Dwi Wulandari, Ledistar Sumin Naibaho, Lia Amanda Putri, Beata Melati Senja Kirana, Dimas Ganang Ardhianto, Ahmad Haidar
{"title":"Pelaksanaan Pembelajaran Seni Rupa di Masa Pandemi Covid-19: Studi Kasus TK/RA Ma’Arif Candran","authors":"Dwi Wulandari, Ledistar Sumin Naibaho, Lia Amanda Putri, Beata Melati Senja Kirana, Dimas Ganang Ardhianto, Ahmad Haidar","doi":"10.21831/jpa.v11i1.42029","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Seni rupa merupakan bahasa pertama anak dan salah satu sarana yang menghubungkan anak dengan lingkungan di sekitarnya. Pembelajaran seni rupa untuk anak-anak menjadi aspek penting bagi dunia pendidikan. Sayangnya, kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembatasan sosial ketat telah membawa tantangan tersendiri bagi pelaksanaan pendidikan khususnya pembelajaran seni rupa. Penelitian ini berusaha menganalisis secara etnografis pelaksanaan pembelajaran seni rupa selama pandemi Covid-19 dengan menitik-beratkan aspek sosio-kultural subjek penelitian yaitu TK/RA Ma’arif Candran. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Melalui model analisis data interaktif, disimpulkan bahwa RA Ma’Arif Candran tetap melaksanakan pembelajaran secara luring termasuk pembelajaran seni rupa selama masa pandemi Covid-19 menyesuaikan dengan kondisi dan aturan yang ditetapkan pemerintah. Seluruh aktivitas pembelajaran dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Pelaksanaan pembelajaran seni rupa di masa pandemi Covid-19 tidak sebebas pelaksanaan pada kondisi normal. Interaksi guru dan anak tidak seideal yang diharapkan. Meskipun pembelajaran berjalan dengan relatif kondusif, hasil pembelajaran seni rupa yang dilaksanakan juga dirasa oleh guru tidak bisa optimal. Inovasi- invovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran seni rupa dalam situasi yang mengharuskan pembatasan sosial masih sangat diperlukan.","PeriodicalId":31720,"journal":{"name":"AlAthfal Jurnal Pendidikan Anak","volume":"211 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2022-05-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"2","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"AlAthfal Jurnal Pendidikan Anak","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21831/jpa.v11i1.42029","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 2
Abstract
Seni rupa merupakan bahasa pertama anak dan salah satu sarana yang menghubungkan anak dengan lingkungan di sekitarnya. Pembelajaran seni rupa untuk anak-anak menjadi aspek penting bagi dunia pendidikan. Sayangnya, kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pembatasan sosial ketat telah membawa tantangan tersendiri bagi pelaksanaan pendidikan khususnya pembelajaran seni rupa. Penelitian ini berusaha menganalisis secara etnografis pelaksanaan pembelajaran seni rupa selama pandemi Covid-19 dengan menitik-beratkan aspek sosio-kultural subjek penelitian yaitu TK/RA Ma’arif Candran. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Melalui model analisis data interaktif, disimpulkan bahwa RA Ma’Arif Candran tetap melaksanakan pembelajaran secara luring termasuk pembelajaran seni rupa selama masa pandemi Covid-19 menyesuaikan dengan kondisi dan aturan yang ditetapkan pemerintah. Seluruh aktivitas pembelajaran dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Pelaksanaan pembelajaran seni rupa di masa pandemi Covid-19 tidak sebebas pelaksanaan pada kondisi normal. Interaksi guru dan anak tidak seideal yang diharapkan. Meskipun pembelajaran berjalan dengan relatif kondusif, hasil pembelajaran seni rupa yang dilaksanakan juga dirasa oleh guru tidak bisa optimal. Inovasi- invovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran seni rupa dalam situasi yang mengharuskan pembatasan sosial masih sangat diperlukan.
视觉艺术是孩子们的第一语言,也是将孩子与周围环境联系起来的工具之一。为儿童学习美术成为教育的一个重要方面。不幸的是,要求严格社会限制的Covid-19大流行状况给实施教育,尤其是美术学习带来了独特的挑战。该研究旨在分析Covid-19大流行期间艺术学习的民族主题,重点是学术界的社会文化方面,研究对象是TK/RA Ma - arif烛光。数据是通过文件、采访和观察收集的。通过交互式数据分析模型,研究人员认为,在柯维-19大流行期间,辅助烛光继续以一种透明的方式进行研究,包括美术学习,并符合政府规定的条件和规则。所有的学习活动都是在严格的健康协议下进行的。Covid-19大流行期间的形象学习不如正常情况下的自由。老师和孩子的互动远没有预期的那么理想。虽然学习进展相对顺利,但教师也觉得所进行的视觉艺术学习也不可能是最理想的。创新——在需要社会限制的情况下,可以提高视觉艺术学习的质量。