年代测定法使用了Moorrees方法、Fanning和Hunt对Jember区的男孩和女孩进行了史密斯改造

Fithrie Rasdiana Makruf, D. Apriyono, S. Supriyadi
{"title":"年代测定法使用了Moorrees方法、Fanning和Hunt对Jember区的男孩和女孩进行了史密斯改造","authors":"Fithrie Rasdiana Makruf, D. Apriyono, S. Supriyadi","doi":"10.24198/pjdrs.v6i1.34848","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pendahuluan: Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama di dunia yang merupakan wilayah teritorial yang sangat rawan bencana alam, salah satunya Kabupaten Jember merupakan wilayah rawan bencana ringan hingga sedang. Bencana alam merupakan fenomena alam yang tidak seorangpun mampu memperkirakan kapan terjadinya dan saat terjadinya bencana, kelompok yang paling rentan dalam situasi darurat bencana salah satunya anak sekolah pada fase middle child memiliki kondisi rentan secara psikologis dan sangat bergantung pada pihak-pihak di luar dirinya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan estimasi usia kronologis menggunakan metode Moorrees, Fanning dan Hunt modifikasi Smith pada anak laki-laki dan perempuan. Metode: Pengamatan dengan menganalisis setiap citra radiograf panoramik dan penentuan setiap tahapan perkembangan gigi. Estimasi usia gigi ditentukan sesuai dengan tabel usia tahapan perkembangan metode Moorrees, Fanning dan Hunt (MFH) modifikasi Smith. Data hasil penelitian dilakukan analisis statistik menggunakan uji paired t-test. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan usia kronologis dengan usia gigi sampel perempuan sebanyak 0,49 – 0,86 tahun dengan nilai p<0,05 dan terdapat perbedaan signifikan usia kronologis dengan usia gigi sampel laki-laki sebanyak -0,02 – 1,19 tahun dengan nilai p<0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan estimasi usia kronologis menggunakan metode Moorrees, Fanning dan Hunt modifikasi Smith pada anak laki-laki dan perempuan.Kata kunci: metode Moorrees Fanning Hunt modifikasi Smith; panoramik; anak; usia kronologis ABSTRACTIntroduction: Indonesia is located at the confluence of three major tectonic plates in the world, a territorial area prone to natural disasters, one of which is Jember Regency, an area prone to mild to moderate disasters. Natural disasters are natural phenomena with a slight chance of prediction. In disaster emergencies, one of the most vulnerable groups is school children in the middle child phase, who are psychologically vulnerable and very dependent. The purpose of this study was to analyse differences in the chronological age estimation with Smith’s modified Moorrees, Fanning and Hunt method for male and female children. Methods: Observation by analysing each panoramic radiograph image and determining each stage of tooth development. The estimated tooth age was determined using Smith’s modified Moorrees, Fanning and Hunt (MFH) method according to the developmental stage age table. The research data were statistically analysed using the paired t-test. Results: There was a significant difference in chronological age with the dental age of the female children sample (0.49 – 0.86 years) with a p-value < 0.05, and there is also a significant difference in chronological age with the dental age of the male children sample (-0.02 - 1.19 years) with a p-value < 0.05. Conclusions: There are differences in estimating chronological age with Smith’s modified Moorrees, Fanning and Hunt method for male and female children.Keywords: Smith’s modified Moorrees, Fanning, and Hunt method; panoramic; children; chronological age","PeriodicalId":394272,"journal":{"name":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","volume":"13 1","pages":"0"},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-02-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":"{\"title\":\"Estimasi Usia Kronologis Menggunakan Metode Moorrees, Fanning dan Hunt Modifikasi Smith pada Anak Laki-laki dan Perempuan di Kabupaten Jember\",\"authors\":\"Fithrie Rasdiana Makruf, D. Apriyono, S. Supriyadi\",\"doi\":\"10.24198/pjdrs.v6i1.34848\",\"DOIUrl\":null,\"url\":null,\"abstract\":\"Pendahuluan: Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama di dunia yang merupakan wilayah teritorial yang sangat rawan bencana alam, salah satunya Kabupaten Jember merupakan wilayah rawan bencana ringan hingga sedang. Bencana alam merupakan fenomena alam yang tidak seorangpun mampu memperkirakan kapan terjadinya dan saat terjadinya bencana, kelompok yang paling rentan dalam situasi darurat bencana salah satunya anak sekolah pada fase middle child memiliki kondisi rentan secara psikologis dan sangat bergantung pada pihak-pihak di luar dirinya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan estimasi usia kronologis menggunakan metode Moorrees, Fanning dan Hunt modifikasi Smith pada anak laki-laki dan perempuan. Metode: Pengamatan dengan menganalisis setiap citra radiograf panoramik dan penentuan setiap tahapan perkembangan gigi. Estimasi usia gigi ditentukan sesuai dengan tabel usia tahapan perkembangan metode Moorrees, Fanning dan Hunt (MFH) modifikasi Smith. Data hasil penelitian dilakukan analisis statistik menggunakan uji paired t-test. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan usia kronologis dengan usia gigi sampel perempuan sebanyak 0,49 – 0,86 tahun dengan nilai p<0,05 dan terdapat perbedaan signifikan usia kronologis dengan usia gigi sampel laki-laki sebanyak -0,02 – 1,19 tahun dengan nilai p<0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan estimasi usia kronologis menggunakan metode Moorrees, Fanning dan Hunt modifikasi Smith pada anak laki-laki dan perempuan.Kata kunci: metode Moorrees Fanning Hunt modifikasi Smith; panoramik; anak; usia kronologis ABSTRACTIntroduction: Indonesia is located at the confluence of three major tectonic plates in the world, a territorial area prone to natural disasters, one of which is Jember Regency, an area prone to mild to moderate disasters. Natural disasters are natural phenomena with a slight chance of prediction. In disaster emergencies, one of the most vulnerable groups is school children in the middle child phase, who are psychologically vulnerable and very dependent. The purpose of this study was to analyse differences in the chronological age estimation with Smith’s modified Moorrees, Fanning and Hunt method for male and female children. Methods: Observation by analysing each panoramic radiograph image and determining each stage of tooth development. The estimated tooth age was determined using Smith’s modified Moorrees, Fanning and Hunt (MFH) method according to the developmental stage age table. The research data were statistically analysed using the paired t-test. Results: There was a significant difference in chronological age with the dental age of the female children sample (0.49 – 0.86 years) with a p-value < 0.05, and there is also a significant difference in chronological age with the dental age of the male children sample (-0.02 - 1.19 years) with a p-value < 0.05. Conclusions: There are differences in estimating chronological age with Smith’s modified Moorrees, Fanning and Hunt method for male and female children.Keywords: Smith’s modified Moorrees, Fanning, and Hunt method; panoramic; children; chronological age\",\"PeriodicalId\":394272,\"journal\":{\"name\":\"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students\",\"volume\":\"13 1\",\"pages\":\"0\"},\"PeriodicalIF\":0.0000,\"publicationDate\":\"2022-02-27\",\"publicationTypes\":\"Journal Article\",\"fieldsOfStudy\":null,\"isOpenAccess\":false,\"openAccessPdf\":\"\",\"citationCount\":\"0\",\"resultStr\":null,\"platform\":\"Semanticscholar\",\"paperid\":null,\"PeriodicalName\":\"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students\",\"FirstCategoryId\":\"1085\",\"ListUrlMain\":\"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v6i1.34848\",\"RegionNum\":0,\"RegionCategory\":null,\"ArticlePicture\":[],\"TitleCN\":null,\"AbstractTextCN\":null,\"PMCID\":null,\"EPubDate\":\"\",\"PubModel\":\"\",\"JCR\":\"\",\"JCRName\":\"\",\"Score\":null,\"Total\":0}","platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24198/pjdrs.v6i1.34848","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

摘要

前身:印度尼西亚位于世界上三个主要构造板块的交会点,这些板块是一个高度容易发生自然灾害的地区,其中一个地区是一个温和到中度易发灾害的地区。自然灾害是一种自然现象,没有人能够预测灾难发生的时间和时间,在紧急情况下最脆弱的群体之一,中小阶段的学生,心理上很脆弱,高度依赖外部组织。本研究的目的是利用摩尔瑞斯、范宁和亨特对男孩和女孩的修正,分析年代年代测定的差异。方法:通过分析每个全景x光图像和确定牙齿发育的各个阶段来进行观察。牙齿的年龄估计与Moorrees方法、Fanning和Hunt (MFH)史密斯改良的玉米生长阶段表相确定。研究结果数据使用配对t测试进行统计分析。结果:按时间顺序排列的年龄与女性样本年龄相差0.49—0.86岁,分数为p . 0 . 05;结论:使用Moorrees、Fanning和Hunt修改Smith的男孩和女孩的年代测量方法存在差异。关键词:panoramik;孩子;抽象时代:印度尼西亚对世界上三个主要技术板块的不协调感兴趣,对自然灾害的一区采取采取措施,对自然灾害的一区采取采取行动,对中间派的一区采取行动。自然灾害是一种自然现象,有轻微的预测的机会。在紧急情况下,最脆弱的群体之一是中间阶段的学校儿童,他们在心理上是脆弱和高度依赖的。这项研究的目的是分析史密斯修正的摩尔人、范宁和寻找母儿童的方法。方法:分析每一种无线电图像并确定每一阶段牙齿发展的观察。估计牙已经用史密斯修改的摩尔、范宁和亨特(MFH)方法确定了开发阶段表。研究数据通过最测试进行了统计分析。Results: a有很浓厚,画在chronological牙科时代》时代和女性儿童(0 - 9)样本。49—0。86年)甲p-value < 0。05,和有一个浓厚,画在chronological时代是也和男性儿童牙科时代》(02 - 1比0。19年的样本)和a p-value < 0。05。结果:关于史密斯修改的摩尔人、范宁和寻找母马和母孩子的方法,就有不同的年代计算方法。史密斯修改了摩尔人、范宁和亨特方法;比如全景;儿童;chronological时代
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
Estimasi Usia Kronologis Menggunakan Metode Moorrees, Fanning dan Hunt Modifikasi Smith pada Anak Laki-laki dan Perempuan di Kabupaten Jember
Pendahuluan: Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik utama di dunia yang merupakan wilayah teritorial yang sangat rawan bencana alam, salah satunya Kabupaten Jember merupakan wilayah rawan bencana ringan hingga sedang. Bencana alam merupakan fenomena alam yang tidak seorangpun mampu memperkirakan kapan terjadinya dan saat terjadinya bencana, kelompok yang paling rentan dalam situasi darurat bencana salah satunya anak sekolah pada fase middle child memiliki kondisi rentan secara psikologis dan sangat bergantung pada pihak-pihak di luar dirinya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan estimasi usia kronologis menggunakan metode Moorrees, Fanning dan Hunt modifikasi Smith pada anak laki-laki dan perempuan. Metode: Pengamatan dengan menganalisis setiap citra radiograf panoramik dan penentuan setiap tahapan perkembangan gigi. Estimasi usia gigi ditentukan sesuai dengan tabel usia tahapan perkembangan metode Moorrees, Fanning dan Hunt (MFH) modifikasi Smith. Data hasil penelitian dilakukan analisis statistik menggunakan uji paired t-test. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan usia kronologis dengan usia gigi sampel perempuan sebanyak 0,49 – 0,86 tahun dengan nilai p<0,05 dan terdapat perbedaan signifikan usia kronologis dengan usia gigi sampel laki-laki sebanyak -0,02 – 1,19 tahun dengan nilai p<0,05. Simpulan: Terdapat perbedaan estimasi usia kronologis menggunakan metode Moorrees, Fanning dan Hunt modifikasi Smith pada anak laki-laki dan perempuan.Kata kunci: metode Moorrees Fanning Hunt modifikasi Smith; panoramik; anak; usia kronologis ABSTRACTIntroduction: Indonesia is located at the confluence of three major tectonic plates in the world, a territorial area prone to natural disasters, one of which is Jember Regency, an area prone to mild to moderate disasters. Natural disasters are natural phenomena with a slight chance of prediction. In disaster emergencies, one of the most vulnerable groups is school children in the middle child phase, who are psychologically vulnerable and very dependent. The purpose of this study was to analyse differences in the chronological age estimation with Smith’s modified Moorrees, Fanning and Hunt method for male and female children. Methods: Observation by analysing each panoramic radiograph image and determining each stage of tooth development. The estimated tooth age was determined using Smith’s modified Moorrees, Fanning and Hunt (MFH) method according to the developmental stage age table. The research data were statistically analysed using the paired t-test. Results: There was a significant difference in chronological age with the dental age of the female children sample (0.49 – 0.86 years) with a p-value < 0.05, and there is also a significant difference in chronological age with the dental age of the male children sample (-0.02 - 1.19 years) with a p-value < 0.05. Conclusions: There are differences in estimating chronological age with Smith’s modified Moorrees, Fanning and Hunt method for male and female children.Keywords: Smith’s modified Moorrees, Fanning, and Hunt method; panoramic; children; chronological age
求助全文
通过发布文献求助,成功后即可免费获取论文全文。 去求助
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:481959085
Book学术官方微信