{"title":"从学习者的思维方式中识别出批判性思维能力","authors":"Israini Susanti, Bunga Dara Amin, M. Martawijaya","doi":"10.35580/jspf.v18i3.33873","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan berpikir kritis fisika ditinjau dari gaya berpikir peserta didik. Gaya berpikir yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya berpikir sekuensial konkret, acak konkret, acak abstrak, dan sekuensial abstrak. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas XI SMKN 5 Jeneponto sebanyak 8 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes gaya berpikir, tes kemampuan berpikir kritis fisika dan wawancara. Instrumen gaya berpikir yang digunakan adalah instrumen yang dikembangkan oleh De Porter yang terdiri dari 15 nomor dengan empat pilihan jawaban. Sedangkan untuk kemampuan berpikir kritis peserta didik berupa instrumen tes. Data hasil penelitian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa peserta didik yang memiliki gaya berpikir sekuensial konkret mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 3 yaitu kritis, peserta didik yang mempunyai gaya berpikir sekuensial abstrak mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 2 yaitu cukup kritis, sedangkan peserta didik yang mempunyai gaya berpikir acak konkret mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis yaitu cukup kritis dan kritis, dan peserta didik yang mempunyai gaya berpikir acak abstrak mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 3 yaitu kritis. Kata Kunci: Kemampuan berpikir kritis, gaya berpikir, fisika.","PeriodicalId":358896,"journal":{"name":"Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika","volume":"165 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-05","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS FISIKA DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR PESERTA DIDIK\",\"authors\":\"Israini Susanti, Bunga Dara Amin, M. Martawijaya\",\"doi\":\"10.35580/jspf.v18i3.33873\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan berpikir kritis fisika ditinjau dari gaya berpikir peserta didik. Gaya berpikir yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya berpikir sekuensial konkret, acak konkret, acak abstrak, dan sekuensial abstrak. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas XI SMKN 5 Jeneponto sebanyak 8 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes gaya berpikir, tes kemampuan berpikir kritis fisika dan wawancara. Instrumen gaya berpikir yang digunakan adalah instrumen yang dikembangkan oleh De Porter yang terdiri dari 15 nomor dengan empat pilihan jawaban. Sedangkan untuk kemampuan berpikir kritis peserta didik berupa instrumen tes. Data hasil penelitian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa peserta didik yang memiliki gaya berpikir sekuensial konkret mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 3 yaitu kritis, peserta didik yang mempunyai gaya berpikir sekuensial abstrak mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 2 yaitu cukup kritis, sedangkan peserta didik yang mempunyai gaya berpikir acak konkret mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis yaitu cukup kritis dan kritis, dan peserta didik yang mempunyai gaya berpikir acak abstrak mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 3 yaitu kritis. Kata Kunci: Kemampuan berpikir kritis, gaya berpikir, fisika.\",\"PeriodicalId\":358896,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika\",\"volume\":\"165 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-12-05\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.35580/jspf.v18i3.33873\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.35580/jspf.v18i3.33873","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS FISIKA DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR PESERTA DIDIK
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan berpikir kritis fisika ditinjau dari gaya berpikir peserta didik. Gaya berpikir yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya berpikir sekuensial konkret, acak konkret, acak abstrak, dan sekuensial abstrak. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik Kelas XI SMKN 5 Jeneponto sebanyak 8 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes gaya berpikir, tes kemampuan berpikir kritis fisika dan wawancara. Instrumen gaya berpikir yang digunakan adalah instrumen yang dikembangkan oleh De Porter yang terdiri dari 15 nomor dengan empat pilihan jawaban. Sedangkan untuk kemampuan berpikir kritis peserta didik berupa instrumen tes. Data hasil penelitian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa peserta didik yang memiliki gaya berpikir sekuensial konkret mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 3 yaitu kritis, peserta didik yang mempunyai gaya berpikir sekuensial abstrak mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 2 yaitu cukup kritis, sedangkan peserta didik yang mempunyai gaya berpikir acak konkret mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis yaitu cukup kritis dan kritis, dan peserta didik yang mempunyai gaya berpikir acak abstrak mempunyai tingkat kemampuan berpikir kritis level 3 yaitu kritis. Kata Kunci: Kemampuan berpikir kritis, gaya berpikir, fisika.