{"title":"Mitos Putri Tidur dan Inferioritas Perempuan dalam Relasi Percintaan pada Novel Sleepaholic Jatuh Cinta Karya Astrid Zeng","authors":"Tania Intan, Vincentia Tri Handayani","doi":"10.21009/arif.021.05","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Penelitian ini bertujuan mendiskusikan mitos putri tidur dan inferioritas perempuan dalam novel bergenre amore yang berjudul Sleepaholic Jatuh Cinta (2010) karya Astrid Zeng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos putri tidur dieksplorasi pengarang untuk memperkuat gagasan tentang ketergantungan perempuan pada laki-laki. Inferioritas perempuan dilandasi oleh stereotip gender yang menempatkan laki-laki sebagai sosok yang kuat, mandiri, dan berkarakter pahlawan. Inferioritas perempuan ditunjukkan melalui kesediaannya mengalah dan menjadi pelayan serta korban penindasan di dalam relasi percintaan. Upaya pengarang untuk mengonstruksi protagonis perempuan sebagai sosok pemberontak dalam menghadapi opresi yang menimpanya dinilai tidak cukup memadai.","PeriodicalId":32599,"journal":{"name":"JMKLI Jurnal Manajemen dan Kearifan Lokal Indonesia","volume":"21 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-08-31","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"JMKLI Jurnal Manajemen dan Kearifan Lokal Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21009/arif.021.05","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0
Abstract
Penelitian ini bertujuan mendiskusikan mitos putri tidur dan inferioritas perempuan dalam novel bergenre amore yang berjudul Sleepaholic Jatuh Cinta (2010) karya Astrid Zeng. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kajian gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitos putri tidur dieksplorasi pengarang untuk memperkuat gagasan tentang ketergantungan perempuan pada laki-laki. Inferioritas perempuan dilandasi oleh stereotip gender yang menempatkan laki-laki sebagai sosok yang kuat, mandiri, dan berkarakter pahlawan. Inferioritas perempuan ditunjukkan melalui kesediaannya mengalah dan menjadi pelayan serta korban penindasan di dalam relasi percintaan. Upaya pengarang untuk mengonstruksi protagonis perempuan sebagai sosok pemberontak dalam menghadapi opresi yang menimpanya dinilai tidak cukup memadai.