{"title":"PERBANDINGAN ESTETIKA WABI SABI PADA HAIKU KARYA MATSUO BASHO DAN MASAOKA SHIKI DALAM BUKU WABI SABI KARYA MARK REIBSTEIN","authors":"N. Rizqiana, Desy Irmayanti","doi":"10.25139/akira.v1i1.5865","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini meneliti tentang perbandingan estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki pada buku Wabi Sabi karya Mark Reibstein. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan estetika wabi sabi pada buku cerita anak Wabi Sabi karya Mark Reibstein yang meliputi, (1) Estetika wabi dan sabi pada haiku karya Matsuo Basho, (2) Estetika wabi dan sabi pada haiku karya Masaoka Shiki, (3) Persamaan dan perbedaan estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, karena menggunakan data deskriptif kata yang berupa media cetak yaitu buku. Penelitian ini diteliti menggunakan teori wabi sabi oleh Beth Kempton dan Kobayashi Hinata. Hasil dari penelitian ini adalah estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho menunjukan kesederhanaan, kesepian, keheningan, nuansa gelap musim gugur, musim dingin, pagi, siang, dan malam hari. Sedangkan estetika wabi sabi pada haiku karya Masaoka Shiki menunjukan kesederhanaan, kesepian, nuansa gelap, musim gugur, tanda-tanda penuaan, dan sore hari. Persamaan yang ditemukan adalah haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki mengandung estetika wabi dan sabi dengan empat haiku karya Matsuo Basho dan lima haiku karya Masaoka Shiki. Persamaan lainnya adalah haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki mengandung keterangan waktu pada musim gugur. Perbedaan yang ditemukan adalah tidak semua haiku karya Matsuo Basho mengandung estetika wabi dan sabi sedangkan haiku karya Masaoka Shiki semuanya mengandung estetika wabi dan sabi. Perbedaan lainnya adalah haiku karya Matsuo Basho lebih mengekspresikan pada situasi yang menggambarkan nuansa Buddha, sedangkan haiku karya Masaoka Shiki lebih berfokus pada kondisi alam. \nKata Kunci: Wabi Sabi; Haiku; Buku","PeriodicalId":34521,"journal":{"name":"ALSUNIYAT","volume":"61 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-05-08","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"ALSUNIYAT","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.25139/akira.v1i1.5865","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini meneliti tentang perbandingan estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki pada buku Wabi Sabi karya Mark Reibstein. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan estetika wabi sabi pada buku cerita anak Wabi Sabi karya Mark Reibstein yang meliputi, (1) Estetika wabi dan sabi pada haiku karya Matsuo Basho, (2) Estetika wabi dan sabi pada haiku karya Masaoka Shiki, (3) Persamaan dan perbedaan estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, karena menggunakan data deskriptif kata yang berupa media cetak yaitu buku. Penelitian ini diteliti menggunakan teori wabi sabi oleh Beth Kempton dan Kobayashi Hinata. Hasil dari penelitian ini adalah estetika wabi sabi pada haiku karya Matsuo Basho menunjukan kesederhanaan, kesepian, keheningan, nuansa gelap musim gugur, musim dingin, pagi, siang, dan malam hari. Sedangkan estetika wabi sabi pada haiku karya Masaoka Shiki menunjukan kesederhanaan, kesepian, nuansa gelap, musim gugur, tanda-tanda penuaan, dan sore hari. Persamaan yang ditemukan adalah haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki mengandung estetika wabi dan sabi dengan empat haiku karya Matsuo Basho dan lima haiku karya Masaoka Shiki. Persamaan lainnya adalah haiku karya Matsuo Basho dan Masaoka Shiki mengandung keterangan waktu pada musim gugur. Perbedaan yang ditemukan adalah tidak semua haiku karya Matsuo Basho mengandung estetika wabi dan sabi sedangkan haiku karya Masaoka Shiki semuanya mengandung estetika wabi dan sabi. Perbedaan lainnya adalah haiku karya Matsuo Basho lebih mengekspresikan pada situasi yang menggambarkan nuansa Buddha, sedangkan haiku karya Masaoka Shiki lebih berfokus pada kondisi alam.
Kata Kunci: Wabi Sabi; Haiku; Buku