{"title":"PENDIDIKAN AGAMA DALAM KULTUR SEKOLAH DEMOKRATIS: POTENSI MEMBUMIKAN DERADIKALISASI AGAMA DI SEKOLAH","authors":"Herly Jannet","doi":"10.21580/WS.23.1.223","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This study aimed in general to determine and describe the religious education in a democratic school culture is one of potential strategies in disseminating religious de-radicalization in schools. Applying qualitative naturalistic approach with case study, this study focused the location in Christian High School Urimessing Ambon. The object of this research was the all democratic phenomena found in the process of teaching and learning of Christian education. The results of this study can be described as follows: religious education in a democratic school culture has the potential to disseminate de-radicalization because the learning process optimized the attitude of critical thinking on freedom, independence, and accountability that were assumed to build the belief, attitude and norm of student to: (1) deepen and believe their own religious teachings; (2) commit to transform their religious teacgings in their daily life, both individually and socially; and (3) become the real who got off from violence and anarchy in realizing their objectives.***Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan Pendidikan Agama dalam kultur sekolah demokratis sebagai salah satu strategi membumikan deradikalisasi agama di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif naturalistik dengan strategi studi kasus dan mengambil tempat penelitian di SMA Kristen Urimessing Ambon. Objek penelitian ini adalah keseluruhan gejala demokratis dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut, Pendidikan Agama dalam kultur sekolah demokratis berpotensi membumikan deradikalisasi, karena dalam proses belajar mengajar mengoptimalkan sikap kebebasan berpikir kritis, kemandirian, dan akuntabilitas sehingga dapat membentuk keyakinan, sikap dan norma peserta didik untuk: (1) mendalami dan meyakini ajaran agamanya sendiri; (2) berkomitmen mentransformasikan ajaran agamanya secara baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial bermasyarakat; dan (3) memberi teladan secara konkret tidak terjebak menggunakan kekerasan dan anarkisme dalam mewujudkan keinginan.","PeriodicalId":31097,"journal":{"name":"Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2015-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"5","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21580/WS.23.1.223","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 5
Abstract
This study aimed in general to determine and describe the religious education in a democratic school culture is one of potential strategies in disseminating religious de-radicalization in schools. Applying qualitative naturalistic approach with case study, this study focused the location in Christian High School Urimessing Ambon. The object of this research was the all democratic phenomena found in the process of teaching and learning of Christian education. The results of this study can be described as follows: religious education in a democratic school culture has the potential to disseminate de-radicalization because the learning process optimized the attitude of critical thinking on freedom, independence, and accountability that were assumed to build the belief, attitude and norm of student to: (1) deepen and believe their own religious teachings; (2) commit to transform their religious teacgings in their daily life, both individually and socially; and (3) become the real who got off from violence and anarchy in realizing their objectives.***Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan mendeskripsikan Pendidikan Agama dalam kultur sekolah demokratis sebagai salah satu strategi membumikan deradikalisasi agama di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif naturalistik dengan strategi studi kasus dan mengambil tempat penelitian di SMA Kristen Urimessing Ambon. Objek penelitian ini adalah keseluruhan gejala demokratis dalam proses belajar mengajar Pendidikan Agama Kristen. Hasil penelitian dapat dideskripsikan sebagai berikut, Pendidikan Agama dalam kultur sekolah demokratis berpotensi membumikan deradikalisasi, karena dalam proses belajar mengajar mengoptimalkan sikap kebebasan berpikir kritis, kemandirian, dan akuntabilitas sehingga dapat membentuk keyakinan, sikap dan norma peserta didik untuk: (1) mendalami dan meyakini ajaran agamanya sendiri; (2) berkomitmen mentransformasikan ajaran agamanya secara baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial bermasyarakat; dan (3) memberi teladan secara konkret tidak terjebak menggunakan kekerasan dan anarkisme dalam mewujudkan keinginan.
本研究旨在确定和描述民主学校文化中的宗教教育是在学校传播宗教去激进化的潜在策略之一。本研究采用定性自然主义的方法,结合个案研究,以安汶基督教高中为研究对象。本研究的对象是基督教教育教与学过程中所发现的一切民主现象。本研究的结果可以描述如下:民主学校文化中的宗教教育具有传播去激进化的潜力,因为学习过程优化了对自由、独立和问责的批判性思维态度,这些态度被认为是建立学生的信仰、态度和规范:(1)深化和相信自己的宗教教义;(2)致力于在个人和社会的日常生活中改变他们的宗教教义;(3)从暴力和无政府状态中解脱出来,实现自己的目标。***Penelitian ini bertujuan untuk menemukan danmenmendeskprisikan Pendidikan Agama dalam文化,sekolah民主,sebagai, salah战略,mebumikan deradikalisasi Agama di sekolah。自然主义发展战略研究,自然主义发展战略研究,自然主义发展战略研究,自然主义发展战略研究,自然主义发展战略研究,自然主义发展战略研究。object penelitian ini adalah keseluuhan gejala民主派dalam propros belajar mengajar Pendidikan Agama Kristen。(1)中文翻译为:(1)中文翻译为:(1)中文翻译为:(1)中文翻译为:(1)中文翻译为:(1)中文翻译为:(1)中文翻译为:(1)中文翻译为:(1)中文翻译为:(2)社会主义社会主义社会主义社会主义;丹(3)成员:teladan secara konkret tidak terjebak menggunakan kekerasan Dan anarkisme dalam mewujudkan keinginan。