PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI NARAPIDANA KASUS KORUPSI

Siti Fadhillah Asy-Syari
{"title":"PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI NARAPIDANA KASUS KORUPSI","authors":"Siti Fadhillah Asy-Syari","doi":"10.15575/ATH.V4I1.2862","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pendidikan agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita kelas IIA adalah program dari seksi Narapidana dan Anak Didik (BINADIK) yang dilaksanakan oleh Susbi Bimbingan Kesehatan Masyarakat dan Perawatan (BIMKEMASWAT) dalam upaya terapi untuk membentuk kepribadian narapidana yang sesuai norma kehidupan beragama. \nPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pelaksanaan pendidikan agama Islam bagi narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Wanita kelas IIA, proses pelaksanaan pendidikan agama Islam bagi narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Wanita kelas IIA, dan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan agama Islam bagi narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Wanita kelas IIA. \nPenelitian ini berdasarkan kerangka pemikirannya menjelaskan Lembaga Pemasyarakatan, pelaksanaan pendidikan agama Islam, dan narapidana kasus korupsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode wawancara, observasi/pengamatan, catatan lapangan dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data dengan penafsiran deskriptif. \nHasil penelitian yang dilakukan penulis dapat disampaikan yaitu: Pertama, perencanaan pelaksanaan pendidikan agama Islam terdiri dari identifikasi kebutuhan warga binaan, tujuan pendidikan Islam, penyusunan program, penetapan bahan materi, penggunaan fasilitas dan yang terakhir waktu kegiatan pelaksanaan. Kedua, proses pelaksanaan pendidikan agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan telah dijadwalkan oleh pihak lapas dengan mendatangkan tenaga pendidik/da’i untuk mengisi tausyiah, pesantren shalihah, tahsin Qur’an dan tadabur Qur’an yang dijadwalkan dari hari senin sampai hari sabtu setiap pagi pukul 07.30 sampai dengan 11.30. adapun materi yang disampaikan terdiri dari materi aqidah, ibadah dan akhlak. Ketiga, faktor pendukungnya tenaga pendidik/dai yang diisi oleh pihak instasi dan berbagai komunitas, seperti pihak kantor Kementrian Agama Kota Bandung, MTQ (Majelis Tadabur Qur’an), Muslimah berkah dan Shuffah Indonesia. Faktor penghambatnya adalah sarana yang selalu terfocus di aula serba guna sehingga situasi dan kondisinya bising, karena sering terganggu dengan pemanggilan kunjungan dari keluarga warga binaan dan disibukan dengan aktifitas merajut.","PeriodicalId":33438,"journal":{"name":"Atthulab Islamic Religion Teaching and Learning Journal","volume":"318 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2018-07-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Atthulab Islamic Religion Teaching and Learning Journal","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.15575/ATH.V4I1.2862","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Pendidikan agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita kelas IIA adalah program dari seksi Narapidana dan Anak Didik (BINADIK) yang dilaksanakan oleh Susbi Bimbingan Kesehatan Masyarakat dan Perawatan (BIMKEMASWAT) dalam upaya terapi untuk membentuk kepribadian narapidana yang sesuai norma kehidupan beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan pelaksanaan pendidikan agama Islam bagi narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Wanita kelas IIA, proses pelaksanaan pendidikan agama Islam bagi narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Wanita kelas IIA, dan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan agama Islam bagi narapidana kasus korupsi di Lembaga Pemasyarakatan Wanita kelas IIA. Penelitian ini berdasarkan kerangka pemikirannya menjelaskan Lembaga Pemasyarakatan, pelaksanaan pendidikan agama Islam, dan narapidana kasus korupsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode wawancara, observasi/pengamatan, catatan lapangan dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisis data dengan penafsiran deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan penulis dapat disampaikan yaitu: Pertama, perencanaan pelaksanaan pendidikan agama Islam terdiri dari identifikasi kebutuhan warga binaan, tujuan pendidikan Islam, penyusunan program, penetapan bahan materi, penggunaan fasilitas dan yang terakhir waktu kegiatan pelaksanaan. Kedua, proses pelaksanaan pendidikan agama Islam di Lembaga Pemasyarakatan telah dijadwalkan oleh pihak lapas dengan mendatangkan tenaga pendidik/da’i untuk mengisi tausyiah, pesantren shalihah, tahsin Qur’an dan tadabur Qur’an yang dijadwalkan dari hari senin sampai hari sabtu setiap pagi pukul 07.30 sampai dengan 11.30. adapun materi yang disampaikan terdiri dari materi aqidah, ibadah dan akhlak. Ketiga, faktor pendukungnya tenaga pendidik/dai yang diisi oleh pihak instasi dan berbagai komunitas, seperti pihak kantor Kementrian Agama Kota Bandung, MTQ (Majelis Tadabur Qur’an), Muslimah berkah dan Shuffah Indonesia. Faktor penghambatnya adalah sarana yang selalu terfocus di aula serba guna sehingga situasi dan kondisinya bising, karena sering terganggu dengan pemanggilan kunjungan dari keluarga warga binaan dan disibukan dengan aktifitas merajut.
对腐败囚犯实施伊斯兰教教育
伊斯兰女惩教所(IIA primary)的宗教教育是一个由罪犯和儿童组成的部门,由Susbi公共卫生和治疗指导(bimmen - wat)执行,旨在塑造符合宗教规范的囚犯人格。本研究旨在探讨规划执行伊斯兰宗教教育阶级妇女监狱腐败案的犯人来说,他对伊斯兰宗教教育,执行过程腐败案的犯人在监狱他班的女人,和伊斯兰宗教教育因素和执行抑制剂对腐败案的犯人在监狱他班的女人。这项研究是基于他解释监狱、伊斯兰教教育和腐败囚犯的思想基础。本研究采用定性方法进行案例研究类型。在数据收集过程中,作者使用采访、观察/观察、现场记录和文档的方法。而通过描述性的解释来分析数据。作者可以提交的研究结果是:首先,规划伊斯兰教教育的目的包括确定binaan公民的需求、伊斯兰教育的目的、规划、材料分配、设施使用以及活动的最后期限。第二,监狱当局安排了伊斯兰教教育的执行过程,他们请教育家/检察官来填写tausyyis、shalihah pesanh、tahsin Qur和tadabur Qur,从周一到每天早上6:30到11.30。至于所献的材料,是由阿奇达材料、崇拜和道德组成的。第三,支持论坛教育工作者的因素包括国内和社区,如万隆市宗教事务部办公室、MTQ、穆斯林祝福和印度尼西亚Shuffah。停顿的因素是经常集中在多功能大厅里,那里的情况和条件很吵,因为人们经常接到电话,要求参加编织活动。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
6
审稿时长
16 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书