女演员:雅加达SCBD女员工安全舒适的公共空间设计

M. Melania, Erwin Fahmi
{"title":"女演员:雅加达SCBD女员工安全舒适的公共空间设计","authors":"M. Melania, Erwin Fahmi","doi":"10.24912/jmstkik.v5i2.12221","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The SCBD area is a high class complex of office spaces and other uses, who has female workers with several levels and categories. The proportion of female to male workers in SCBD is reltively equal, around 47% and 53%. In supporting activities in the area, there has sharing public facilities and infrastructure. The facilities and infrastructure include pedestrians, public toilets, public open area, bus stop, zebra cross, and guardhouse. Women in general and female workers in particular have unique characteristics which made them feelings, they will be sensitive to certain things that can disturb their feelings of security and comfort. Those characteristics also make them vurnerable to crime, including sexual harassment. This especially true for female workers who come home late at night. Security systems, including the lighting system of the area, are among the most important conditions for female workers. Therefore, in the design of  public space at SCBD the need for secure and comfortable spaces for all categories and levels of female workers was also considered. The purpose of this study is to review the appropriate security system in the area, opinion of female workers toward the system, and to formulate future improvement directions.This research is a qualitative research with case study method. Due to the COVID-19 pandemic, part of the data collection process was conducted online. Finding of the study reveal that there are several things that are not fulfilled by the SCBD management  with respect to the needs for secure and comfortable public spaces for female workers. In the future, it is expected that SCBD management will be more sensitive to the specific collective needs and aspiration of female.Keywords: Public Spaces, Gender, SCBD Jakarta, Women WorkersAbstrakKawasan SCBD merupakan kawasan perkantoran kelas atas dan mixed-use di Jakarta. Di dalamnya juga bekerja kaum perempuan dengan berbagai kategori dan tingkatan. Proporsi pekerja perempuan terhadap pekerja laki-laki di kawasan SCBD relatif sama, yakni 47% berbanding 53%. Dalam menunjang kegiatan di dalam kawasan, terdapat sarana dan prasarana publik yang digunakan bersama. Sarana dan prasarana tersebut berupa pedestrian, toilet umum, ruang terbuka publik, halte transportasi publik, zebra cross, dan pos jaga. Perempuan secara umum, dan pekerja perempuan khusus, memiliki karakteristik khas, yang menjadikan mereka peka terhadap hal-hal tertentu yang dapat mengganggu rasa aman dan nyaman mereka. Sementara, karena karakteristiknya tersebut, mereka juga rentan menjadi korban tindak kejahatan dan pelecehan seksual. Para pekerja perempuan yang karena tuntutan pekerjaannya mengharuskan mereka pulang larut malam paling rentan terhadap tindakan kejahatan tersebut. Sistem keamanan, termasuk pencahayaan kawasan yang memadai, penting untuk menjaga para pekerja perempuan. Karena itu, desain ruang publik di kawasan SCBD juga memperhatikan kebutuhan akan keamanan dan kenyamanan bagi berbagai tingkatan pekerja perempuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk me-review sistem keamanan yang berjalan saat ini di kawasan SCBD, pandangan pekerja perempuan terhadap sistem keamanan tersebut, dan merumuskan arah perbaikan ke depan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Karena penelitian dikerjakan pada masa pandemi COVID-19, sebagian proses pengumpulan data dilakukan secara online. Hasil penelitian menemukan bahwa masih ada beberapa hal yang belum dipenuhi pihak pengelola SCBD berkatian dengan kebutuhan rasa aman dan nyaman pada ruang publik. Ke depan, pengelola kawasan SCBD diharapkan dapat lebih peka terhadap kebutuhan khas dan aspirasi para pekerja perempuan secara kolektif.","PeriodicalId":202016,"journal":{"name":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","volume":"12 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-10-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"MENG-EMPU-KAN PEREMPUAN: DESAIN RUANG PUBLIK YANG AMAN DAN NYAMAN BAGI PEKERJA PEREMPUAN DI SCBD - JAKARTA\",\"authors\":\"M. Melania, Erwin Fahmi\",\"doi\":\"10.24912/jmstkik.v5i2.12221\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"The SCBD area is a high class complex of office spaces and other uses, who has female workers with several levels and categories. The proportion of female to male workers in SCBD is reltively equal, around 47% and 53%. In supporting activities in the area, there has sharing public facilities and infrastructure. The facilities and infrastructure include pedestrians, public toilets, public open area, bus stop, zebra cross, and guardhouse. Women in general and female workers in particular have unique characteristics which made them feelings, they will be sensitive to certain things that can disturb their feelings of security and comfort. Those characteristics also make them vurnerable to crime, including sexual harassment. This especially true for female workers who come home late at night. Security systems, including the lighting system of the area, are among the most important conditions for female workers. Therefore, in the design of  public space at SCBD the need for secure and comfortable spaces for all categories and levels of female workers was also considered. The purpose of this study is to review the appropriate security system in the area, opinion of female workers toward the system, and to formulate future improvement directions.This research is a qualitative research with case study method. Due to the COVID-19 pandemic, part of the data collection process was conducted online. Finding of the study reveal that there are several things that are not fulfilled by the SCBD management  with respect to the needs for secure and comfortable public spaces for female workers. In the future, it is expected that SCBD management will be more sensitive to the specific collective needs and aspiration of female.Keywords: Public Spaces, Gender, SCBD Jakarta, Women WorkersAbstrakKawasan SCBD merupakan kawasan perkantoran kelas atas dan mixed-use di Jakarta. Di dalamnya juga bekerja kaum perempuan dengan berbagai kategori dan tingkatan. Proporsi pekerja perempuan terhadap pekerja laki-laki di kawasan SCBD relatif sama, yakni 47% berbanding 53%. Dalam menunjang kegiatan di dalam kawasan, terdapat sarana dan prasarana publik yang digunakan bersama. Sarana dan prasarana tersebut berupa pedestrian, toilet umum, ruang terbuka publik, halte transportasi publik, zebra cross, dan pos jaga. Perempuan secara umum, dan pekerja perempuan khusus, memiliki karakteristik khas, yang menjadikan mereka peka terhadap hal-hal tertentu yang dapat mengganggu rasa aman dan nyaman mereka. Sementara, karena karakteristiknya tersebut, mereka juga rentan menjadi korban tindak kejahatan dan pelecehan seksual. Para pekerja perempuan yang karena tuntutan pekerjaannya mengharuskan mereka pulang larut malam paling rentan terhadap tindakan kejahatan tersebut. Sistem keamanan, termasuk pencahayaan kawasan yang memadai, penting untuk menjaga para pekerja perempuan. Karena itu, desain ruang publik di kawasan SCBD juga memperhatikan kebutuhan akan keamanan dan kenyamanan bagi berbagai tingkatan pekerja perempuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk me-review sistem keamanan yang berjalan saat ini di kawasan SCBD, pandangan pekerja perempuan terhadap sistem keamanan tersebut, dan merumuskan arah perbaikan ke depan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Karena penelitian dikerjakan pada masa pandemi COVID-19, sebagian proses pengumpulan data dilakukan secara online. Hasil penelitian menemukan bahwa masih ada beberapa hal yang belum dipenuhi pihak pengelola SCBD berkatian dengan kebutuhan rasa aman dan nyaman pada ruang publik. Ke depan, pengelola kawasan SCBD diharapkan dapat lebih peka terhadap kebutuhan khas dan aspirasi para pekerja perempuan secara kolektif.\",\"PeriodicalId\":202016,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan\",\"volume\":\"12 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2021-10-30\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.24912/jmstkik.v5i2.12221\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24912/jmstkik.v5i2.12221","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

摘要

SCBD区域是一个高级的办公空间和其他用途的综合体,有几个层次和类别的女性工作者。SCBD中男女员工的比例相对相等,分别为47%和53%。在支持该地区的活动方面,有共享的公共设施和基础设施。设施和基础设施包括行人、公共厕所、公共开放区域、公交车站、斑马线、警卫室。一般来说,女性,尤其是女工,她们有独特的特点,这使她们的感情,她们会敏感的某些事情,可以扰乱她们的安全感和舒适感。这些特点也使她们容易受到犯罪的伤害,包括性骚扰。对于深夜回家的女性员工来说尤其如此。安全系统,包括该地区的照明系统,是女性工人最重要的条件之一。因此,在SCBD的公共空间设计中,还考虑了为所有类别和级别的女工提供安全和舒适的空间的需要。本研究的目的是回顾该地区合适的保障制度,女性职工对制度的意见,并制定未来的改进方向。本研究采用案例研究法进行定性研究。由于2019冠状病毒病大流行,部分数据收集过程在网上进行。研究结果表明,在女性员工对安全舒适的公共空间的需求方面,SCBD管理层有几件事没有得到满足。在未来,预计SCBD的管理将更加敏感的具体集体需求和女性的愿望。关键词:公共空间,性别,雅加达SCBD,女工abstract: kawasan SCBD merupakan kawasan perkantoran kelas atas和雅加达混合用途。Di dalamnya juga bekerja kaum perempuan dengan berbagai kategori dan tingkatan。Proporsi pekerja perempuan terhadap pekerja laki-laki di kawasan SCBD相对样本,yakni 47%, berband 53%。Dalam menunjang kegiatan di Dalam kawasan, terdapat sarana dan prasarana publiclik yang digunakan bersama。Sarana dan prasarana tersebut berupa pedestrian, toilet umum, ruang terbuka public, halte transportasi public,斑马线,danpos jaga。Perempuan secara umum, dan pekerja Perempuan khusus, memiliki karakteristik khas, yang menjadikan mereka peka terhadap hal-hal tertentu yang dapat mengganggu rasa an dannyaman mereka。Sementara, karena karakteristiknya tersebut, mereka juga rentan menjadi korban tindak kejahatan dan peleehan seksual。Para pekerja perempuan yang karena tuntuntan pekerjaannya mengharuskan mereka pulang larut malam paling rentan terhadap tindakan kejajahanan tersebut。系统keamanan, termasuk pencahayaan kawasan yang memadai, penting untuk menjaga para pekerja perempuan。karenitu, desain ruang publik di kawasan SCBD juga成员,kebutuhan akan keamanan kenyamanan bagi berbagai katan pekerja perempuan tersebut。Tujuan penelitian ini adalah untuk -review system keamanan yang berjalan saat ini di kawasan SCBD, pandangan pekerja perempuan terhadap system keamanan tersebut, dan merumuskan arah perbaikan ke depan。Penelitian ini adalah Penelitian质性登根方法研究的原因。Karena penelitian dikerjakan padadmasa COVID-19大流行,塞巴斯蒂安在线处理企鹅数据。Hasil penelitian menemukan bahwa masih ada beberapa haly belum dipenuhi pihak penelola SCBD berkatian dengan kebutuhan rasan dannyaman padrang public。这句话的意思是:“我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。”
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
MENG-EMPU-KAN PEREMPUAN: DESAIN RUANG PUBLIK YANG AMAN DAN NYAMAN BAGI PEKERJA PEREMPUAN DI SCBD - JAKARTA
The SCBD area is a high class complex of office spaces and other uses, who has female workers with several levels and categories. The proportion of female to male workers in SCBD is reltively equal, around 47% and 53%. In supporting activities in the area, there has sharing public facilities and infrastructure. The facilities and infrastructure include pedestrians, public toilets, public open area, bus stop, zebra cross, and guardhouse. Women in general and female workers in particular have unique characteristics which made them feelings, they will be sensitive to certain things that can disturb their feelings of security and comfort. Those characteristics also make them vurnerable to crime, including sexual harassment. This especially true for female workers who come home late at night. Security systems, including the lighting system of the area, are among the most important conditions for female workers. Therefore, in the design of  public space at SCBD the need for secure and comfortable spaces for all categories and levels of female workers was also considered. The purpose of this study is to review the appropriate security system in the area, opinion of female workers toward the system, and to formulate future improvement directions.This research is a qualitative research with case study method. Due to the COVID-19 pandemic, part of the data collection process was conducted online. Finding of the study reveal that there are several things that are not fulfilled by the SCBD management  with respect to the needs for secure and comfortable public spaces for female workers. In the future, it is expected that SCBD management will be more sensitive to the specific collective needs and aspiration of female.Keywords: Public Spaces, Gender, SCBD Jakarta, Women WorkersAbstrakKawasan SCBD merupakan kawasan perkantoran kelas atas dan mixed-use di Jakarta. Di dalamnya juga bekerja kaum perempuan dengan berbagai kategori dan tingkatan. Proporsi pekerja perempuan terhadap pekerja laki-laki di kawasan SCBD relatif sama, yakni 47% berbanding 53%. Dalam menunjang kegiatan di dalam kawasan, terdapat sarana dan prasarana publik yang digunakan bersama. Sarana dan prasarana tersebut berupa pedestrian, toilet umum, ruang terbuka publik, halte transportasi publik, zebra cross, dan pos jaga. Perempuan secara umum, dan pekerja perempuan khusus, memiliki karakteristik khas, yang menjadikan mereka peka terhadap hal-hal tertentu yang dapat mengganggu rasa aman dan nyaman mereka. Sementara, karena karakteristiknya tersebut, mereka juga rentan menjadi korban tindak kejahatan dan pelecehan seksual. Para pekerja perempuan yang karena tuntutan pekerjaannya mengharuskan mereka pulang larut malam paling rentan terhadap tindakan kejahatan tersebut. Sistem keamanan, termasuk pencahayaan kawasan yang memadai, penting untuk menjaga para pekerja perempuan. Karena itu, desain ruang publik di kawasan SCBD juga memperhatikan kebutuhan akan keamanan dan kenyamanan bagi berbagai tingkatan pekerja perempuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk me-review sistem keamanan yang berjalan saat ini di kawasan SCBD, pandangan pekerja perempuan terhadap sistem keamanan tersebut, dan merumuskan arah perbaikan ke depan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Karena penelitian dikerjakan pada masa pandemi COVID-19, sebagian proses pengumpulan data dilakukan secara online. Hasil penelitian menemukan bahwa masih ada beberapa hal yang belum dipenuhi pihak pengelola SCBD berkatian dengan kebutuhan rasa aman dan nyaman pada ruang publik. Ke depan, pengelola kawasan SCBD diharapkan dapat lebih peka terhadap kebutuhan khas dan aspirasi para pekerja perempuan secara kolektif.
求助全文
通过发布文献求助,成功后即可免费获取论文全文。 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信