PENANAMAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KEBERAGAMAAN PESERTA DIDIK

Sulpi Affandy
{"title":"PENANAMAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KEBERAGAMAAN PESERTA DIDIK","authors":"Sulpi Affandy","doi":"10.15575/ATH.V2I2.3391","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Lokal genius, indigenious knowledge atau local wisdom dapat digali secara ilmiah dari produk kultural dengan interpretasi yang mendalam. Sebagai produk kultural, tradisi budaya mengandung berbagai hal yang menyangkut hidup dan kehidupan komunitas pemiliknya, misalnya sistem nilai, kepercayaan dan agama. Kaidah-kaidah sosial dan etos kerja, bahkan cara bagaimana dinamika sosial itu berlangsung, dengan kata lain, tradisi budaya sebagai warisan leluhur mengandung kearifan lokal (local wisdom) yang dapat dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat untuk membentuk kedamaian dan meningkatkan kesejahteraan. Dalam kaitannya dengan kearifan lokal, setiap bangsa atau suku bangsa memiliki sumber yang berbeda dalam pembentukan karakter (character building) generasi penerus bangsanya.Kearifan lokal budaya Sunda yang kaya dengan nilai-nilai positif perlu ditransformasi pada generasi muda melalui pendidikan secara kontinyu dan terus mengalami proses reflektif agar kearifan lokal budaya sunda bisa mendorong karakter sunda yang unggul sehingga pada akhirnya setiap siswa memiliki kecakapan hidup (life skill) yang dibutuhkan dalam kehidupan mereka pada jamannya.Keberagamaan atau religiusitas merupakan tingkat pengetahuan, keyakinan, pelaksanaan dan penghayatan seseorang atas ajaran agama yang diyakininya, atau suatu sikap penyerahan diri kepada suatu kekuatan yang ada di luar dirinya yang diwujudkan dalam aktivitas dan perilaku individu sehari-hari. Dalam pendapat lain Keberagamaan (religiusity) adalah perilaku yang bersumber langsung atau tidak langsung kepada nas. Di pihak lain, keberagamaan menunjuk pada rangkaian perbuatan, perilaku dan kegiatan orang beriman yang telah melaksanakan ajaran tersebut, di dalam kehidupan konkret mereka.Perilaku keberagamaan merupakan respon dari realitas mutlak sesuai dengan konsep Joachim Wach atau imam Abu al-Hasan al-Asy’ary. Untuk mewujudkan satuan perilaku beragama diperlukan suatu proses panjang ynag menyangkut dimensi kemanusiaan baik pada aspek kejiwaan, perorangan maupun kehidupan kelompok. Unsur ini disimpulkan dari sifat ajaran agama yang menjangkau keseluruhan hidup manusia, karena manusia memiliki dimensi kejiwaan perorangan atua kelompok.Untuk meningkatkan keberagamaan peserta didik perlu didukung dengan kaitan wawasan, sikap keberagamaan peserta didik dan juga pembiasaan program yang menanamkan nilai-nilai keberagamaan tersebut. Sehingga nantinya diketahui apakah wawasan peserta didik yang luas akan ilmu agama memastikannya untuk bersikap dan berprilaku yang menunjukkan keberagamaan yang baik.","PeriodicalId":33438,"journal":{"name":"Atthulab Islamic Religion Teaching and Learning Journal","volume":"13 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-02-23","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"25","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Atthulab Islamic Religion Teaching and Learning Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.15575/ATH.V2I2.3391","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 25

Abstract

Lokal genius, indigenious knowledge atau local wisdom dapat digali secara ilmiah dari produk kultural dengan interpretasi yang mendalam. Sebagai produk kultural, tradisi budaya mengandung berbagai hal yang menyangkut hidup dan kehidupan komunitas pemiliknya, misalnya sistem nilai, kepercayaan dan agama. Kaidah-kaidah sosial dan etos kerja, bahkan cara bagaimana dinamika sosial itu berlangsung, dengan kata lain, tradisi budaya sebagai warisan leluhur mengandung kearifan lokal (local wisdom) yang dapat dimanfaatkan dalam pemberdayaan masyarakat untuk membentuk kedamaian dan meningkatkan kesejahteraan. Dalam kaitannya dengan kearifan lokal, setiap bangsa atau suku bangsa memiliki sumber yang berbeda dalam pembentukan karakter (character building) generasi penerus bangsanya.Kearifan lokal budaya Sunda yang kaya dengan nilai-nilai positif perlu ditransformasi pada generasi muda melalui pendidikan secara kontinyu dan terus mengalami proses reflektif agar kearifan lokal budaya sunda bisa mendorong karakter sunda yang unggul sehingga pada akhirnya setiap siswa memiliki kecakapan hidup (life skill) yang dibutuhkan dalam kehidupan mereka pada jamannya.Keberagamaan atau religiusitas merupakan tingkat pengetahuan, keyakinan, pelaksanaan dan penghayatan seseorang atas ajaran agama yang diyakininya, atau suatu sikap penyerahan diri kepada suatu kekuatan yang ada di luar dirinya yang diwujudkan dalam aktivitas dan perilaku individu sehari-hari. Dalam pendapat lain Keberagamaan (religiusity) adalah perilaku yang bersumber langsung atau tidak langsung kepada nas. Di pihak lain, keberagamaan menunjuk pada rangkaian perbuatan, perilaku dan kegiatan orang beriman yang telah melaksanakan ajaran tersebut, di dalam kehidupan konkret mereka.Perilaku keberagamaan merupakan respon dari realitas mutlak sesuai dengan konsep Joachim Wach atau imam Abu al-Hasan al-Asy’ary. Untuk mewujudkan satuan perilaku beragama diperlukan suatu proses panjang ynag menyangkut dimensi kemanusiaan baik pada aspek kejiwaan, perorangan maupun kehidupan kelompok. Unsur ini disimpulkan dari sifat ajaran agama yang menjangkau keseluruhan hidup manusia, karena manusia memiliki dimensi kejiwaan perorangan atua kelompok.Untuk meningkatkan keberagamaan peserta didik perlu didukung dengan kaitan wawasan, sikap keberagamaan peserta didik dan juga pembiasaan program yang menanamkan nilai-nilai keberagamaan tersebut. Sehingga nantinya diketahui apakah wawasan peserta didik yang luas akan ilmu agama memastikannya untuk bersikap dan berprilaku yang menunjukkan keberagamaan yang baik.
本土智慧价值观灌输,以促进学习者的多样性行为
当地的天才,非凡的知识或地方智慧,可以用深入的解释从文化产品中科学地发掘出来。作为一种文化产品,文化传统包含了与社区所有者的生活和生活相关的东西,如价值观、信仰和宗教体系。换句话说,社会规范和职业道德,甚至是社会动态的运作方式,都包含了当地的智慧,这些智慧可以利用社会的力量来建立和平与繁荣。就当地的智慧而言,每个国家或民族在塑造国家的性格方面都有不同的来源。当地有丰富的巽他语文化的智慧用积极的价值观需要连续地通过改变年轻一代的教育和继续受到当地文化的智慧巽他深思熟虑的过程才能最终迫使优越的巽他性格每个学生都有资格生活(life)时代在他们的生活中需要的技能。宗教信仰的多样性是一个人对他所信仰的宗教教义的知识、信仰、实践和沉思的程度,或一个人对一种超越他在日常活动和行为中表现出来的权力的投降态度。另一种观点认为,宗教多样性是一种直接或间接向nas提供的行为。另一方面,多样性指的是在他们具体的生活中执行这一教义的忠实信徒的一系列行为、行为和活动。多样性行为是对现实完全符合约阿希姆·瓦赫(Joachim Wach)或伊玛目阿布·哈桑(Abu al-Hasan al- dj ary)概念的回应。要使宗教行为成为一个单一的过程,需要一个长期的过程,涉及到人类的精神层面、个人和群体生活。这种元素是根据宗教教义的本质推断出来的,这种教义涵盖了人类的整个生命,因为人类有个体的精神层面。为了增加学习者的多样性,需要在洞察力、学习者的多样性态度以及灌输这种多样性价值观的项目的运用上得到支持。因此,人们后来发现,学习者对宗教科学的广泛见解是否确保了表现出良好多样性的行为和行为。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
6
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书