Kritik Kemanusiaan: Menghayati Novel Perempuan Bersampur Merah, Memaknai Kasus Pembantaian Dukun Santet di Banyuwangi

Heru SP Saputra
{"title":"Kritik Kemanusiaan: Menghayati Novel Perempuan Bersampur Merah, Memaknai Kasus Pembantaian Dukun Santet di Banyuwangi","authors":"Heru SP Saputra","doi":"10.21009/arif.022.05","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Artikel ini bertujuan mendiskusikan dimensi sosiologis novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru, khususnya terkait kritik kemanusiaan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Hasil kajian menunjukkan bahwa karya fiksi ini mengingatkan kembali memori kehidupan sosial dan budaya terkait pembantaian dukun santet tahun 1998 di Banyuwangi, berupa mediasi estetis dengan mengaktifkan memori historis, baik individu maupun kelompok yang mengalaminya secara langsung atau tidak langsung. Pengarang mengemas narasi dengan budaya lokal, termasuk berbagai tradisi seperti tradisi Gredhoan, ritual Kebo-keboan, hingga tari Gandrung, serta penggunaan selingan bahasa Using. Dalam novel ini, intensi pengarang dapat ditafsirkan sebagai bentuk perlawanan terhadap kasus pembantaian yang lebih didasari oleh prasangka. Ideologi pengarang dapat dimaknai sebagai gugatan terhadap penegakan hukum dan hak asasi manusia. Melalui novel ini, pengarang melakukan kritik kemanusiaan, bahwa pembantaian dukun merupakan perilaku anti-kemanusiaan.","PeriodicalId":32599,"journal":{"name":"JMKLI Jurnal Manajemen dan Kearifan Lokal Indonesia","volume":"213 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2023-02-28","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"JMKLI Jurnal Manajemen dan Kearifan Lokal Indonesia","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21009/arif.022.05","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Artikel ini bertujuan mendiskusikan dimensi sosiologis novel Perempuan Bersampur Merah karya Intan Andaru, khususnya terkait kritik kemanusiaan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Hasil kajian menunjukkan bahwa karya fiksi ini mengingatkan kembali memori kehidupan sosial dan budaya terkait pembantaian dukun santet tahun 1998 di Banyuwangi, berupa mediasi estetis dengan mengaktifkan memori historis, baik individu maupun kelompok yang mengalaminya secara langsung atau tidak langsung. Pengarang mengemas narasi dengan budaya lokal, termasuk berbagai tradisi seperti tradisi Gredhoan, ritual Kebo-keboan, hingga tari Gandrung, serta penggunaan selingan bahasa Using. Dalam novel ini, intensi pengarang dapat ditafsirkan sebagai bentuk perlawanan terhadap kasus pembantaian yang lebih didasari oleh prasangka. Ideologi pengarang dapat dimaknai sebagai gugatan terhadap penegakan hukum dan hak asasi manusia. Melalui novel ini, pengarang melakukan kritik kemanusiaan, bahwa pembantaian dukun merupakan perilaku anti-kemanusiaan.
对人类的批评:对穿红衣服的女性小说进行内化,谴责对板鱼王萨满的巫术屠杀
这篇文章的目的是讨论安东尼·金丹鲁(Intan Andaru)的《红参女性小说的社会学维度,尤其是对人类批判的研究。方法是一种与文学社会学方法的定性方法。这项研究表明,这部小说唤起了1998年在板鱼网(Banyuwangi)被驱魔的社会和文化生活的记忆,这是一种通过激活直接或间接经历过的个人或群体的历史记忆来实现审美美。作者在当地的故事中加入了当地的文化,包括Gredhoan传统、欺骗仪式、Gandrung舞蹈以及工具对话等传统。在本小说中,作者的意图可以被解释为对带有偏见的屠杀案件的一种抵抗。作者的意识形态可能作为对执法和人权的控诉而被起诉。通过这本小说,作者对人类的批判,萨满的屠杀是一种反人类的行为。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
0
审稿时长
5 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书