{"title":"BINA-DAMAI DALAM KOMUNITAS PESANTREN: SEBUAH UPAYA COUNTER-RADIKALISME","authors":"Rahman Mantu","doi":"10.21580/WS.23.1.227","DOIUrl":null,"url":null,"abstract":"This article discussed about the experience of al-Qodir Boarding School in Sleman Yogyakarta in the effort to counter the radicalism through the approach of peace building. Applying qualitative approach, this research using the methods of observation and deep interview in collecting data. With the theoritical framework of cognitive peace building, three factors of peace building became the focus; the mechanism of internal group, among group and external group. The main research finding here was the essential role of kiai in building participative dialogue with the community out of the boarding school which was implemented through social actions. It resulted in the ability of al-Qodir Boarding School in formulating the strategy of radicalism counter which became a typical strategy of pesantren among so many strategies to find out new formulations in avoiding the movement of radicalism in Indonesia.***Tulisan ini akan membahas tentang pengalaman Pondok Pesantren Al-Qodir terhadap upaya counter-radikalisme melalui pendekatan bina-damai di Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengamatan serta wawancara mendalam. Kerangka teoritik yang digunakan peneliti adalah teori peace building. Perdamaian menurut teori ini bisa tercipta karena tiga faktor; mekanisme internal, antar kelompok dan eksternal. Temuan dari riset ini adalah adanya peran penting kiai dalam membangun dialog partisipatif dengan masyarakat luar pesantren yang terimplementasi melalui aksi-aksi sosial. Hasilnya Pesantren Al-Qadir mampu merumuskan strategi counter-radikalisme yang khas pesantren ditengah upaya banyak pihak mencari formulasi baru dalam menangkal gerakan radikalisme di Indonesia.","PeriodicalId":31097,"journal":{"name":"Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan","volume":"1 1","pages":""},"PeriodicalIF":0.0000,"publicationDate":"2015-06-15","publicationTypes":"Journal Article","fieldsOfStudy":null,"isOpenAccess":false,"openAccessPdf":"","citationCount":"1","resultStr":null,"platform":"Semanticscholar","paperid":null,"PeriodicalName":"Walisongo Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan","FirstCategoryId":"1085","ListUrlMain":"https://doi.org/10.21580/WS.23.1.227","RegionNum":0,"RegionCategory":null,"ArticlePicture":[],"TitleCN":null,"AbstractTextCN":null,"PMCID":null,"EPubDate":"","PubModel":"","JCR":"","JCRName":"","Score":null,"Total":0}
引用次数: 1
Abstract
This article discussed about the experience of al-Qodir Boarding School in Sleman Yogyakarta in the effort to counter the radicalism through the approach of peace building. Applying qualitative approach, this research using the methods of observation and deep interview in collecting data. With the theoritical framework of cognitive peace building, three factors of peace building became the focus; the mechanism of internal group, among group and external group. The main research finding here was the essential role of kiai in building participative dialogue with the community out of the boarding school which was implemented through social actions. It resulted in the ability of al-Qodir Boarding School in formulating the strategy of radicalism counter which became a typical strategy of pesantren among so many strategies to find out new formulations in avoiding the movement of radicalism in Indonesia.***Tulisan ini akan membahas tentang pengalaman Pondok Pesantren Al-Qodir terhadap upaya counter-radikalisme melalui pendekatan bina-damai di Sleman Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan pengamatan serta wawancara mendalam. Kerangka teoritik yang digunakan peneliti adalah teori peace building. Perdamaian menurut teori ini bisa tercipta karena tiga faktor; mekanisme internal, antar kelompok dan eksternal. Temuan dari riset ini adalah adanya peran penting kiai dalam membangun dialog partisipatif dengan masyarakat luar pesantren yang terimplementasi melalui aksi-aksi sosial. Hasilnya Pesantren Al-Qadir mampu merumuskan strategi counter-radikalisme yang khas pesantren ditengah upaya banyak pihak mencari formulasi baru dalam menangkal gerakan radikalisme di Indonesia.
本文讨论在日惹Sleman的al-Qodir寄宿学校,透过建立和平的方法对抗激进主义的经验。本研究采用定性研究方法,采用观察法和深度访谈法收集数据。在认知和平建设的理论框架下,和平建设的三个要素成为研究的重点;内部群体、群体之间和外部群体的机制。这里的主要研究发现是kiai在寄宿学校外与社区建立参与性对话方面的重要作用,这是通过社会行动实施的。这导致了al-Qodir寄宿学校制定激进主义反策略的能力,这成为了pesantren在印度尼西亚众多寻找新策略以避免激进主义运动的策略中典型的策略。***印尼日惹党成员在日惹的反激进主义集会上的发言。Penelitian ini menggunakan方法,质量鉴定,dengan, melakakan, pengan - amat - and serta wawankara mendalam。Kerangka teoritik yang digunakan peneliti adalah teori和平建设。perdaman menurut - teori是一种典型的数学模型。内质部,胸骨部。特曼达里访问了阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚,阿达里亚。反激进主义是一种反激进主义的战略,是一种反激进主义的战略。