Kediri, Kabupaten Tabanan Bali untuk dapat berpartisipasi dalam pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci batangan dan lilin aromaterapi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pembagian brosur informasi mengenai bahaya dan manfaat minyak jelantah. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola minyak jelantah serta dapat membuka peluan wirausaha, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.\",\"PeriodicalId\":270221,\"journal\":{\"name\":\"Bumi Lestari Journal of Environment\",\"volume\":\"31 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-07-30\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Bumi Lestari Journal of Environment\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.24843/blje.2023.v23.i01.p01\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Bumi Lestari Journal of Environment","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24843/blje.2023.v23.i01.p01","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Pelatihan Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun Cuci Batangan dan Lilin Aromaterapi
Minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang harus tersedia dalam kebutuhan hidup masyarakat Indonesia. Pertumbuhan penduduk, perkembangan industri, rumah makan dan restoran cepat saji menyebabkan penggunaan minyak goreng semakin meningkat. Peningkatan penggunaan minyak goreng tersebut akan menyebabkan peningkatan limbah hasil penggorengan. Limbah minyak bekas atau minyak jelantah yang tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan pencemaran di lingkungan. Kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya limbah minyak jelantah terhadap lingkungan sehingga perlu adanya pembinaan kepada masyarakat terkait bahaya pembuangan limbah minyak jelatah ke lingkungan dan memberikan solusi pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk baru yang mempunyai nilai ekonomis. Oleh karena itu, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dari Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA), kami mencoba mengajak masyarakat di Desa Banjar Anyar, Kediri, Kabupaten Tabanan Bali untuk dapat berpartisipasi dalam pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi sabun cuci batangan dan lilin aromaterapi. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pembagian brosur informasi mengenai bahaya dan manfaat minyak jelantah. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola minyak jelantah serta dapat membuka peluan wirausaha, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.