{"title":"导电性和热电阻的飞光聚合物研究","authors":"Sulfianty Sulfianty, N. Nurhayati, S. Subaer","doi":"10.35580/JSPF.V16I2.15983","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki sifat konduktivitas dan resistansi termalnya. Pembuatan sampel dengan menambahkan agen pembentuk pori (H2O2) ke dalam pasta geopolimer yang diaktivasi menggunakan alkali, dikeringkan (curing) pada suhu 70 ̊C selama 24 jam dan disimpan pada ruang terbuka selama ± 3 hari. Pengujian awal meliputi pengujian porositas, massa jenis dan daya serap air sedangkan pengujian untuk sampel geopolimer berpori sesuai standar SNI 03-0349-1989 terdiri dari X-ray Diffraction, mikroskop optik digital, konduktivitas dan resistansi termal serta resistansi api dan panas (Shock thermal). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan H2O2 akan memperbesar porositas dan daya serap air sehingga massa jenis akan semakin kecil. Sampel yang sesuai standar SNI 03-0349-1989 berdasarkan pengujian awal adalah sampel dengan komposisi 1,6%. Hasil karakterisasi XRD menunjukan bahwa fase berbentuk amorf dengan intensitas tertinggi diperoleh oleh SiO2 dan hasil karakterisasi mikroskop optik digital menunjukan bahwa ukuran pori dari sampel tidak seragam berkisar antara 1-10 mm. Adapun hasil uji konduktivitas dan resistansi termal berturut-turut yaitu 0,77 W/m ̊K dan 0,02 K.m2/W. Serta uji resistansi api dan panas (shock thermal) menunjukan bahwa sampel dapat bertahan hingga 1300 ̊C. Hal ini menunjukan bahwa geopolimer berpori berbahan dasar abu terbang (Fly Ash) memiliki nilai konduktivitas dan resistansi termal yang rendah dan tahan terhadap suhu tinggi sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan isolasi termal yang baik dan ramah lingkungan.","PeriodicalId":358896,"journal":{"name":"Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika","volume":"31 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-08-02","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"STUDI TENTANG KONDUKTIVITAS DAN RESISTANSI TERMAL GEOPOLIMER BERPORI BERBASIS ABU TERBANG (FLY ASH)\",\"authors\":\"Sulfianty Sulfianty, N. Nurhayati, S. Subaer\",\"doi\":\"10.35580/JSPF.V16I2.15983\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki sifat konduktivitas dan resistansi termalnya. Pembuatan sampel dengan menambahkan agen pembentuk pori (H2O2) ke dalam pasta geopolimer yang diaktivasi menggunakan alkali, dikeringkan (curing) pada suhu 70 ̊C selama 24 jam dan disimpan pada ruang terbuka selama ± 3 hari. Pengujian awal meliputi pengujian porositas, massa jenis dan daya serap air sedangkan pengujian untuk sampel geopolimer berpori sesuai standar SNI 03-0349-1989 terdiri dari X-ray Diffraction, mikroskop optik digital, konduktivitas dan resistansi termal serta resistansi api dan panas (Shock thermal). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan H2O2 akan memperbesar porositas dan daya serap air sehingga massa jenis akan semakin kecil. Sampel yang sesuai standar SNI 03-0349-1989 berdasarkan pengujian awal adalah sampel dengan komposisi 1,6%. Hasil karakterisasi XRD menunjukan bahwa fase berbentuk amorf dengan intensitas tertinggi diperoleh oleh SiO2 dan hasil karakterisasi mikroskop optik digital menunjukan bahwa ukuran pori dari sampel tidak seragam berkisar antara 1-10 mm. Adapun hasil uji konduktivitas dan resistansi termal berturut-turut yaitu 0,77 W/m ̊K dan 0,02 K.m2/W. Serta uji resistansi api dan panas (shock thermal) menunjukan bahwa sampel dapat bertahan hingga 1300 ̊C. Hal ini menunjukan bahwa geopolimer berpori berbahan dasar abu terbang (Fly Ash) memiliki nilai konduktivitas dan resistansi termal yang rendah dan tahan terhadap suhu tinggi sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan isolasi termal yang baik dan ramah lingkungan.\",\"PeriodicalId\":358896,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika\",\"volume\":\"31 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2020-08-02\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.35580/JSPF.V16I2.15983\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.35580/JSPF.V16I2.15983","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
STUDI TENTANG KONDUKTIVITAS DAN RESISTANSI TERMAL GEOPOLIMER BERPORI BERBASIS ABU TERBANG (FLY ASH)
Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk menyelidiki sifat konduktivitas dan resistansi termalnya. Pembuatan sampel dengan menambahkan agen pembentuk pori (H2O2) ke dalam pasta geopolimer yang diaktivasi menggunakan alkali, dikeringkan (curing) pada suhu 70 ̊C selama 24 jam dan disimpan pada ruang terbuka selama ± 3 hari. Pengujian awal meliputi pengujian porositas, massa jenis dan daya serap air sedangkan pengujian untuk sampel geopolimer berpori sesuai standar SNI 03-0349-1989 terdiri dari X-ray Diffraction, mikroskop optik digital, konduktivitas dan resistansi termal serta resistansi api dan panas (Shock thermal). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan H2O2 akan memperbesar porositas dan daya serap air sehingga massa jenis akan semakin kecil. Sampel yang sesuai standar SNI 03-0349-1989 berdasarkan pengujian awal adalah sampel dengan komposisi 1,6%. Hasil karakterisasi XRD menunjukan bahwa fase berbentuk amorf dengan intensitas tertinggi diperoleh oleh SiO2 dan hasil karakterisasi mikroskop optik digital menunjukan bahwa ukuran pori dari sampel tidak seragam berkisar antara 1-10 mm. Adapun hasil uji konduktivitas dan resistansi termal berturut-turut yaitu 0,77 W/m ̊K dan 0,02 K.m2/W. Serta uji resistansi api dan panas (shock thermal) menunjukan bahwa sampel dapat bertahan hingga 1300 ̊C. Hal ini menunjukan bahwa geopolimer berpori berbahan dasar abu terbang (Fly Ash) memiliki nilai konduktivitas dan resistansi termal yang rendah dan tahan terhadap suhu tinggi sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan isolasi termal yang baik dan ramah lingkungan.