M. Khan, Seedy Conteh, Shaiq Ahmad Ghafoorzai, Mohammed Meeran Jasir Mohtashem, Abdul Hai
{"title":"Justifying the Need for Smoothing Tools by Islamic Banks","authors":"M. Khan, Seedy Conteh, Shaiq Ahmad Ghafoorzai, Mohammed Meeran Jasir Mohtashem, Abdul Hai","doi":"10.21154/elbarka.v4i1.2446","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This paper focuses on the positive impacts of using smoothing tools such as Profit Equalisation Reserve or PER and Investment Risk Reserve or IRR to smoothen the rate of return or profit on investments to investment account holders (IAH) of Islamic financial institutions (IFIs). Since the goal of introducing PER and IRR into Islamic banks is to compete with the conventional banking industry, it is a shield used by Islamic banks to protect their risks such as displaced commercial risk (DCR), withdrawal risk (WR), and reputation risk. This is a qualitative review of the positive impacts of using smoothing tools in Islamic financial institutions. One of the major issues highlighted is Islamic banks' sensitivity to the conventional interest rate changes because many Islamic banking products are benchmarked against the conventional interest rate. Moreover, the limited techniques and instruments available to mitigate the rate of return risk also need the regulators' serious attention. Before the use of smoothing tools was restricted by BNM, Islamic banks were allowed to save up until 15% from profit gain. However, in certain circumstances, BNM has allowed IB’s to save up to 30% from profit gains. Hence, smoothing tools like PER and IRR enabled Islamic banks to be competitive and manage their unique risks. This research is focused on the positive aspects of using smoothing tools (STs) and does not cover the negative aspects from the Shari’ah, legal or corporate governance point of view. Since the abandonment of smoothing tools by IFI’s after the instructions of Bank Negara Malaysia (BNM) in 2014, there has not been much debate about the benefits of using STs. Therefore, this paper might provide a spark required to re-ignite the whole debate once again. Penelitian ini berfokus pada dampak positif dari penggunaan alat pemulusan seperti Profit Equalization Reserve (PER) dan Investment Risk Reserve (IRR) untuk memperlancar tingkat pengembalian atau keuntungan investasi kepada investment account holders (IAH) dari Islamic financial institutions (IFIs). Karena tujuan memperkenalkan PER dan IRR ke bank syariah adalah untuk bersaing dengan industri perbankan konvensional, itu adalah perisai yang digunakan oleh bank syariah untuk melindungi risiko mereka seperti displaced commercial risk (DCR), withdrawal risk (WR), dan reputation risk. Penelitian Ini menggunakan tinjauan kualitatif tentang dampak positif penggunaan alat pemulusan di lembaga keuangan Islam. Salah satu isu utama yang disoroti adalah sensitivitas bank syariah terhadap perubahan suku bunga konvensional karena banyak produk perbankan syariah yang dibandingkan dengan suku bunga konvensional. Selain itu, keterbatasan teknik dan instrumen yang tersedia untuk memitigasi risiko tingkat pengembalian juga perlu mendapat perhatian serius dari regulator. Sebelum penggunaan alat pemulusan dibatasi oleh BNM, bank syariah diperbolehkan menabung hingga 15% dari perolehan keuntungan. Namun, dalam keadaan tertentu, BNM mengizinkan IB untuk menghemat hingga 30% dari perolehan keuntungan. Oleh karena itu, alat pemulusan seperti PER dan IRR memungkinkan bank syariah menjadi kompetitif dan mengelola risiko unik mereka. Penelitian ini difokuskan pada aspek positif dari penggunaan smoothing tools (STs) dan tidak mencakup aspek negatif dari sudut pandang syari'ah, hukum atau tata kelola perusahaan. Sejak ditinggalkannya alat pemulusan oleh IFI setelah instruksi Bank Negara Malaysia (BNM) pada tahun 2014, tidak banyak perdebatan tentang manfaat penggunaan STs. Oleh karena itu, tulisan ini mungkin memberikan percikan yang diperlukan untuk menyalakan kembali seluruh perdebatan sekali lagi.","PeriodicalId":34741,"journal":{"name":"El Barka","volume":"80 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-06-09","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"El Barka","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21154/elbarka.v4i1.2446","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
This paper focuses on the positive impacts of using smoothing tools such as Profit Equalisation Reserve or PER and Investment Risk Reserve or IRR to smoothen the rate of return or profit on investments to investment account holders (IAH) of Islamic financial institutions (IFIs). Since the goal of introducing PER and IRR into Islamic banks is to compete with the conventional banking industry, it is a shield used by Islamic banks to protect their risks such as displaced commercial risk (DCR), withdrawal risk (WR), and reputation risk. This is a qualitative review of the positive impacts of using smoothing tools in Islamic financial institutions. One of the major issues highlighted is Islamic banks' sensitivity to the conventional interest rate changes because many Islamic banking products are benchmarked against the conventional interest rate. Moreover, the limited techniques and instruments available to mitigate the rate of return risk also need the regulators' serious attention. Before the use of smoothing tools was restricted by BNM, Islamic banks were allowed to save up until 15% from profit gain. However, in certain circumstances, BNM has allowed IB’s to save up to 30% from profit gains. Hence, smoothing tools like PER and IRR enabled Islamic banks to be competitive and manage their unique risks. This research is focused on the positive aspects of using smoothing tools (STs) and does not cover the negative aspects from the Shari’ah, legal or corporate governance point of view. Since the abandonment of smoothing tools by IFI’s after the instructions of Bank Negara Malaysia (BNM) in 2014, there has not been much debate about the benefits of using STs. Therefore, this paper might provide a spark required to re-ignite the whole debate once again. Penelitian ini berfokus pada dampak positif dari penggunaan alat pemulusan seperti Profit Equalization Reserve (PER) dan Investment Risk Reserve (IRR) untuk memperlancar tingkat pengembalian atau keuntungan investasi kepada investment account holders (IAH) dari Islamic financial institutions (IFIs). Karena tujuan memperkenalkan PER dan IRR ke bank syariah adalah untuk bersaing dengan industri perbankan konvensional, itu adalah perisai yang digunakan oleh bank syariah untuk melindungi risiko mereka seperti displaced commercial risk (DCR), withdrawal risk (WR), dan reputation risk. Penelitian Ini menggunakan tinjauan kualitatif tentang dampak positif penggunaan alat pemulusan di lembaga keuangan Islam. Salah satu isu utama yang disoroti adalah sensitivitas bank syariah terhadap perubahan suku bunga konvensional karena banyak produk perbankan syariah yang dibandingkan dengan suku bunga konvensional. Selain itu, keterbatasan teknik dan instrumen yang tersedia untuk memitigasi risiko tingkat pengembalian juga perlu mendapat perhatian serius dari regulator. Sebelum penggunaan alat pemulusan dibatasi oleh BNM, bank syariah diperbolehkan menabung hingga 15% dari perolehan keuntungan. Namun, dalam keadaan tertentu, BNM mengizinkan IB untuk menghemat hingga 30% dari perolehan keuntungan. Oleh karena itu, alat pemulusan seperti PER dan IRR memungkinkan bank syariah menjadi kompetitif dan mengelola risiko unik mereka. Penelitian ini difokuskan pada aspek positif dari penggunaan smoothing tools (STs) dan tidak mencakup aspek negatif dari sudut pandang syari'ah, hukum atau tata kelola perusahaan. Sejak ditinggalkannya alat pemulusan oleh IFI setelah instruksi Bank Negara Malaysia (BNM) pada tahun 2014, tidak banyak perdebatan tentang manfaat penggunaan STs. Oleh karena itu, tulisan ini mungkin memberikan percikan yang diperlukan untuk menyalakan kembali seluruh perdebatan sekali lagi.
本文侧重于使用平滑工具(如利润均衡准备金或PER和投资风险准备金或IRR)来平滑伊斯兰金融机构(IFIs)的投资账户持有人(IAH)的回报率或利润的积极影响。由于将PER和IRR引入伊斯兰银行的目的是与传统银行业竞争,因此它是伊斯兰银行用来保护其风险(如商业风险转移(DCR)、提款风险(WR)和声誉风险)的盾牌。这是使用平滑工具在伊斯兰金融机构的积极影响的定性审查。其中一个突出的主要问题是伊斯兰银行对传统利率变化的敏感性,因为许多伊斯兰银行产品是以传统利率为基准的。此外,可用于降低收益率风险的有限技术和工具也需要监管机构的认真关注。在国家银行限制使用平滑工具之前,伊斯兰银行被允许从利润中节省15%。然而,在某些情况下,国行允许IB从利润收益中节省高达30%。因此,像PER和IRR这样的平滑工具使伊斯兰银行具有竞争力并管理其独特的风险。本研究侧重于使用平滑工具(STs)的积极方面,而不包括伊斯兰教法、法律或公司治理角度的消极方面。自2014年马来西亚国家银行(BNM)指示IFI放弃平滑工具以来,关于使用STs的好处并没有太多争论。因此,这篇论文可能会再次点燃整个辩论所需的火花。Penelitian ini berfocus pada dampak positif dari penggunaan alat pemulusan seperprofit Equalization Reserve (PER) and Investment Risk Reserve (IRR) untuk成员;Penelitian infocus pada dampak (PER)和Investment Risk Reserve (IRR);金融英语:金融风险(DCR)金融风险(WR)金融风险(DCR)金融风险(WR)金融风险(DCR)金融风险(WR)金融风险(声誉风险)Penelitian Ini menggunakan tinjauan质量,tenitatif tentanpak阳性penggunaan alat pemulusan di lembaga keangan Islam。Salah satu isu utama yang disoroti adalah sensitivas bank ysariah terhadap perubahan suku bunga konvenal karena banyak产品perbankan ysariah yang dibandingkan dengan suku bunga konvenal。Selain itu, keterbatasan技术和仪器,yang tersedia untuk memitigasi - riskka, pengembalalian juga perlu - apat perserius - dari regulator。Sebelum penggunaan alat pemulusan dibatasi oleh BNM,银行伊斯兰教徒diperbolehkan menabung, 15% dari perolehan keuntunan。Namun, dalam keadaan tertentu, BNM menggizinkan IB untuk menghemat hinga 30% dari perolehan keuntunan。Oleh karena, alat pemulusan seperper和IRR menungkinkan银行伊斯兰教徒menjadi竞争对手和menelola visiko unikmerika。Penelitian ini difokuskan pada askpositive dari penggunaan平滑工具(STs) dan tidak menakup asknegative dari sudut pandang syari'ah, hukum atau tata kelola perusaan。2014年1月,马来西亚国家银行(BNM)发布了马来西亚国际金融机构(IFI)发布的公告,并发布了马来西亚国家银行(BNM)发布的公告。Oleh karena itu, tulisan ini mungkin成员,kan percikan yang diperlukan untuk menyalakan kembali seluruh perdebatan sekali lagi。