Raudlatul Jannah, Agik Nur Efendi, Fithriyah Rahmawati
{"title":"TANÉAN LANJHÂNG: A Reflection of Guyub and Strengthening of Ukhuwah Among Madurese Society","authors":"Raudlatul Jannah, Agik Nur Efendi, Fithriyah Rahmawati","doi":"10.19105/islamuna.v8i2.4414","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"The Madurese tribe has unique, distinctive, and remarkable cultures. It is inseparable from a heterogeneous socio-cultural society. Science, morals, ethics, morals, philosophy of life, social interactions correlate with culture. One of the philosophies in Madurese society that is synergized with livelihoods and kinship values is tanean lanjhang. Tanean lanjhang is a residential space pattern within the Madurese community. The settlement consists of a house yard, kobhung, kitchen, stable, well, and several houses. About 2-10 houses are lined up from west to east and inhabited by people with sibling relationships. As a society that upholds religious values, the concept of tanean lanjhang has a very noble, philosophical meaning and is full of Islamic values either deliberately built or arising from the idea of social interaction in tanean lanjhang. This study aims to describe the philosophical meaning of the tanean lanjhang. This current study used a qualitative- descriptive approach and carried out literature review, observation, and interviews to collect the data. The results showed that tanean lanjhang is a sub-structure of unique community settlement layout and has a noble value from the concept of spatial planning or social interaction, which is manifested in several commendable morals, namely strengthening ukhuwah, caring and respecting people, and cooperation. \nABSTRAK \nSuku Madura memiliki berbagai budaya yang unik, khas, bahkan istimewa. Ilmu pengetahuan, akhlak, etika, moral, falsafah hidup, interaksi sosial sesungguhnya berkorelasi dengan budaya. Salah satu falsafah dalam masyarakat Madura yang bersinergi dengan mata pencaharian dan nilai kekerabatan adalah tanean lanjhang. Tanean lanjhang merupakan konstruksi tata ruang pemukiman yang ada di masyarakat Madura. Pemukiman tersebut terdiri dari sebuah area halaman rumah, kobhung, dapur, kandang, sumur dan rumah rumah yang berjejer dari barat ke timur dengan jumlah 2-10 rumah yang dihuni oleh orang orang dengan hubungan saudara kandung. Sebagai masyarakat yang menjunjung nilai religius, maka konsep dari tanean lanjhang memiliki makna yang sangat luhur, filosofis, dan sarat dengan nilai- nilai keislaman, baik nilai yang sengaja dibangun atau nilai yang timbul dari konsep atau interaksi sosial dalam tanean lanjhang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna filosofis yang ada dalam konsep tanean lanjhang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik Pustaka review, observasi dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanean lanjhangselain sebagai subuah konstruksi tata ruang pemukiman masyarakat yang unik juga memiliki nilai nilai luhur dari konsep tata ruang atau interaksi sosial yang menjadi cerminan konsep kekerabatan masyarakat Madura yang sangat kuat. Sehingga pada akhirnya mampu memperkuat ukhuwah dan memupuk sikap-sikap terpuji seperti sikap peduli, saling menghormati, dan gotong royong.","PeriodicalId":33081,"journal":{"name":"Islamuna Jurnal Studi Islam","volume":"123 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-12-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Islamuna Jurnal Studi Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.19105/islamuna.v8i2.4414","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
The Madurese tribe has unique, distinctive, and remarkable cultures. It is inseparable from a heterogeneous socio-cultural society. Science, morals, ethics, morals, philosophy of life, social interactions correlate with culture. One of the philosophies in Madurese society that is synergized with livelihoods and kinship values is tanean lanjhang. Tanean lanjhang is a residential space pattern within the Madurese community. The settlement consists of a house yard, kobhung, kitchen, stable, well, and several houses. About 2-10 houses are lined up from west to east and inhabited by people with sibling relationships. As a society that upholds religious values, the concept of tanean lanjhang has a very noble, philosophical meaning and is full of Islamic values either deliberately built or arising from the idea of social interaction in tanean lanjhang. This study aims to describe the philosophical meaning of the tanean lanjhang. This current study used a qualitative- descriptive approach and carried out literature review, observation, and interviews to collect the data. The results showed that tanean lanjhang is a sub-structure of unique community settlement layout and has a noble value from the concept of spatial planning or social interaction, which is manifested in several commendable morals, namely strengthening ukhuwah, caring and respecting people, and cooperation.
ABSTRAK
Suku Madura memiliki berbagai budaya yang unik, khas, bahkan istimewa. Ilmu pengetahuan, akhlak, etika, moral, falsafah hidup, interaksi sosial sesungguhnya berkorelasi dengan budaya. Salah satu falsafah dalam masyarakat Madura yang bersinergi dengan mata pencaharian dan nilai kekerabatan adalah tanean lanjhang. Tanean lanjhang merupakan konstruksi tata ruang pemukiman yang ada di masyarakat Madura. Pemukiman tersebut terdiri dari sebuah area halaman rumah, kobhung, dapur, kandang, sumur dan rumah rumah yang berjejer dari barat ke timur dengan jumlah 2-10 rumah yang dihuni oleh orang orang dengan hubungan saudara kandung. Sebagai masyarakat yang menjunjung nilai religius, maka konsep dari tanean lanjhang memiliki makna yang sangat luhur, filosofis, dan sarat dengan nilai- nilai keislaman, baik nilai yang sengaja dibangun atau nilai yang timbul dari konsep atau interaksi sosial dalam tanean lanjhang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna filosofis yang ada dalam konsep tanean lanjhang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik Pustaka review, observasi dan wawancara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanean lanjhangselain sebagai subuah konstruksi tata ruang pemukiman masyarakat yang unik juga memiliki nilai nilai luhur dari konsep tata ruang atau interaksi sosial yang menjadi cerminan konsep kekerabatan masyarakat Madura yang sangat kuat. Sehingga pada akhirnya mampu memperkuat ukhuwah dan memupuk sikap-sikap terpuji seperti sikap peduli, saling menghormati, dan gotong royong.
马杜罗部落有着独特的、与众不同的、非凡的文化。它与一个异质的社会文化社会密不可分。科学、道德、伦理、道德、人生哲学、社会交往都与文化相关。在马杜罗社会中,与生计和亲属价值观协同作用的哲学之一是tanean lanjhang。Tanean lanjhang是马杜罗人社区内的一种居住空间格局。这个定居点包括一个院子、kobhung、厨房、马厩、井和几所房子。大约有2-10座房子从西向东排列,居住着有兄弟姐妹关系的人。作为一个崇尚宗教价值观的社会,坦纳兰羌的概念具有非常高尚的哲学意义,充满了伊斯兰教的价值观,这些价值观要么是刻意建立的,要么是在坦纳兰羌的社会互动理念中产生的。本研究的目的是要描述tanean lanjhang的哲学意义。本研究采用定性-描述性研究方法,并采用文献回顾、观察、访谈等方法收集资料。研究结果表明,天津兰庄是独特的社区聚落布局的子结构,无论从空间规划还是社会互动的概念上看,都具有崇高的价值,体现在强化邻里关系、关爱和尊重人、合作等几个值得称赞的道德品质上。【摘要】苏库·马杜罗(Suku Madura),他的名字叫“贝巴加”,名字叫“贝巴加”,名字叫“贝巴加”。伊木朋格塔寰、阿克拉克、阿克卡、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨、阿克萨。Salah satu falsafah dalam masyarakat Madura yang bersinergi dengan mata penaharian dan nilai kekerabatan adalah tanean lanjhang。Tanean lanjhang merupakan konstruksi tata ruang pemukiman yang ada di masyarakat Madura。佩努克曼特尔斯特尔迪里达里西布阿地区哈拉曼鲁玛,kobhung, dapur, kandang, sumur丹鲁玛,鲁玛,鲁玛杨,berjejer dari barat ke timur dengan jumlah 2-10鲁玛杨,dihuni oleh, orang dengan hubungan saudara kandung。Sebagai masyarakat yang menjunjung nilai religius, maka konsep dari tanean lanjhang memiliki makna yang sangat luhur, filosofis, dan sarat dengan nilai- nilai keislaman, baik nilai yang sengaja dibangunn atau nilai yang timbul dari konsep atau interaksi social dalam tanean lanjhang。Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna filosofis yang ada dalam konsep tanean lanjhang。Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripripf质量和技术的审查,观察丹瓦万卡拉。Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanean lanjhangselain sebagai subbuah konstruksi tanang pemukiman masyarakat yang unik juga memoriliki nilai nilai luhur dari konsep tanang atau interaksi social yang menjadi cermian konsep kekerabatan masyarakat Madura yang sangat kuat。sehinga paada akhirnya mampu memperkuat ukhuwah dan memupuk sikap-sikap terpuji seperti sikap peduli, saling menghormati, dan gotong royong。