KONDISI SOSIO-HISTORIS DIBALIK TEKS PENGHARAMAN RIBA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEGAWAI BANK KONVENSIONAL

Dulsukmi Kasim
{"title":"KONDISI SOSIO-HISTORIS DIBALIK TEKS PENGHARAMAN RIBA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEGAWAI BANK KONVENSIONAL","authors":"Dulsukmi Kasim","doi":"10.24014/JHI.V20I1.8059","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Tulisan ini berupaya menyingkap kondisi sosio historis dibalik hadirnya teks-teks riba  dalam   Al-Qur’an  dan  Sunnah  serta  implikasinya  terhadap  pegawai  Bank Konvensional. Berdasar perspektif sabab nuzu>l ayat-ayat riba ternyata pelaku utama praktek ribawi pra dan pasca Islam  adalah kaum Yahudi. Setelah ayat 275 turun, umat  Yahudi  yang  sudah  beriman  menarik  pokok  harta  dan  meninggalkan  sisa ribanya.  Aktornya  adalah  empat  bersaudara  dari  Bani  Tsaqif   yakni  Mas’ud, Abdiyalail, Habib, dan Rabi’ah. Keempatnya kemudian menuntut  pokok hartanya saja  pada Bani  Mugirah.  Tapi  Bani  Mugirah  mengeluh  dan  meminta  dispensasi tambahan waktu  sampai dapat  kelapangan. Karena keempatnya  enggan memberi tunda, turunlah ayat 280 agar mereka mau memberi tunda. Bila habis masa tunda dan mereka tetap  kesulitan,  ayat  280 meminta  mereka merelakan saja utang  itu sebagai sedekah. Dalam perspektif sabab wuru>d,  konteks yang  disentuh oleh teks hadis lebih banyak riba fadhl (jual-beli) meski juga ada riwayat yang menyentuh riba nasi’ah.  Pelaku  ribanya  rata-rata  adalah  sahabat  Anshar  dan  Muhajirin.  Seperti konteks ayat di atas, setelah itu para Sahabat beraubat. Bila konteks tersebut dipakai melihat  aktifitas  perbankan  modern  sebenarnya  bank  dapat  dioperasikan  tanpa menggantungkan  diri  pada bunga.  Bukankah  empat  bersaudara  dari  Bani  Tsaqif yakni Mas’ud, Abdiyalail, Habib, dan Rabi’ah  yang  mengutangkan  uang  kepada Bani Mugirah mampu meninggalkan sisa riba mereka setelah ayat 278 dan 279 surah al-Baqarah turun? Bahkan, umat Yahudi yang sudah beriman pun segera menarik pokok  harta  dan  meninggalkan  sisa  ribanya.  Mewabahnya  pendirian  bank-bank syari’ah dewasa ini menjadi bukti meyakinkan tentang bisanya dilakukan pemisahan antara bunga dan bank.  Implikasi lainnya adalah memberi waktu dan kesempatan pada para pegawai di bank Konvensional yang menganut sistem bunga saat ini untuk tetap bekerja di bank tersebut sambil berupaya mencari lapangan pekerjaan baru atau menunggu  adanya  mutasi  atau  pembukaan  aplikasi  syariah  oleh  bank  tersebut merupakan  isyarat  hukum  yang  dapat  diambil  dari  pendekatan  historis  tersebut dengan tetap taat pada prinsip hukum Islam yaitu kondisi darurat ditetapkan sesuai kadarnya.","PeriodicalId":31992,"journal":{"name":"Jurnal Hukum Islam","volume":"19 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2020-07-27","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"0","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Jurnal Hukum Islam","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.24014/JHI.V20I1.8059","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 0

Abstract

Tulisan ini berupaya menyingkap kondisi sosio historis dibalik hadirnya teks-teks riba  dalam   Al-Qur’an  dan  Sunnah  serta  implikasinya  terhadap  pegawai  Bank Konvensional. Berdasar perspektif sabab nuzu>l ayat-ayat riba ternyata pelaku utama praktek ribawi pra dan pasca Islam  adalah kaum Yahudi. Setelah ayat 275 turun, umat  Yahudi  yang  sudah  beriman  menarik  pokok  harta  dan  meninggalkan  sisa ribanya.  Aktornya  adalah  empat  bersaudara  dari  Bani  Tsaqif   yakni  Mas’ud, Abdiyalail, Habib, dan Rabi’ah. Keempatnya kemudian menuntut  pokok hartanya saja  pada Bani  Mugirah.  Tapi  Bani  Mugirah  mengeluh  dan  meminta  dispensasi tambahan waktu  sampai dapat  kelapangan. Karena keempatnya  enggan memberi tunda, turunlah ayat 280 agar mereka mau memberi tunda. Bila habis masa tunda dan mereka tetap  kesulitan,  ayat  280 meminta  mereka merelakan saja utang  itu sebagai sedekah. Dalam perspektif sabab wuru>d,  konteks yang  disentuh oleh teks hadis lebih banyak riba fadhl (jual-beli) meski juga ada riwayat yang menyentuh riba nasi’ah.  Pelaku  ribanya  rata-rata  adalah  sahabat  Anshar  dan  Muhajirin.  Seperti konteks ayat di atas, setelah itu para Sahabat beraubat. Bila konteks tersebut dipakai melihat  aktifitas  perbankan  modern  sebenarnya  bank  dapat  dioperasikan  tanpa menggantungkan  diri  pada bunga.  Bukankah  empat  bersaudara  dari  Bani  Tsaqif yakni Mas’ud, Abdiyalail, Habib, dan Rabi’ah  yang  mengutangkan  uang  kepada Bani Mugirah mampu meninggalkan sisa riba mereka setelah ayat 278 dan 279 surah al-Baqarah turun? Bahkan, umat Yahudi yang sudah beriman pun segera menarik pokok  harta  dan  meninggalkan  sisa  ribanya.  Mewabahnya  pendirian  bank-bank syari’ah dewasa ini menjadi bukti meyakinkan tentang bisanya dilakukan pemisahan antara bunga dan bank.  Implikasi lainnya adalah memberi waktu dan kesempatan pada para pegawai di bank Konvensional yang menganut sistem bunga saat ini untuk tetap bekerja di bank tersebut sambil berupaya mencari lapangan pekerjaan baru atau menunggu  adanya  mutasi  atau  pembukaan  aplikasi  syariah  oleh  bank  tersebut merupakan  isyarat  hukum  yang  dapat  diambil  dari  pendekatan  historis  tersebut dengan tetap taat pada prinsip hukum Islam yaitu kondisi darurat ditetapkan sesuai kadarnya.
其对传统银行职员的冲击和影响背后的社会历史状况
这篇文章试图揭开riba在古兰经和逊尼派文本以及其对传统银行职员的影响背后的历史社会状况。从sabab nuzu>l riba的观点来看,ribawi前和后伊斯兰教的主要实践是犹太人。在第275节下降后,忠实的犹太人撤回了他们的财产,留下了草稿。这位演员是四位拉比,分别是塞尼夫的四个兄弟,分别是马德、阿布迪雅莱尔、哈比卜和拉比。这四个人要求把他们的财产集中在穆吉拉家族身上。但是穆吉拉家抱怨并要求额外的时间分配,直到他们到达现场。因为这四个人不愿意拖延,所以下来280节,让他们坚持下去。当拖延过去,仍然很困难的时候,第280节要求他们把债务作为一种施舍。从sabab wuru>d的角度来看,圣巴舞文本所触及的上下文更多的riba fadhl(交易),但也有关于riba rice rice ah的历史。杀手是Anshar和Muhajirin的普通朋友。如上所述,在那之后,他的朋友们变得友好起来。如果将这种情况应用于描述现代银行活动,实际上银行可以在不悬挂利息的情况下运营。在第278节和第279节之后,将钱交给穆吉拉家族的四个兄弟放下他们的财产就连虔诚的犹太人也立刻收回了他们的财产,留下了多余的利润。如今,西利亚银行的存在已成为令人信服的证据,证明花和银行之间的分离。其他含义是给员工时间和机会在传统银行系统实行的花目前仍然在银行工作的寻求新的就业机会或等待任何突变或开业的银行是法律手势教法以及应用程序能够从历史的方法保持服从伊斯兰法律的原则,即进入紧急状态,按照法律规定效力。
本文章由计算机程序翻译,如有差异,请以英文原文为准。
求助全文
约1分钟内获得全文 求助全文
来源期刊
自引率
0.00%
发文量
2
审稿时长
24 weeks
×
引用
GB/T 7714-2015
复制
MLA
复制
APA
复制
导出至
BibTeX EndNote RefMan NoteFirst NoteExpress
×
提示
您的信息不完整,为了账户安全,请先补充。
现在去补充
×
提示
您因"违规操作"
具体请查看互助需知
我知道了
×
提示
确定
请完成安全验证×
copy
已复制链接
快去分享给好友吧!
我知道了
右上角分享
点击右上角分享
0
联系我们:info@booksci.cn Book学术提供免费学术资源搜索服务,方便国内外学者检索中英文文献。致力于提供最便捷和优质的服务体验。 Copyright © 2023 布克学术 All rights reserved.
京ICP备2023020795号-1
ghs 京公网安备 11010802042870号
Book学术文献互助
Book学术文献互助群
群 号:604180095
Book学术官方微信
小红书