Herybertus Mario Agusto Sabon, I. M. S. Aryanta, Sabarta Sembiring
{"title":"Pengaruh Penggunaan Tepung Limbah Rumput Laut Merah (Euchema Cottonii) Terfermenetasi terhadap Kecernaan Kalsium dan Fosfor pada Ternak Babi Peranakan Landrace Fase Grower","authors":"Herybertus Mario Agusto Sabon, I. M. S. Aryanta, Sabarta Sembiring","doi":"10.57089/jplk.v4i4.1301","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The purpose of this study was to determine the effect of using fermented red seaweed (Euchema cottonii) waste flour in the ration on the consumption and digestibility of calcium and phosphorus in the grower phase of landrace crossbreed pigs. 12 pigs aged 3-5 months with an average initial body weight of 49.1kg, with a coefficient of variance of 25.52%. The design used in this study was a RAK consisting of 4 treatments and 3 replications. The treatments tested is R0: 100% basal ration without fermented seaweed waste flour (control), R1: 95% basal ration + 5% fermented seaweed waste flour, R2: 90% basal ration + 10% fermented seaweed waste flour, R3: 85% basal ration + 15% fermented seaweed waste flour. The variables measured were the consumption and digestibility of calcium and phosporous. ANOVA result show that the treatment had no significant effect (P>0.05) on the consumption of P, and the digestibility of Ca and P, but the consumption of Ca had a significant effect (P <0.05). The results of further tests on Ca consumption showed that treatment R3 had a significant effect (P<0.05) on R0 but had no significant effect (P>0.05) on R1 and R2, treatment R2 had a significant effect (P<0.05) on R0 but did not have a significant effect (P>0.05) on R1, the treatment of R1 had no significant effect (P>0.05) on R0. The conclusion of this study is that the use of fermented seaweed waste flour in rations up to a level of 15% has not been able to affect the increase in P consumption and the digestibility of Ca and P, but at the level of 10-15% it can have an effect on calcium consumption in pigs. \n \nTujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut merah (Euchema cottonii) terfermentasi dalam ransum terhadap konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor babi peranakan landrace fase grower. Ternak babi sebanyak 12 ekor berumur 3-5 bulan, rataan berat badan awal 49,1kg, dengan koefisien varians 25,523%. Rancangan yang digunakan yakni RAK terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji yakmi R0: 100% ransum basal tanpa tepung limbah rumput laut terfermentasi (control), R1: 95% ransum basal + 5% tepung limbah rumput laut terfermentasi, R2: 90% ransum basal + 10% tepung limbah rumput laut terfementasi, R3: 85% ransum basal + 15% tepung limbah rumput laut terfermentasi. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor. Hasil ANOVA menunjukan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi P, dan kecernaan Ca dan P, akan tetapi konsumsi Ca berpengaruh nyata (P<0,05). Hasil uji lanjut terhadap komsumsi Ca menunjukan bahwa perlakuan R3 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap R0 tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap R1 dan R2, perlakuan R2 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap R0 tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap R1, perlakuan R1 berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap R0. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan tepung limbah rumput laut terfermentasi dalam ransum hingga level 15% belum mampu memberikan pengaruh terhadap kenaikan konsumsi P dan kecernaan Ca dan P, namun pada level 10-15% mampu memberikan pengaruh terhadap konsumsi kalsium pada ternak babi.","PeriodicalId":251106,"journal":{"name":"Jurnal Peternakan Lahan Kering","volume":"15 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Peternakan Lahan Kering","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.57089/jplk.v4i4.1301","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
摘要
本试验旨在研究在日粮中添加发酵红藻废粉对地方杂交猪生长期钙、磷的消耗和消化率的影响。试验猪12头,3 ~ 5月龄,平均初始体重49.1kg,方差系数为25.52%。本研究采用RAK设计,包括4个处理和3个重复。试验处理为R0: 100%基础日粮不含发酵海藻废粉(对照),R1: 95%基础日粮+ 5%发酵海藻废粉,R2: 90%基础日粮+ 10%发酵海藻废粉,R3: 85%基础日粮+ 15%发酵海藻废粉。测量的变量是钙和磷的消耗和消化率。方差分析结果表明,各处理对磷的消耗、钙和磷的消化率均无显著影响(P>0.05),但钙的消耗对R1和R2有显著影响(P0.05), R2处理对R1有显著影响(P0.05), R1处理对R0无显著影响(P>0.05)。本研究的结论是,在饲粮中添加15%水平的发酵海藻废粉对磷的消耗和钙、磷的消化率的提高没有影响,但在10-15%水平的发酵海藻废粉对猪的钙消耗有影响。土鹃penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut merah (Euchema cottonii) terfermentasi dalam ransum terhadap konsumsi dan kecernaan kaluman for babi peranakan土生土生植物。Ternak babi sebanyak 12 ekor berumur 3-5 bulan, rataan berat badan awal 49,1kg, dengan koefisien变种25,523%。ranancan yang digunakan yakni RAK terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan。Perlakuan yang diuji yakmi R0: 100% ransum basic tanpa tepung limbaumt tertermenti(对照),R1: 95% ransum basic + 5% tepung limbaumt tertermenti, R2: 90% ransum basic + 10% tepung limbaumt tertermenti, R3: 85% ransum basic + 15% tepung limbaumt tertermenti。变量杨diukur adalah konsumsi dan kekernaan钾丹为。Hasil ANOVA menunjukan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P> 0.05) terhadap konsumsi P, dan keernaan Ca danp, akan tetapi konsumsi Ca berpengaruh nyata (P0,05) terhadap R1和R2, perlakuan R2 berpengaruh nyata (P0,05) terhadap R1, perlakuan berpengaruh tidak nyata (P> 0.05) terhadap R0。kespuldan penelitian ini adalah bahwa penggunaan tepung limbah rumput laut terfermentasi dalam ransum hingga水平15% belum mampu memberikan pengaruh terhadap kenaikan konsumsi P dan kecernaan Ca dan P, namun pada水平10-15% mampu memberikan pengaruh terhadap konsumsi kada ternak babi。
Pengaruh Penggunaan Tepung Limbah Rumput Laut Merah (Euchema Cottonii) Terfermenetasi terhadap Kecernaan Kalsium dan Fosfor pada Ternak Babi Peranakan Landrace Fase Grower
The purpose of this study was to determine the effect of using fermented red seaweed (Euchema cottonii) waste flour in the ration on the consumption and digestibility of calcium and phosphorus in the grower phase of landrace crossbreed pigs. 12 pigs aged 3-5 months with an average initial body weight of 49.1kg, with a coefficient of variance of 25.52%. The design used in this study was a RAK consisting of 4 treatments and 3 replications. The treatments tested is R0: 100% basal ration without fermented seaweed waste flour (control), R1: 95% basal ration + 5% fermented seaweed waste flour, R2: 90% basal ration + 10% fermented seaweed waste flour, R3: 85% basal ration + 15% fermented seaweed waste flour. The variables measured were the consumption and digestibility of calcium and phosporous. ANOVA result show that the treatment had no significant effect (P>0.05) on the consumption of P, and the digestibility of Ca and P, but the consumption of Ca had a significant effect (P <0.05). The results of further tests on Ca consumption showed that treatment R3 had a significant effect (P<0.05) on R0 but had no significant effect (P>0.05) on R1 and R2, treatment R2 had a significant effect (P<0.05) on R0 but did not have a significant effect (P>0.05) on R1, the treatment of R1 had no significant effect (P>0.05) on R0. The conclusion of this study is that the use of fermented seaweed waste flour in rations up to a level of 15% has not been able to affect the increase in P consumption and the digestibility of Ca and P, but at the level of 10-15% it can have an effect on calcium consumption in pigs.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut merah (Euchema cottonii) terfermentasi dalam ransum terhadap konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor babi peranakan landrace fase grower. Ternak babi sebanyak 12 ekor berumur 3-5 bulan, rataan berat badan awal 49,1kg, dengan koefisien varians 25,523%. Rancangan yang digunakan yakni RAK terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diuji yakmi R0: 100% ransum basal tanpa tepung limbah rumput laut terfermentasi (control), R1: 95% ransum basal + 5% tepung limbah rumput laut terfermentasi, R2: 90% ransum basal + 10% tepung limbah rumput laut terfementasi, R3: 85% ransum basal + 15% tepung limbah rumput laut terfermentasi. Variabel yang diukur adalah konsumsi dan kecernaan kalsium dan fosfor. Hasil ANOVA menunjukan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi P, dan kecernaan Ca dan P, akan tetapi konsumsi Ca berpengaruh nyata (P<0,05). Hasil uji lanjut terhadap komsumsi Ca menunjukan bahwa perlakuan R3 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap R0 tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap R1 dan R2, perlakuan R2 berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap R0 tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap R1, perlakuan R1 berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap R0. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan tepung limbah rumput laut terfermentasi dalam ransum hingga level 15% belum mampu memberikan pengaruh terhadap kenaikan konsumsi P dan kecernaan Ca dan P, namun pada level 10-15% mampu memberikan pengaruh terhadap konsumsi kalsium pada ternak babi.