MUSHOLA SEBAGAI RUANG PUBLIK DALAM MENINGKATKAN NILAI TOLERANSI ANTAR SESAMA UMAT MUSLIM DI KLAKAH, LUMAJANG

Arinda Nuril Mustinka
{"title":"MUSHOLA SEBAGAI RUANG PUBLIK DALAM MENINGKATKAN NILAI TOLERANSI ANTAR SESAMA UMAT MUSLIM DI KLAKAH, LUMAJANG","authors":"Arinda Nuril Mustinka","doi":"10.19109/jia.v22i1.9019","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Toleransi merupakan bentuk sikap menghargai adanya bentuk perbedaan dari diri individu satu dengan individu lainnya. Secara umum perbedaan yang terdapat di tengah – tengah kehidupan masyarakt sosial yaitu adanya perbedaan agama, ras, budaya dan suku. Akan tetapi dengan sesama umat muslim yang memiliki kesamaan atas agama yang dipeluk-pun masih terdapat perbedaan seperti adanya perbedaan sudut pandang dari masing – masing umat muslim. Dalam meminimalisir akan adanya perbedaan maka dibutuhkannya ruang publik yang diperuntukan untuk umat muslim. Salah satu ruang publik yang dapat digunakan untuk meningkatkan toleransi antar umat muslim yaitu dengan diadakannya sebuah pengajian di mushola yang merupakan ruang publik bagi umat muslim. Pengajian sendiri merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan setiap seminggu sekali di desa Klakah. Dalam kegiatan pengajian akan memunculkan berbagai macam topik perbincangan setelah acara inti mengaji bersama dilakukan, sehingga dengan adanya topik perbincangan tersebut mampu meminimalisir akan adanya perbedaan diantara sesama umat muslim. Tujuan penelitian ini guna menganalisis peran dari mushola sebagai ruang publik dengan adanya acara pengajian dalam meningkatkan toleransi diantara sesama umat muslim di desa Klakah. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap informan. Teori yang digunakan yaitu teori ruang publik oleh Jurgen Habermas. Hasil sementara akan penelitian ini yaitu dengan ruang publik yang meruapakan tempat atau wadah yang digunakan untuk memberikan pendapat ataupun opini secara bebas dapat mampu mengurangi akan perbedaan pandangan. Hal tersebut juga berkaitan dengan mushola sebagai ruang publik yang memberikan wadah para jemaah pengajian untuk memberikan pendapatnya dan meminimalisir perbedaan pendapat ataupun sudut pandang mengenai topik keagaamaan.","PeriodicalId":33347,"journal":{"name":"Dharmasmrti","volume":"57 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2021-06-30","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Dharmasmrti","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.19109/jia.v22i1.9019","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Toleransi merupakan bentuk sikap menghargai adanya bentuk perbedaan dari diri individu satu dengan individu lainnya. Secara umum perbedaan yang terdapat di tengah – tengah kehidupan masyarakt sosial yaitu adanya perbedaan agama, ras, budaya dan suku. Akan tetapi dengan sesama umat muslim yang memiliki kesamaan atas agama yang dipeluk-pun masih terdapat perbedaan seperti adanya perbedaan sudut pandang dari masing – masing umat muslim. Dalam meminimalisir akan adanya perbedaan maka dibutuhkannya ruang publik yang diperuntukan untuk umat muslim. Salah satu ruang publik yang dapat digunakan untuk meningkatkan toleransi antar umat muslim yaitu dengan diadakannya sebuah pengajian di mushola yang merupakan ruang publik bagi umat muslim. Pengajian sendiri merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan setiap seminggu sekali di desa Klakah. Dalam kegiatan pengajian akan memunculkan berbagai macam topik perbincangan setelah acara inti mengaji bersama dilakukan, sehingga dengan adanya topik perbincangan tersebut mampu meminimalisir akan adanya perbedaan diantara sesama umat muslim. Tujuan penelitian ini guna menganalisis peran dari mushola sebagai ruang publik dengan adanya acara pengajian dalam meningkatkan toleransi diantara sesama umat muslim di desa Klakah. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap informan. Teori yang digunakan yaitu teori ruang publik oleh Jurgen Habermas. Hasil sementara akan penelitian ini yaitu dengan ruang publik yang meruapakan tempat atau wadah yang digunakan untuk memberikan pendapat ataupun opini secara bebas dapat mampu mengurangi akan perbedaan pandangan. Hal tersebut juga berkaitan dengan mushola sebagai ruang publik yang memberikan wadah para jemaah pengajian untuk memberikan pendapatnya dan meminimalisir perbedaan pendapat ataupun sudut pandang mengenai topik keagaamaan.
穆霍拉是一个公共空间,旨在促进穆斯林同胞之间的容忍价值
宽容是一种对不同自我的欣赏。一般来说,社会差异存在于宗教、种族、文化和部落差异的社会生活中。然而,对于一个与其他穆斯林有相似之处的穆斯林来说,仍然存在着与每个穆斯林观点不同的差异。减少差异需要公共空间来容纳穆斯林。增加穆斯林对彼此容忍的公共空间之一是在穆斯林的布道中举行的布道。这种布道本身就是每周在喇叭村举行一次的活动。在布道活动中,在核心会议的联合讨论之后,布道活动会引发各种各样的话题,这样对话的主题就能将穆斯林同胞之间的差异降到最低。这项研究的目的是分析穆苏拉作为公共空间的作用,以及布道活动在促进波霍亚村穆斯林同胞之间的容忍方面的作用。所进行的研究方法是通过定性的方法和对告密者的采访。尤尔根·哈伯马斯(Jurgen Habermas)使用的公共空间理论。这项研究的暂时结果是,公共空间破坏了发表意见或自由意见的地方或容器,可以减少不同意见。这也与musholah有关,它是一个公共空间,为会众提供提供意见的容器,并尽量减少对宗教主题的不同意见或观点。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
12 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书