STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL KELURAHAN (Studi Kasus: Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta)
{"title":"STRATEGI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL KELURAHAN (Studi Kasus: Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta)","authors":"Amalia Syauket, Cornelia Evelin Cabui","doi":"10.55745/jpstipan.v12i1.101","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pada penelitian ini, penulis menggunakan strategi manajemen sumber daya manusia dengan alat analisa SWOT, yakni analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh kelurahan dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai negeri sipil. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, ditemukan 4 faktor pendorong dan 4 faktor penghambat, yang didapat dengan melakukan teknik cross cek Triangulasi data. Faktor pendorong sebagai berikut: 1) Jaminan PNS (reward, punisment, remunerasi, gaji, tunjangan); 2)Fasilitas kelurahan yang memadai (via online); 3) Sosialisasi dari RT/RW dan Stakeholder; 4) Pemberdaayan melalui training, partisiapasi masyarakat sperti (baksos). Faktor penghambat sebagai berikut: 1) Rendahnya Sumber daya manusia yang mengatur tentang pelayanan; 2) Sarana prasaranan yang kurang memadai dalam memberikan pelayanan public; 3) Manajmen waktu belum ada; 4) Pengaruh lingkungan Masyarakat.Dari hasil perhitungan dengan melalui 8 tahapan analisa SWOT diketahui bahwa faktor kunci keberhasilan Kelurahan terdapat pada kuadran I dengan posisi 4,9 : 4,88. Strategi yang tepat adalah S – O (Strenghtopportunity) strategi, Meningkatakan jaminan PNS (Reward, punisment, Remunirasi, gaji, tunjangan) untuk pemberdayaan melalui training, partisipasi masyarakat seperti (baksos, seminar, loka karya).","PeriodicalId":30822,"journal":{"name":"Jurnal Studi Pemerintahan","volume":"10 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2017-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Studi Pemerintahan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.55745/jpstipan.v12i1.101","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Pada penelitian ini, penulis menggunakan strategi manajemen sumber daya manusia dengan alat analisa SWOT, yakni analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh kelurahan dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai negeri sipil. Dari hasil penelitian yang peneliti lakukan, ditemukan 4 faktor pendorong dan 4 faktor penghambat, yang didapat dengan melakukan teknik cross cek Triangulasi data. Faktor pendorong sebagai berikut: 1) Jaminan PNS (reward, punisment, remunerasi, gaji, tunjangan); 2)Fasilitas kelurahan yang memadai (via online); 3) Sosialisasi dari RT/RW dan Stakeholder; 4) Pemberdaayan melalui training, partisiapasi masyarakat sperti (baksos). Faktor penghambat sebagai berikut: 1) Rendahnya Sumber daya manusia yang mengatur tentang pelayanan; 2) Sarana prasaranan yang kurang memadai dalam memberikan pelayanan public; 3) Manajmen waktu belum ada; 4) Pengaruh lingkungan Masyarakat.Dari hasil perhitungan dengan melalui 8 tahapan analisa SWOT diketahui bahwa faktor kunci keberhasilan Kelurahan terdapat pada kuadran I dengan posisi 4,9 : 4,88. Strategi yang tepat adalah S – O (Strenghtopportunity) strategi, Meningkatakan jaminan PNS (Reward, punisment, Remunirasi, gaji, tunjangan) untuk pemberdayaan melalui training, partisipasi masyarakat seperti (baksos, seminar, loka karya).