ANALISIS HYBRID CONTRACT PADA PRODUK RAHN EMAS STUDI KASUS PEGADAIAN SYARIAH SOLO BARU (SHARIA STANDARD AAOIFI NO. 19 TAHUN 2004 TENTANG LOAN ATAU QARDH)

Dewi Nurdiana
{"title":"ANALISIS HYBRID CONTRACT PADA PRODUK RAHN EMAS STUDI KASUS PEGADAIAN SYARIAH SOLO BARU (SHARIA STANDARD AAOIFI NO. 19 TAHUN 2004 TENTANG LOAN ATAU QARDH)","authors":"Dewi Nurdiana","doi":"10.31602/iqt.v8i2.7622","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"AAOIFI menyatakan dalam Mikyar (19) ayat (7) tentang qardh bahwa, penggabungan akad ba’i, ijarah, mu’awadah tidak boleh dilakukan dengan akad qardh, seperti dalam produk rahn emas yang saat ini berlaku di pegadaian syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad rahn emas pada pegadaian syariah Solo Baru. Serta menganalisis hybrid contract yang terjadi pada produk tersebut. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan spesifikasi penelitian secara deskriptif analitis. Produk gadai emas syariah (rahn emas) di pegadaian syariah Solo Baru merupakan jenis pembiayaan yang diberikan kepada nasabah dengan jaminan barang gadai berupa emas. Transaksi gadai emas syariah (rahn emas) di pegadaian syariah Solo Baru menggunakan akad qardh, rahn dan ijarah. Adanya qardh sebagai akad awal terjadinya utang-piutang yang menjadi pangkal dari terjadinya gadai (rahn) dimana niat awal nasabah datang ke pegadaian syariah untuk mendapatkan pembiayaan berupa utang dan akad ijarah atas upah penyimpanan emas sebagai jaminan dalam akad rahn yang digadaikan. Bahwa sebenarnya penggabungan akad pada produk rahn emas yang dipraktikkan di pegadaian syariah cabang Solo Baru yang sebelumnya telah dilarang dalam hadits Nabi merupakan suatu keniscayaan. Keberadaan akad ijarah dalam produk ini memiliki tujuan yaitu sebagai kebutuhan dalam menjaga dan memelihara barang yang dijadikan jaminan utang yang telah diberikan oleh pegadaian syariah, sehingga boleh dilakukan. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan penggabungan akad ba’i dan qardh bahwa penggabungan akad tersebut tidak ada kebutuhan, akad bai’ bukan merupakan sesuatu yang dibutuhkan.","PeriodicalId":32214,"journal":{"name":"Jurnal Masharif alSyariah Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah","volume":"43 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Masharif alSyariah Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.31602/iqt.v8i2.7622","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

AAOIFI menyatakan dalam Mikyar (19) ayat (7) tentang qardh bahwa, penggabungan akad ba’i, ijarah, mu’awadah tidak boleh dilakukan dengan akad qardh, seperti dalam produk rahn emas yang saat ini berlaku di pegadaian syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan akad rahn emas pada pegadaian syariah Solo Baru. Serta menganalisis hybrid contract yang terjadi pada produk tersebut. Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan spesifikasi penelitian secara deskriptif analitis. Produk gadai emas syariah (rahn emas) di pegadaian syariah Solo Baru merupakan jenis pembiayaan yang diberikan kepada nasabah dengan jaminan barang gadai berupa emas. Transaksi gadai emas syariah (rahn emas) di pegadaian syariah Solo Baru menggunakan akad qardh, rahn dan ijarah. Adanya qardh sebagai akad awal terjadinya utang-piutang yang menjadi pangkal dari terjadinya gadai (rahn) dimana niat awal nasabah datang ke pegadaian syariah untuk mendapatkan pembiayaan berupa utang dan akad ijarah atas upah penyimpanan emas sebagai jaminan dalam akad rahn yang digadaikan. Bahwa sebenarnya penggabungan akad pada produk rahn emas yang dipraktikkan di pegadaian syariah cabang Solo Baru yang sebelumnya telah dilarang dalam hadits Nabi merupakan suatu keniscayaan. Keberadaan akad ijarah dalam produk ini memiliki tujuan yaitu sebagai kebutuhan dalam menjaga dan memelihara barang yang dijadikan jaminan utang yang telah diberikan oleh pegadaian syariah, sehingga boleh dilakukan. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan penggabungan akad ba’i dan qardh bahwa penggabungan akad tersebut tidak ada kebutuhan, akad bai’ bukan merupakan sesuatu yang dibutuhkan.
AAOIFI在mik亚尔(19)第7节(7节)中指出,在与卡得巴基(al - qal)的合并中,穆阿尤菲(mu ' a容器)不得与卡得卡德(al - qardh)合并,就像今天伊斯兰寺庙中使用的黄金黄金一样。本研究的目的是分析阿卡德·金恩(伊斯兰教法Solo)当铺的应用情况。并分析产品的混合合同。该研究是一种具有分析性描述性研究规范的领域研究。伊斯兰教法最近的伊斯兰当铺(ran gold)产品是一种通过黄金抵押贷款给予客户的融资形式。伊斯兰教法最近的伊斯兰当铺(ran gold)交易使用了卡德·卡塔尔,ran和i劫掠。卡塔尔作为最早的阿卡德人的债务来源,nasabah最初的意图是到伊斯兰当铺获得债务融资,以获得阿卡德的黄金工资作为抵押。阿卡德将伊斯兰教最近被禁止参加先知的圣训的新股本的金“拉恩”(ran gold)合并为圣战,这是一种不可避免的性质。被掠夺的阿卡德人的存在,其目的是为了维护和维护伊斯兰当铺(shared当铺)以保证的债务。这与阿卡德与卡德的合并相比当然是相反的,卡德与卡德的合并是不必要的,阿卡德拜不是必要的。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
1
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书