Hasyim Muhammad, Khoirul Anwar, Misbah Zulfa Elizabeth
{"title":"DISKURSUS DERADIKALISASI AGAMA: POLA RESISTENSI PESANTREN TERHADAP GERAKAN RADIKAL","authors":"Hasyim Muhammad, Khoirul Anwar, Misbah Zulfa Elizabeth","doi":"10.21580/WS.23.1.230","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"Pesantren had a specific perspective related to religious radicalism and violence. The purpose of this study is to uncover the discourse of radicalism and de-radicalization in Pesantren Soko Tunggal Semarang. Applying the qualitative research, it was revealed that Pesantren Soko Tunggal against all forms of violence in the name of religion. According to Pesantren Soko Tunggal radical movements in the name of religion is a form of misunderstanding of the religion. Islamic radicalism is generally based on the Wahhabi’s understanding, so that attitudes and behavior are influenced by the teachings of Wahhabi. In the view of Wahabism heresy in religion is a form of desecration and denial that must be fought. Pesantren assumed that Pancasila and UUD 1945 is a form of actual enforcement of Islamic law due to Pesantren Soko Tunggal kept to preserve the values of moderatism and develop a peaceful multicultural life.***Pesantren memiliki perspektif tersendiri terhadap radikalisme agama dan kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap wacana radikalisme dan deradikalisasi di Pesantren Soko Tunggal Semarang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Soko Tunggal menentang segala bentuk kekerasan atas nama agama. Dalam pandangan Pesantren Soko Tunggal bahwa gerakan radikal atas nama agama merupakan bentuk kesalahpahaman agama. Islam radikal umumnya didasarkan pada pemahaman Wahabi, sehingga sikap dan perilaku dipengaruhi oleh Wahabi. Menurut Wahabi, bid'ah dalam agama adalah bentuk penodaan dan penolakan yang harus diperangi. Pesantren menganggap bahwa Pancasila dan UUD 1945 merupakan bentuk penegakan hukum Islam yang aktual. Karena di Pesantren Soko Tunggal ini ingin mempertahankan nilai-nilai moderatisme dan mengembangkan kehidupan multikultural yang damai.","PeriodicalId":31097,"journal":{"name":"Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2015-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"3","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21580/WS.23.1.230","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 3
Abstract
Pesantren had a specific perspective related to religious radicalism and violence. The purpose of this study is to uncover the discourse of radicalism and de-radicalization in Pesantren Soko Tunggal Semarang. Applying the qualitative research, it was revealed that Pesantren Soko Tunggal against all forms of violence in the name of religion. According to Pesantren Soko Tunggal radical movements in the name of religion is a form of misunderstanding of the religion. Islamic radicalism is generally based on the Wahhabi’s understanding, so that attitudes and behavior are influenced by the teachings of Wahhabi. In the view of Wahabism heresy in religion is a form of desecration and denial that must be fought. Pesantren assumed that Pancasila and UUD 1945 is a form of actual enforcement of Islamic law due to Pesantren Soko Tunggal kept to preserve the values of moderatism and develop a peaceful multicultural life.***Pesantren memiliki perspektif tersendiri terhadap radikalisme agama dan kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap wacana radikalisme dan deradikalisasi di Pesantren Soko Tunggal Semarang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Soko Tunggal menentang segala bentuk kekerasan atas nama agama. Dalam pandangan Pesantren Soko Tunggal bahwa gerakan radikal atas nama agama merupakan bentuk kesalahpahaman agama. Islam radikal umumnya didasarkan pada pemahaman Wahabi, sehingga sikap dan perilaku dipengaruhi oleh Wahabi. Menurut Wahabi, bid'ah dalam agama adalah bentuk penodaan dan penolakan yang harus diperangi. Pesantren menganggap bahwa Pancasila dan UUD 1945 merupakan bentuk penegakan hukum Islam yang aktual. Karena di Pesantren Soko Tunggal ini ingin mempertahankan nilai-nilai moderatisme dan mengembangkan kehidupan multikultural yang damai.
Pesantren对宗教激进主义和暴力有着特殊的看法。本研究的目的在于揭示《Pesantren Soko tungal三宝女》中激进主义与去激进化的话语。运用定性研究,揭示了Pesantren Soko Tunggal反对一切形式的宗教暴力。根据Pesantren Soko Tunggal的说法,以宗教为名的激进运动是对宗教的一种误解。伊斯兰激进主义一般以瓦哈比的理解为基础,因此态度和行为都受到瓦哈比教义的影响。在瓦哈比主义看来,宗教中的异端邪说是一种亵渎和否认的形式,必须与之斗争。Pesantren认为Pancasila和UUD 1945是一种实际执行伊斯兰法律的形式,因为Pesantren Soko Tunggal保留了现代主义的价值观,并发展了和平的多元文化生活。***Pesantren memiliki perspetif tersendiri terhadap radical - isme agama dan - kerasan。Penelitian ini bertujuan untuk monungkap wacana radical kalisme dan deradikalisasi di Pesantren Soko donggal三宝郎。登干,蒙古纳干,登古纳干,登古纳干,登古纳干,登古纳干,登古纳干,登古纳干,登古纳干,登古纳干,登古纳干达拉姆·潘当甘·佩·桑特伦·索科·东格尔·巴瓦·古拉坎·本图克·萨拉——巴哈曼·阿迦玛。伊斯兰激进的umumnya didasarkan pada - mahaman Wahabi, sehinga sikap dan peraku dipengaruhi oleh Wahabi。mennuut Wahabi, bid'ah dalam agama adalah bentuk penodaan dan penolakan yang harus diperangi。Pesantren menganggap bahwa Pancasila danuud 1945 merupakan bentuk penegakan hukum Islam yang aktual。Karena di Pesantren Soko Tunggal - in - in - mepertahankan nilai-nilai现代主义,meme - ngembang - kan kehidupan多元文化yang damai。