N. Simangunsong, Qurrotu’Aini Besila, Titiek Poerwanti Debora, Margareta Maria Sintorini
{"title":"PENYULUHAN DESAIN TAMAN RUMAH TINGGAL YANG EKOLOGIS DI RW 07 KELURAHAN RAWABUNTU SERPONG, TANGERANG","authors":"N. Simangunsong, Qurrotu’Aini Besila, Titiek Poerwanti Debora, Margareta Maria Sintorini","doi":"10.25105/akal.v3i1.10158","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"A beautiful, healthy and ecological residential garden becomes a dream when returning home after going through the routine of city life which is jammed, dusty with pollution from motor vehicle exhaust. The problem found in BSD Sector 1.3 RW 07 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, South Tangerang is that residential garden designs generally consider aesthetic aspects more so that it is necessary to anticipate residential gardens with a wide range from 15 m2- 28 m2 to become residential gardens that have aesthetic benefits, functional and ecological in order to achieve a healthy environment. The Taman rumah tinggal yang indah sehat dan ekologis menjadi idaman ketika pulang ke rumah setelah melewati rutinitas kehidupan kota yang macet, berdebu dengan polusi dari buangan kendaraan bermotor. Permasalahan yang ditemukan di BSD Sektor 1.3 RW 07 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan adalah disain taman rumah tinggal umumnya lebih mempertimbangkan aspek estetis sehingga perlu mensiasati taman rumah tinggal dengan kisaran luas dari 15 m2- 28 m2 menjadi taman rumah tinggal yang memiliki manfaat estetis, fungsional dan ekologis agar tercapai lingkungan yang sehat. Tujuan kegiatan abdimas ini adalah memberikan wawasan tentang desain taman rumah tinggal yang ekologis serta unsur pembentuknya. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan dalam bentuk daring (zoom) diikuti kelompok pencinta tanaman dan warga. Tim pelaksana mempresentasikan materi tentang manfaat taman rumah tinggal, pemilihan jenis tanaman yang mampu menciptakan iklim mikro, menyerap polusi udara, menjadi habitat satwa; material perkerasan yang ramah lingkungan; proses pembuatan taman dan model desain taman rumah tinggal. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik terbukti dengan banyaknya peserta dan antusias dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Dari pihak mitra ada usulan agar ada kegiatan lanjutan yang berbentuk pelatihan. Setelah kegiatan dilaksanakan, pengetahuan dan wawasan warga dalam memilih jenis tanaman dan menata taman rumah tinggal yang ramah lingkungan meningkat sehingga kualitas lingkungan meningkat. ","PeriodicalId":32599,"journal":{"name":"JMKLI Jurnal Manajemen dan Kearifan Lokal Indonesia","volume":"24 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-02-22","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"JMKLI Jurnal Manajemen dan Kearifan Lokal Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.25105/akal.v3i1.10158","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
A beautiful, healthy and ecological residential garden becomes a dream when returning home after going through the routine of city life which is jammed, dusty with pollution from motor vehicle exhaust. The problem found in BSD Sector 1.3 RW 07 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, South Tangerang is that residential garden designs generally consider aesthetic aspects more so that it is necessary to anticipate residential gardens with a wide range from 15 m2- 28 m2 to become residential gardens that have aesthetic benefits, functional and ecological in order to achieve a healthy environment. The Taman rumah tinggal yang indah sehat dan ekologis menjadi idaman ketika pulang ke rumah setelah melewati rutinitas kehidupan kota yang macet, berdebu dengan polusi dari buangan kendaraan bermotor. Permasalahan yang ditemukan di BSD Sektor 1.3 RW 07 Kelurahan Rawabuntu, Serpong, Tangerang Selatan adalah disain taman rumah tinggal umumnya lebih mempertimbangkan aspek estetis sehingga perlu mensiasati taman rumah tinggal dengan kisaran luas dari 15 m2- 28 m2 menjadi taman rumah tinggal yang memiliki manfaat estetis, fungsional dan ekologis agar tercapai lingkungan yang sehat. Tujuan kegiatan abdimas ini adalah memberikan wawasan tentang desain taman rumah tinggal yang ekologis serta unsur pembentuknya. Pelaksanaan penyuluhan dilakukan dalam bentuk daring (zoom) diikuti kelompok pencinta tanaman dan warga. Tim pelaksana mempresentasikan materi tentang manfaat taman rumah tinggal, pemilihan jenis tanaman yang mampu menciptakan iklim mikro, menyerap polusi udara, menjadi habitat satwa; material perkerasan yang ramah lingkungan; proses pembuatan taman dan model desain taman rumah tinggal. Kegiatan ini mendapatkan respon yang baik terbukti dengan banyaknya peserta dan antusias dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Dari pihak mitra ada usulan agar ada kegiatan lanjutan yang berbentuk pelatihan. Setelah kegiatan dilaksanakan, pengetahuan dan wawasan warga dalam memilih jenis tanaman dan menata taman rumah tinggal yang ramah lingkungan meningkat sehingga kualitas lingkungan meningkat.