{"title":"Problematika Tafsir Al-Qur’an di YouTube: Pendakwah Online Indonesia dan Pemahamannya atas Covid-19","authors":"Yusuf Baihaqi, Abdul Matin, Kusnadi Kusnadi","doi":"10.24042/al-dzikra.v17i1.16756","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"AbstractYouTube as a social media video platform that is easily accessible and has a wide reach, is often used to share ideas and thoughts, more so when the Corona pandemic hit the world, including preachers. This article examines the interpretation of preachers on YouTube media about Covid-19. This article employed the descriptive analysis, where the author examined online da'wah material on YouTube, specifically focusing on their Qur'anic interpretation of Covid-19 to be analyzed based on the Qur'anic language approach and interpretation principles. The study of the online Qur'anic interpretation material shows that there are problems with online preachers in interpreting the Qur'an as their response to the Covid-19 outbreak. The author identifies two main factors contributing to the birth of these problems: 1) a partial and non-integrative understanding of the Qur'anic text and 2) limited mastery of the Qur'anic language.Keywords: Covid-19; Interpretation of the Qur'an in Indonesia; Online Dakwah; Problems; YouTube.AbstrakKeberadaan YouTube sebagai sebuah platform video media sosial yang mudah diakses dan memiliki jangkauan yang luas, kerap digunakan untuk berbagi ide, gagasan dan pemikiran, lebih lagi disaat pandemi Corona melanda dunia, tidak terkecuali para pendakwah. Artikel ini mengkaji seputar penafsiran para pendakwah di media YouTube seputar Covid-19. Dalam artikel ini metode yang digunakan adalah deskriptif analitis, penulis menguji materi dakwah online di YouTube, dengan secara khusus fokus kepada penafsiran al-Qur’an mereka atas Covid-19, kemudian menganalisanya berdasarkan pendekatan bahasa al-Qur’an dan kaidah penafsirannya. Kajian atas materi tafsir al-Qur’an online tersebut menunjukkan bahwa terdapat problematika pada pendakwah online dalam menafsirkan al-Qur’an sebagai respon mereka atas wabah Covid-19. Penulis mengindentifikasi dua faktor utama yang berperan menyebabkan lahirnya problematika tersebut. Pertama, pemahaman yang bersifat parsial dan tidak integratif terhadap teks al-Qur’an. Kedua, keterbatasan dalam penguasaan bahasa al-Qur’an.Kata Kunci: Covid-19; Dakwah Online; Problematika; Tafsir Al-Qur’an di Indonesia; YouTube.","PeriodicalId":33144,"journal":{"name":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","volume":"74 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"AlBayan Jurnal Studi AlQuran dan Tafsir","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24042/al-dzikra.v17i1.16756","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
AbstractYouTube as a social media video platform that is easily accessible and has a wide reach, is often used to share ideas and thoughts, more so when the Corona pandemic hit the world, including preachers. This article examines the interpretation of preachers on YouTube media about Covid-19. This article employed the descriptive analysis, where the author examined online da'wah material on YouTube, specifically focusing on their Qur'anic interpretation of Covid-19 to be analyzed based on the Qur'anic language approach and interpretation principles. The study of the online Qur'anic interpretation material shows that there are problems with online preachers in interpreting the Qur'an as their response to the Covid-19 outbreak. The author identifies two main factors contributing to the birth of these problems: 1) a partial and non-integrative understanding of the Qur'anic text and 2) limited mastery of the Qur'anic language.Keywords: Covid-19; Interpretation of the Qur'an in Indonesia; Online Dakwah; Problems; YouTube.AbstrakKeberadaan YouTube sebagai sebuah platform video media sosial yang mudah diakses dan memiliki jangkauan yang luas, kerap digunakan untuk berbagi ide, gagasan dan pemikiran, lebih lagi disaat pandemi Corona melanda dunia, tidak terkecuali para pendakwah. Artikel ini mengkaji seputar penafsiran para pendakwah di media YouTube seputar Covid-19. Dalam artikel ini metode yang digunakan adalah deskriptif analitis, penulis menguji materi dakwah online di YouTube, dengan secara khusus fokus kepada penafsiran al-Qur’an mereka atas Covid-19, kemudian menganalisanya berdasarkan pendekatan bahasa al-Qur’an dan kaidah penafsirannya. Kajian atas materi tafsir al-Qur’an online tersebut menunjukkan bahwa terdapat problematika pada pendakwah online dalam menafsirkan al-Qur’an sebagai respon mereka atas wabah Covid-19. Penulis mengindentifikasi dua faktor utama yang berperan menyebabkan lahirnya problematika tersebut. Pertama, pemahaman yang bersifat parsial dan tidak integratif terhadap teks al-Qur’an. Kedua, keterbatasan dalam penguasaan bahasa al-Qur’an.Kata Kunci: Covid-19; Dakwah Online; Problematika; Tafsir Al-Qur’an di Indonesia; YouTube.
摘要youtube作为一个易于访问且覆盖面广的社交媒体视频平台,经常被用来分享想法和想法,尤其是当冠状病毒大流行袭击世界时,包括传教士。本文考察了YouTube媒体上传教士对Covid-19的解释。本文采用描述性分析的方法,作者考察了YouTube上的在线da'wah材料,特别关注他们对Covid-19的古兰经解释,并根据古兰经的语言方法和解释原则进行分析。对网络《古兰经》解读材料的研究表明,网络宣教者在解读《古兰经》作为应对新冠疫情时存在问题。作者确定了导致这些问题产生的两个主要因素:1)对《古兰经》文本的片面和不完整的理解;2)对《古兰经》语言的掌握有限。关键词:Covid-19;《古兰经》在印尼的解读在线Dakwah;问题;YouTube。[摘要]YouTube平台视频媒体社交媒体杨木达·杨木达·杨木达·杨木达,kerap digunakan untuk berbagi ide, gagasan dan pemikiran, lebih lagi disaat大流行性肺炎melanda dunia, tidak terkecuali para pendakwah。Artikel ini mengkaji seputar penafsiran para pendakwah di media YouTube seputar Covid-19。dam artikel ini方法yang digunakan adalah deskritif分析,penulis menguji materi dakwah online di YouTube, dengan secara khusus khusus keppada penafsiran al- quan mereka atas covid, kemudian menganalisanya berdasarkan pendekatan bahasa al- quan dan kaidah penafsiannya。在新冠肺炎疫情期间,卡巴多尼亚人对《古兰经》作出了反应,但在新冠肺炎疫情期间,卡巴多尼亚人对《古兰经》作出了反应。Penulis mengentientika是一种特殊的因子,可以用来表示一种特殊的因子,也可以表示一种特殊的因子。Pertama, pemahaman, yang,是一种综合性的、综合性的古兰经。Kedua, keterbatasan dalam penguasaan bahasa al- quuran。Kata Kunci: Covid-19;Dakwah在线;Problematika;印尼古兰经教官;YouTube。