{"title":"牛油发酵对鸡的生长的影响比雌性蝙蝠还大","authors":"Desna Eunike Tamonob, F. Telupere, J. F. Theedens","doi":"10.57089/jplk.v4i3.1281","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Suatu penelitian pada ayam kampung unggul balitbangtan bertujuan untuk mengetahui dampak dari penggunaan kotoran sapi terfermentasi terhadap bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konvesi ransum. Penelitian ini menggunakan 64 ayam kampung unggul balitbangtan betina yang berumur 8 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan dimana tiap ualangan berisi 4 ekor ayam. Perlakuan yang dicobakan adalah R0: ransum komersial + 0% feses sapi terfermentasi (kontrol), r1: ransum komersial 90% + 10% feses sapi terfermentasi, r2: ransum komersial 80% + 20% feses sapi terfermentasi, r3: ransum komersial 70% + 30% feses sapi terfermentasi. Parameter yang diteliti adalah bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Analisis Varians dan uji lanjut Duncan digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi ransum. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah level substitusi feses sapi terfermentasi yang optimal bagi peningkatan pertumbuhan ayam kampung unggul balitbangtan betina fase pertumbuhan sebelum pubertas adalah 10%.\nA study on Balitbangtan superior village chickens aims to determine the impact of the use of fermented cow feces on body weight, body weight gain, ration consumption and ration conversion. The study used 64 Balitbangtan superior female chickens aged 8 weeks. The experimental design used was a completely randomized design with 4 treatments and 4 replications where each replication contained 4 chickens. The treatments tried were R0: commercial ration + 0% fermented cow feces (control), R1: 90% commercial ration + 10% fermented cow feces, R2: 80% commercial ration + 20% fermented cow feces, R3: 70% commercial ration + 30% fermented cow feces. The variables studied were body weight, body weight gain, ration consumption and ration conversion. Analysis of Variance and Duncan's Multiple Range Test were used to analyze the data. The results showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on body weight gain, ration consumption and ration conversion. In summary, the optimal substitution level of fermented feces for increasing the growth of Balitbangtan superior native chickens before puberty is 10%.","PeriodicalId":251106,"journal":{"name":"Jurnal Peternakan Lahan Kering","volume":"41 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-09-16","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Pengaruh Pemberian Feses Sapi Terfermentasi terhadap Pertumbuhan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan Betina Sebelum Pubertas\",\"authors\":\"Desna Eunike Tamonob, F. Telupere, J. F. Theedens\",\"doi\":\"10.57089/jplk.v4i3.1281\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Suatu penelitian pada ayam kampung unggul balitbangtan bertujuan untuk mengetahui dampak dari penggunaan kotoran sapi terfermentasi terhadap bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konvesi ransum. Penelitian ini menggunakan 64 ayam kampung unggul balitbangtan betina yang berumur 8 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan dimana tiap ualangan berisi 4 ekor ayam. Perlakuan yang dicobakan adalah R0: ransum komersial + 0% feses sapi terfermentasi (kontrol), r1: ransum komersial 90% + 10% feses sapi terfermentasi, r2: ransum komersial 80% + 20% feses sapi terfermentasi, r3: ransum komersial 70% + 30% feses sapi terfermentasi. Parameter yang diteliti adalah bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Analisis Varians dan uji lanjut Duncan digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi ransum. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah level substitusi feses sapi terfermentasi yang optimal bagi peningkatan pertumbuhan ayam kampung unggul balitbangtan betina fase pertumbuhan sebelum pubertas adalah 10%.\\nA study on Balitbangtan superior village chickens aims to determine the impact of the use of fermented cow feces on body weight, body weight gain, ration consumption and ration conversion. The study used 64 Balitbangtan superior female chickens aged 8 weeks. The experimental design used was a completely randomized design with 4 treatments and 4 replications where each replication contained 4 chickens. The treatments tried were R0: commercial ration + 0% fermented cow feces (control), R1: 90% commercial ration + 10% fermented cow feces, R2: 80% commercial ration + 20% fermented cow feces, R3: 70% commercial ration + 30% fermented cow feces. The variables studied were body weight, body weight gain, ration consumption and ration conversion. Analysis of Variance and Duncan's Multiple Range Test were used to analyze the data. The results showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on body weight gain, ration consumption and ration conversion. In summary, the optimal substitution level of fermented feces for increasing the growth of Balitbangtan superior native chickens before puberty is 10%.\",\"PeriodicalId\":251106,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Peternakan Lahan Kering\",\"volume\":\"41 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-09-16\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Peternakan Lahan Kering\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.57089/jplk.v4i3.1281\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Peternakan Lahan Kering","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.57089/jplk.v4i3.1281","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
Pengaruh Pemberian Feses Sapi Terfermentasi terhadap Pertumbuhan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan Betina Sebelum Pubertas
Suatu penelitian pada ayam kampung unggul balitbangtan bertujuan untuk mengetahui dampak dari penggunaan kotoran sapi terfermentasi terhadap bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konvesi ransum. Penelitian ini menggunakan 64 ayam kampung unggul balitbangtan betina yang berumur 8 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan dimana tiap ualangan berisi 4 ekor ayam. Perlakuan yang dicobakan adalah R0: ransum komersial + 0% feses sapi terfermentasi (kontrol), r1: ransum komersial 90% + 10% feses sapi terfermentasi, r2: ransum komersial 80% + 20% feses sapi terfermentasi, r3: ransum komersial 70% + 30% feses sapi terfermentasi. Parameter yang diteliti adalah bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Analisis Varians dan uji lanjut Duncan digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi ransum. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah level substitusi feses sapi terfermentasi yang optimal bagi peningkatan pertumbuhan ayam kampung unggul balitbangtan betina fase pertumbuhan sebelum pubertas adalah 10%.
A study on Balitbangtan superior village chickens aims to determine the impact of the use of fermented cow feces on body weight, body weight gain, ration consumption and ration conversion. The study used 64 Balitbangtan superior female chickens aged 8 weeks. The experimental design used was a completely randomized design with 4 treatments and 4 replications where each replication contained 4 chickens. The treatments tried were R0: commercial ration + 0% fermented cow feces (control), R1: 90% commercial ration + 10% fermented cow feces, R2: 80% commercial ration + 20% fermented cow feces, R3: 70% commercial ration + 30% fermented cow feces. The variables studied were body weight, body weight gain, ration consumption and ration conversion. Analysis of Variance and Duncan's Multiple Range Test were used to analyze the data. The results showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on body weight gain, ration consumption and ration conversion. In summary, the optimal substitution level of fermented feces for increasing the growth of Balitbangtan superior native chickens before puberty is 10%.