{"title":"维生素喂养治疗马郎县Karangploso养牛村养牛骚乱","authors":"Viski Fitri Hendrawan, Aulia Firmawati, Desi Wulansari, Yudit Oktanela, G. Agustina","doi":"10.21776/UB.JNT.2019.002.01.7","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"- Sapi merupakan ternak ruminansia yang sangat potensial di Indonesia. Setiap induk ternak mempunyai tiga kemungkinan status reproduksi yaitu: berada pada kondisi kesuburan yang normal, kondisi kemajiran yang ringan atau infertil, kondisi kemajiran yang tetap atau steril. Infertilitas adalah keadaan dimana derajat kesuburan ternak menurun yang disebabkan oleh adanya gangguan organ reproduksi. Infertil sifatnya sementara dan masih dapat diobati dan bila pengobatan berhasil maka masih dapat bereproduksi kembali . Kemajiran dengan derajat yang berat sifatnya permanen atau steril yaitu berhentinya proses reproduksi secara penuh dan tidak dapat diobati . Banyak faktor yang dapat menyebabkan kemajiran pada ternak khususnya sapi , yang mayoritas merupakan gangguan hormonal terutama hormon reproduksi yang menimbulkan gejala seperti silent heat (birahi tenang) dan subestrus (birahi pendek) disebabkan oleh rendahnya kadar hormon estrogen . S edangkan untuk kasus delayed ovulasi (ovulasi tertunda), anovulasi (kegagalan ovulasi) dan k ista folikuler disebabkan oleh rendahnya kadar hormon gonadotropin (FSH dan LH). Gangguan hormonal tersebut dapat terjadi pada indukan sapi perah berproduksi susu tinggi serta akibat adanya e ndometritis yang berasal dari kelahiran yang tidak normal, seperti : abortus, retensi sekundinarum, kelahiran premature, kelahiran kembar, distokia , atau pun perlukaan saat melakukan pertolongan kelahiran . Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanggulangi gangguan reproduksi sapi serta dapat memperbaiki performa reproduksi sapi dengan melihat peningkatan angka kejadian birahi pada kelompok ternak di Desa Babakan K ecamatan K arangploso K abupaten Malang.","PeriodicalId":236849,"journal":{"name":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","volume":"23 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-03-06","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":"{\"title\":\"Pemberian Vitamin Sebagai Penanganan Gangguan Reproduksi Sapi Kelompok Ternak Desa Babakan, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang\",\"authors\":\"Viski Fitri Hendrawan, Aulia Firmawati, Desi Wulansari, Yudit Oktanela, G. Agustina\",\"doi\":\"10.21776/UB.JNT.2019.002.01.7\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"- Sapi merupakan ternak ruminansia yang sangat potensial di Indonesia. Setiap induk ternak mempunyai tiga kemungkinan status reproduksi yaitu: berada pada kondisi kesuburan yang normal, kondisi kemajiran yang ringan atau infertil, kondisi kemajiran yang tetap atau steril. Infertilitas adalah keadaan dimana derajat kesuburan ternak menurun yang disebabkan oleh adanya gangguan organ reproduksi. Infertil sifatnya sementara dan masih dapat diobati dan bila pengobatan berhasil maka masih dapat bereproduksi kembali . Kemajiran dengan derajat yang berat sifatnya permanen atau steril yaitu berhentinya proses reproduksi secara penuh dan tidak dapat diobati . Banyak faktor yang dapat menyebabkan kemajiran pada ternak khususnya sapi , yang mayoritas merupakan gangguan hormonal terutama hormon reproduksi yang menimbulkan gejala seperti silent heat (birahi tenang) dan subestrus (birahi pendek) disebabkan oleh rendahnya kadar hormon estrogen . S edangkan untuk kasus delayed ovulasi (ovulasi tertunda), anovulasi (kegagalan ovulasi) dan k ista folikuler disebabkan oleh rendahnya kadar hormon gonadotropin (FSH dan LH). Gangguan hormonal tersebut dapat terjadi pada indukan sapi perah berproduksi susu tinggi serta akibat adanya e ndometritis yang berasal dari kelahiran yang tidak normal, seperti : abortus, retensi sekundinarum, kelahiran premature, kelahiran kembar, distokia , atau pun perlukaan saat melakukan pertolongan kelahiran . Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanggulangi gangguan reproduksi sapi serta dapat memperbaiki performa reproduksi sapi dengan melihat peningkatan angka kejadian birahi pada kelompok ternak di Desa Babakan K ecamatan K arangploso K abupaten Malang.\",\"PeriodicalId\":236849,\"journal\":{\"name\":\"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis\",\"volume\":\"23 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2019-03-06\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"3\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.21776/UB.JNT.2019.002.01.7\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Nutrisi Ternak Tropis","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21776/UB.JNT.2019.002.01.7","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
摘要
-牛是印尼最有潜力的ruminansia牛。每个畜牧业都有三种可能的生殖地位:有正常的生育条件,有轻微的出生状况,有稳定的或不育的帐篷状况。不孕是由于生殖器官紊乱导致牲畜生育能力下降的一种状态。地狱是暂时的,仍然可以治疗,如果治疗成功,就可以再生。由于大量无法治疗的生殖过程被完全终止,其严重程度是永久或不育的。许多因素可能导致牛或牛的饥饿,其中大多数是荷尔蒙失调,主要是生殖激素,其症状为“无声热”和“短热”,是由雌激素水平较低引起的。排卵延迟、排卵失败和k禁忌卵泡是由促性腺激素(FSH和LH)水平较低引起的。这种激素干扰可能发生在奶牛大量生产奶制品以及由非自然分娩而产生的e ndometmet关节炎中,比如:abortus、次级再流、产前、双胞胎出生、distokia或分娩时需要支流。这一活动的目的是解决牛的繁殖问题,并通过观察巴基姆K埃卡坦姆K arangploso K abusorb village养牛群组的暴发率增加来提高牛的繁殖性能。
Pemberian Vitamin Sebagai Penanganan Gangguan Reproduksi Sapi Kelompok Ternak Desa Babakan, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang
- Sapi merupakan ternak ruminansia yang sangat potensial di Indonesia. Setiap induk ternak mempunyai tiga kemungkinan status reproduksi yaitu: berada pada kondisi kesuburan yang normal, kondisi kemajiran yang ringan atau infertil, kondisi kemajiran yang tetap atau steril. Infertilitas adalah keadaan dimana derajat kesuburan ternak menurun yang disebabkan oleh adanya gangguan organ reproduksi. Infertil sifatnya sementara dan masih dapat diobati dan bila pengobatan berhasil maka masih dapat bereproduksi kembali . Kemajiran dengan derajat yang berat sifatnya permanen atau steril yaitu berhentinya proses reproduksi secara penuh dan tidak dapat diobati . Banyak faktor yang dapat menyebabkan kemajiran pada ternak khususnya sapi , yang mayoritas merupakan gangguan hormonal terutama hormon reproduksi yang menimbulkan gejala seperti silent heat (birahi tenang) dan subestrus (birahi pendek) disebabkan oleh rendahnya kadar hormon estrogen . S edangkan untuk kasus delayed ovulasi (ovulasi tertunda), anovulasi (kegagalan ovulasi) dan k ista folikuler disebabkan oleh rendahnya kadar hormon gonadotropin (FSH dan LH). Gangguan hormonal tersebut dapat terjadi pada indukan sapi perah berproduksi susu tinggi serta akibat adanya e ndometritis yang berasal dari kelahiran yang tidak normal, seperti : abortus, retensi sekundinarum, kelahiran premature, kelahiran kembar, distokia , atau pun perlukaan saat melakukan pertolongan kelahiran . Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menanggulangi gangguan reproduksi sapi serta dapat memperbaiki performa reproduksi sapi dengan melihat peningkatan angka kejadian birahi pada kelompok ternak di Desa Babakan K ecamatan K arangploso K abupaten Malang.