{"title":"PELATIHAN MANAJEMEN RANTAI PASOK PADA UMKM/IKM ASOSIASI PENGUSAHA ENGINEERING KARAWANG","authors":"Iveline Anne Marie, Amal Witonohadi","doi":"10.25105/akal.v3i1.10253","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"APEK adalah asosiasi pengusaha skala mikro, kecil dan menengah dibidang engineering di Karawang. Untuk meningkatkan kinerja pelaku usaha APEK dibutuhkan pelatihan mengenai manajemen rantai pasok. Tujuan kegiatan PkM adalah untuk memberikan pelatihan manajemen rantai pasok bagi pelaku bisnis UMKM untuk mendapatkan rancangan rantai pasok yang efisien serta mengetahui risiko/gangguan yang terjadi sekaligus aksi pengendalian gangguan yang harus dilakukan. Kegiatan PkM meliputi tahap persiapan dengan melakukan inventarisir permasalahan terkait rantai pasok yang dihadapi oleh UMKM APEK melalui tahapan pengumpulan data awal dengan menggunakan Google Form dengan target responden adalah pelaku UMKM APEK. Berikutnya dilakukan pembuatan modul pelatihan sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan. Mempertimbangkan kondisi pandemik Covid 19, pelaksanaan pelatihan kegiatan PkM dilakukan secara daring. Pelaksanaan kegiatan PkM meliputi ceramah dan diskusi yang menjadi bagian dari kegiatan Pelatihan Manajemen Rantai Pasok meliputi topik Lean dan Risk pada rantai pasok serta Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pemanfaatan Teknologi Additive Manufacturing dalam SCM. Hasil inventarisir permasalahan rantai pasok yang terjadi yang pernah dialami adalah keterlambatan memenuhi order pelanggan, material yang diterima dari supplier tidak sesuai pesanan, adanya keterlambatan dan waktu tunggu material di bea cukai yang menyebabkan adanya biaya overhead warehouse dan produksi tidak dapat dimulai serta supplier yang tidak komit dengan jadwal pengiriman. Berikutnya pengelolaan risiko yang dilakukan adalah dengan memulai kegiatan lebih awal untuk persiapan dan penentuan prioritas untuk kegiatan yang ber-risiko, serta antisipasi keterlambatan penerimaan bahan baku dengan pemberian safety stock.","PeriodicalId":32599,"journal":{"name":"JMKLI Jurnal Manajemen dan Kearifan Lokal Indonesia","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"JMKLI Jurnal Manajemen dan Kearifan Lokal Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.25105/akal.v3i1.10253","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
APEK adalah asosiasi pengusaha skala mikro, kecil dan menengah dibidang engineering di Karawang. Untuk meningkatkan kinerja pelaku usaha APEK dibutuhkan pelatihan mengenai manajemen rantai pasok. Tujuan kegiatan PkM adalah untuk memberikan pelatihan manajemen rantai pasok bagi pelaku bisnis UMKM untuk mendapatkan rancangan rantai pasok yang efisien serta mengetahui risiko/gangguan yang terjadi sekaligus aksi pengendalian gangguan yang harus dilakukan. Kegiatan PkM meliputi tahap persiapan dengan melakukan inventarisir permasalahan terkait rantai pasok yang dihadapi oleh UMKM APEK melalui tahapan pengumpulan data awal dengan menggunakan Google Form dengan target responden adalah pelaku UMKM APEK. Berikutnya dilakukan pembuatan modul pelatihan sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan. Mempertimbangkan kondisi pandemik Covid 19, pelaksanaan pelatihan kegiatan PkM dilakukan secara daring. Pelaksanaan kegiatan PkM meliputi ceramah dan diskusi yang menjadi bagian dari kegiatan Pelatihan Manajemen Rantai Pasok meliputi topik Lean dan Risk pada rantai pasok serta Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Pemanfaatan Teknologi Additive Manufacturing dalam SCM. Hasil inventarisir permasalahan rantai pasok yang terjadi yang pernah dialami adalah keterlambatan memenuhi order pelanggan, material yang diterima dari supplier tidak sesuai pesanan, adanya keterlambatan dan waktu tunggu material di bea cukai yang menyebabkan adanya biaya overhead warehouse dan produksi tidak dapat dimulai serta supplier yang tidak komit dengan jadwal pengiriman. Berikutnya pengelolaan risiko yang dilakukan adalah dengan memulai kegiatan lebih awal untuk persiapan dan penentuan prioritas untuk kegiatan yang ber-risiko, serta antisipasi keterlambatan penerimaan bahan baku dengan pemberian safety stock.