{"title":"PUBLIC NARRATION AND MOSLEM COMMUNITY PARTICIPATION TOWARD THE LIVING ENVIRONMENT MANAGEMENT IN BUKITTINGGI","authors":"Januar Januar, Eka Rizal","doi":"10.30983/islam_realitas.v5i1.970","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"<p>The increasing and spreading of population in Bukittinggi emerges several environmental problem, such as; the population density above 500 people per hectare, air pollution, traffic congestion, limited sources of clean water, limited green space for the people, poor sanitation, and drainage, and the poor of city planning and construction. One of the crucial issues of environmental management is the low participation and awareness of the community on the waste management even they are the strong adheres of religion beliefs and culture. How the public narration and opinion on the awareness of preserving the environment so that it affects the participation of the Muslim communities on the environmental management is a phenomenon that will be answered in this study. This qualitative study has found that the narration of Muslim community awareness does not affect their participation on the environmental management, especially community-based waste in Bukittinggi City, which in general has not been going properly. There are other factors outside of the religious awareness and cultural factors in the lack of community participation, such as, the implementation of regulations and environmental policies and the absence of certain planning in the management of community-based solid waste management because of several obstacles including the lack of community awareness, the absence of waste management and limited funding processing.</p><p> </p><p class=\"abstrak\"><em>Pertambahan</em><em> </em><em>jumlah</em><em> </em><em>dan penyebaran penduduk di Kota Bukittinggi menimbulkan persoalan lingkungan seperti; kepadatan jumlah penduduk di atas 500 jiwa per hektar, polusi udara, kemacetan lalu lintas, </em><em> terbatasnya sumber </em><em>a</em><em>i</em><em>r </em><em> </em><em>bersih/minum, terbatasnya ruang terbuka hijau bagi warga, buruknya sanitasi dan drainase, serta jeleknya penataan kota dan pembangunan. Salah satu persoalan krusial dalam pengelolaan lingkungan</em><em> seperti</em><em> persoalan sampah</em><em> adalah rendahnya partisipasi dan kesadaran masyarakat yang notabenenya kuat menganut keyakinan agama dan kultur budaya</em><em>.</em><em> Bagaimana narasi dan opini masyarakat terhadap kesadaran menjaga lingkungan sehingga mempengaruhi partisipasi masyarakat Muslim dalam pengelolaan lingkungan hidup merupakan fenomena yang akan dijawab dalam penelitian ini</em><em>. Penelitian Kualitatif ini </em><em>telah </em><em>menemukan bahwa </em><em>narasi tentang kesadaran masyarakat Muslim tidak mempengaruhi partisipasi mereka </em><em>dalam</em><em> pengelolaan lingkungan terutama sa</em><em>m</em><em>pah berbasis masyarakat di </em><em>K</em><em>ota Bukittinggi</em><em> yang</em><em> secara umum belum berjalan dengan baik</em><em>. Ada faktor lain diluar faktor kesadaran beragama dan kultur budaya dalam rendahnya partisipasi masyarakat seperti belum terlaksananya peraturan dan kebijakan lingkungan, bahkan ditambah</em><em> </em><em>belum</em><em> </em><em>ada</em><em>n</em><em>ya</em><em> </em><em>pe</em><em>r</em><em>encanaan khusus dalam management pengelolaan sa</em><em>m</em><em>pah berbasis masyarakat </em><em>k</em><em>a</em><em>r</em><em>ena beberapa kendala diantaranya minimnya kesadaran masyarakat, tidak ada</em><em>n</em><em>ya te</em><em>m</em><em>pat pengelolaan sa</em><em>m</em><em>pah dan keterbatasan biaya pengolahan.</em></p>","PeriodicalId":33314,"journal":{"name":"Islam Realitas Journal of Islamic Social Studies","volume":"30 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2019-07-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Islam Realitas Journal of Islamic Social Studies","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.30983/islam_realitas.v5i1.970","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
The increasing and spreading of population in Bukittinggi emerges several environmental problem, such as; the population density above 500 people per hectare, air pollution, traffic congestion, limited sources of clean water, limited green space for the people, poor sanitation, and drainage, and the poor of city planning and construction. One of the crucial issues of environmental management is the low participation and awareness of the community on the waste management even they are the strong adheres of religion beliefs and culture. How the public narration and opinion on the awareness of preserving the environment so that it affects the participation of the Muslim communities on the environmental management is a phenomenon that will be answered in this study. This qualitative study has found that the narration of Muslim community awareness does not affect their participation on the environmental management, especially community-based waste in Bukittinggi City, which in general has not been going properly. There are other factors outside of the religious awareness and cultural factors in the lack of community participation, such as, the implementation of regulations and environmental policies and the absence of certain planning in the management of community-based solid waste management because of several obstacles including the lack of community awareness, the absence of waste management and limited funding processing.
Pertambahanjumlahdan penyebaran penduduk di Kota Bukittinggi menimbulkan persoalan lingkungan seperti; kepadatan jumlah penduduk di atas 500 jiwa per hektar, polusi udara, kemacetan lalu lintas, terbatasnya sumber air bersih/minum, terbatasnya ruang terbuka hijau bagi warga, buruknya sanitasi dan drainase, serta jeleknya penataan kota dan pembangunan. Salah satu persoalan krusial dalam pengelolaan lingkungan seperti persoalan sampah adalah rendahnya partisipasi dan kesadaran masyarakat yang notabenenya kuat menganut keyakinan agama dan kultur budaya. Bagaimana narasi dan opini masyarakat terhadap kesadaran menjaga lingkungan sehingga mempengaruhi partisipasi masyarakat Muslim dalam pengelolaan lingkungan hidup merupakan fenomena yang akan dijawab dalam penelitian ini. Penelitian Kualitatif ini telah menemukan bahwa narasi tentang kesadaran masyarakat Muslim tidak mempengaruhi partisipasi mereka dalam pengelolaan lingkungan terutama sampah berbasis masyarakat di Kota Bukittinggi yang secara umum belum berjalan dengan baik. Ada faktor lain diluar faktor kesadaran beragama dan kultur budaya dalam rendahnya partisipasi masyarakat seperti belum terlaksananya peraturan dan kebijakan lingkungan, bahkan ditambahbelumadanyaperencanaan khusus dalam management pengelolaan sampah berbasis masyarakat karena beberapa kendala diantaranya minimnya kesadaran masyarakat, tidak adanya tempat pengelolaan sampah dan keterbatasan biaya pengolahan.
武吉丁吉人口的增长和扩散产生了几个环境问题,例如;人口密度超过每公顷500人,空气污染,交通拥堵,清洁水源有限,人们的绿色空间有限,卫生条件差,排水系统差,城市规划和建设差。环境管理的关键问题之一是社会对废物管理的参与度和认知度较低,即使他们是宗教信仰和文化的强烈坚持。公众对环境保护意识的叙述和意见如何影响穆斯林社区对环境管理的参与是本研究将回答的一个现象。本定性研究发现,穆斯林社区意识的叙述并不影响他们对环境管理的参与,特别是武吉廷吉市社区垃圾管理总体上进行得不太好。在缺乏社区参与方面,除了宗教意识和文化因素之外,还有其他因素,例如条例和环境政策的执行,以及由于社区意识不足、缺乏废物管理和资金处理有限等若干障碍,在管理社区固体废物管理方面缺乏某些规划。Pertambahan jumlah dan penyebaran penduduk di Kota bukittingi menimbulkan persoan lingkungan seperti;Kepadatan jumlah penduduk di data每公顷500吉瓦,polusi udara, kemacetan lalu lintas, terbatasnya sumber air bersih/minum, terbatasnya runang terbuka hijau bagi warga, buruknya sanitasi Dan drainase, serta jeleknya penataan kota Dan pembangunan。Salah satu,个人,krusial dalam, pengelolaan, lingkungan,个人,sampah, adalah, rendahnya, partisipasi, kesadaran, masyarakat, yang, tabenenya, kuat, menganut, keyakan, agama, dan,文化,budaya。这句话的意思是:“我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是,我的意思是。”Penelitian Kualitatif ini menemukan bawa narasi tentenang kesadaran masyarakat穆斯林titikak mempengaruhi partisipasi mereka dalam pengelolaan lingkungan terutama sampah berbasis masyarakat di Kota Bukittinggi yang secara umum beluman berjalan dengan baik。Ada faktor (Ada faktor) (Ada faktor), (Ada faktor), (Ada faktor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor), (Ada fakor)